Interview: Nicodemus Freddy dan (((KASETKULCHA)))

 11134344_10206556693857768_1745799523_n

Nicodemus Freddy, frotman dari band asal Yogyakarta, Armada Racun ini setelah berdomisili di Bali telah memiliki kesibukan dengan proyek barunya, (((KASETKULCHA))). Simak obrolan KANALTIGAPULUH dengan Freddy mengenai proyek barunya berikut ini.

Hai Fredd, Bisa diceritain nggak tentang proyek “bermusik” kamu yang satu ini? Kenapa diberi nama (((KASETKULCHA)))?

Proyek ini lahir karena kecintaan saya dengan media kaset dalam musik dari dulu, terus pengen saya putar di publik sekalian misi edukatif dikit lah, utuk generasi muda supaya ingat sejarah tentang “musik dan kaset” (saya gak bilang saya sudah tua lho berarti..hehehehe). hiburan dan edukasi lah intinya.

Kenapa (((KASETKULCHA))) namanya, kaset karena media yang kita pakai adalah kaset, dan Kulcha saya ambil dari Kultur, biar lebih keliatan 90an dan mudah diingat.

Kebetulan ada sebuah band RnB dari Samoa di tahun 90 an yang Kulcha, itu sangat mengispirasi saya menemukan nama (((KASETKULCHA)) ini.

Sejak kapan sih kamu menekuni “bermusik” dengan kaset seperti ini?  

Kaset Kulcha itu ada sejak Februari 2015 saat itu kitta main di acara Mave magazine di Bali.  Well. Karena kita bukan DJ dan menggunakan media kaset, sepertinya lebih tepat disebut Kaset Selector kali yah, dan karena ini saya buat jadi Syndicate, ya lebih tepatnya Syndicate Cassette Selectors

Kenapa menggunakan kaset? Sebegitu penting dan berkesankah era kaset buat kamu?

Lebih murah daripada vinyl itu alasan utama saya pribadi dan saya memang cinta kaset sekali. Tingkat kesulitannya yang tinggi dan repot yang justru buat asik, buat saya tertantang menggunakan media kaset. Kaset sangat penting buat saya, saya dulu di tahun 95 an pernah kecanduan kaset, sehari harus beli 2-3 biji, kalo gak wah gelisah. Dulu di Yogya ada tempat jual kaset bekas namanya “Ngejaman” dekat jam yg di pasar Beringharjo, disitulah saya berburu kaset, sampai pedagangnya hafal sama saya. Kaset penting sekali buat hidup saya.

Musik apa yang biasa kamu mainkan di (((KASETKULCHA)))? Kenapa memilih musik/band-band itu?

Dari musik era 80-90 an, semacam Primal Scream, Beck, Beastie Boys, Kulashaker, Blur, Depeche Mode, New Order, dll. Band-band ini asik banget beatnya dan mereka memang ada di era kaset yang cukup popular di era 90 an. untuk Indonesia band saya paling senang mutar Barbars, Filastine, Upstairs.

Tapi dalam (((KASETKULCHA))) kita juga ada selectors yang juga mutar Rap Musik juga lho.

11297476_10206953775704566_2072668137_o

Beberapa waktu lalu aku sempet liat kamu seperti membuat alat sendiri untuk memutar koleksi kasetmu, bisa diceritakan  kenapa kamu enggak menggunakan tape deck seperti orang pada umumnya tapi lebih memilih membuat cassette player sendiri dengan menggunakan barang bekas seperti koper yang pernah kamu unggah disalah satu akun   media sosial kamu?

Saya memang pernah memproduksi “Boom Bastards” semacam boombox dengan menggunakan koper rias. ya biar tampil lebih old skool aja, jadi pakai koper jadul. Mau beli boombox juga harganya sudah selangit sekarang, dan belum tentu bisa dioperasikan. Jadi ya bikin pakai tas koper rias itu. Biayanya jauh lebih murah.

Apa yang membuat kamu menekui hobi yang satu ini? Sebelumnya kamu lebih dikenal sebagai frontman dari band Armada Racun dan sempat membuat sebuah radio online sekitar tahun 2013?

Yang membuat saya menekuni hobi ini ya musik, saya tidak bisa jauh hidup dari musik, apapun medianya. Saat ini saya kebetulan tinggal Jauh dari teman-teman band di Armada racun itu kangennya bisa di obatin dengan (((KASETKULCHA))).

Di Bali sendiri, apakah bermain musik dengan menggunakan kaset sedang popular? Siapa sosok yang menginspirasi kamu untuk melakukan hal ini?

Kebetulan di Kaset Kulcha sendiri yang merupakan Syndicate, kita terbuka untuk menerima pecinta kaset yang mau gabung jadi selector kaset seperti saya, hingga saat ini sudah ada  empat Selectors kaset di Bali  yang tergabung dalam sindikat Kaset Kulcha ini, kuharap nambah….hehehe. Yang menginspirasi saya adalah era 90 an…

Saat ini rilisan kaset bak menjadi jamur sejalan dengan banyaknya band/musisi yang merilis karyanya dalam format piringan hitam, Hal ini sangat terlihat di gelaran Record Store Day tahun ini. Menurut kamu, semua yang saat ini sedang terjadi hanyalah sebuah trend, komoditi bisnis para record label dan musisi atau bagaimana?

Saya lebih melihat ini sebagai paradox saja, dari zaman serba “download” akhirnya kita lebih ingin menghargai, memegang, membeli, dan memutar  rilisan fisik dan tidak hanya men downloadnya. Dan kalo ini dikatakan trend, ya kenapa tidak, kenapa kita takut pada trend? Karena buat saya yang paling menakutkan adalah beli ayam goreng dan bonus rilisan.

Tanggapan audience tentang (((KASETKULCHA))) sendiri sampai saat ini bagaimana?

Terhibur, kaget, lalu joget hahaha. Ada cerita unik seorang anak SD pernah tanya ke kami ini alat apa Om? dan dia terheran-heran ada benda yang bernama walkman dan kaset, karena sejak lahir dia tidak kenal perangkat semacam ini. Lalu dia bilang ke Ayahnya nanti pas ulang tahun, dia pengen minta hadiah walkman dan kaset Justin Bieber.  

Proyek ini kamu kerjakan sendiri atau ada partner yang setia menemani?

 Dalam syndicate cassette selectors bali (((KASETKULCHA))) ini juga ada teman-teman seperti Maruf Muhammad, Giovani Erlangga dan Nova, dan mungkin akan banyak nambah lagi buat siapa aja yang suka kaset dan mau memutarnya.

Harapan kedepan kamu tentang musisi yang akan membuat rilisan fisik di Indonesia?

Harapan (((KASETKULCHA))) buat pemusik atau band indonesia yang merilis kaset, kirim kasetnya ke kita yah supaya bisa kita putar dalam playlist playlist kami. and we bring back The Old To Skool…

 

(Visited 1,071 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment