Interview The Aftermiles : “Kami Band Yang Mengusung Kekeluargaan”

_big_2012-09-10091004THE_AFTERMILES_1.1

 

Setelah sempat  menyabet gelar “The Best Rock Song” dan “The Best Rock Vocalist” AVIMA (Asia Pacific Voice Independent Music Award) pada tahun 2010 dan akhirnya mereka sempat vakum selama 2 tahun.

Mengakhiri masa vakum, pada tahun 2012 mereka kembali dengan format baru dan sempat mengeluarkan sebuah single yang bertajuk “What You Say You Want”. Lini vocal yang sebelumnya disi oleh Andre Helliono kini digantikan oleh Ringgo Agus Rahman yang kerap muncul dalam berbagai film layar lebar, Eddie Mohammad dan Yoga Pratama mengisi suara gitar, sedangkan Andhika Triyadi memetik bass, Raden Maulana pada keyboard dan Adhe Patria ditugaskan menggebuk drum.

Sebelum single pada tahun 2012 tersebut beredar, mereka juga sempat merilis sebuah album yang diberi nama “Kids On Riot” pada tahun 2008. Mereka juga sempat tour selama 3 hari di Singapore dalam acara Music Matters Live 2012 yang diselenggarakan oleh Randed Ltd .

Berikut interview singkat kami bersama The Aftermiles, 23 Maret 2013 :

Bisa diceritakan awal mulanya terbentuk The Aftermiles? Sampai akhirnya Ringgo bisa masuk menggantikan Andre sebagai vocalist?

Yoga : Sebenarnya sih awal mula terbentuk band ini di Austria. Dulu sih si Eddie sampai akhirnya gw masuk ditahun 2006. Sedangkan Maul masuk tahun 2012. Ringgo sendiri sih gabung sama kita tahun 2012. Sempet ketemu di suatu acara dan kami lagi nyari vocalist, balik dari acara itu langgsung gw sms si Ringgo. Dan dianya mau gabung.

Eddie : Kita sih bentuk band ini punya visi misi, yaitu kekeluargaan. Kita punya kesibukan sendiri sendiri. Karna kita family based jadi kita manggungnya santai. Ya kayak di Jogja ini, kita tetep manggung walaupun tanpa vocalist, basis dan drummer kita. Kita tetep manggung dengan temen-temen kita yang di Jogja buat ngisi bass sama drum. Gak hanya Jogja, dikota-kota lain juga kok. Tapi kita sih selalu pengen kalo manggung dengan format yang lengkap.

Mengapa kalian memilih The Aftermiles sebagai nama dari band kalian? Adakah arti/filosofi tersendiri dari nama tersebut?

Yoga : Sebelum The Aftermiles terbentuk, kita dulu tergabung dalam beberapa band. The Aftermiles itu sendiri memiliki arti ini band yang terakhir buat kita sampai kita gak sanggup lagi buat ngeband.

Apa sih genre yang kalian pilih sebagai pegangan dalam bermusik? Banyak yang menghubungkan kalian dengan British Indie Rock?

Maul : Apapun yang orang bilang itu terserah, untuk lebih aman kami sih menyebutnya alternatif.

Mengapa semua lagu kalian memakai bahasa Inggris?

Yoga : Sebenarnya sih kami pernah nyobain buat lagu dalam bahasa Indonesia. Tapi mungkin karna kecocokan dengan musiknya kali ya? Susah nulis dalam bahasa Indonesia. Dan gak hanya kami kok yang makai bahasa Inggris, band-band lain juga banyak.

Oiya, Kids On Riot itu sendiri apa? Apa yang ingin kalian sajikan dalam album tersebut?

Eddie : Kids On Riot itu sendiri sih bercerita tentang keadaan sosial yang terjadi di masyarakat Indonesia. Misalkan demo nih, banyak yang gak ngerti sebenarnya apa yang mereka teriak-teriakin. Malah kadang mereka ngerugiin orang lain.

Sedangkan untuk single  “What You Say You Want” sendiri bercerita tentang apa?

Eddie : Untuk single ini sih bercerita tentang keadaan hidup, keadaan hidup yang baik tentunya. Apa yang kalian katakan, maka itu yang harus kalian lakukan. Ya klo hidup kalian pingin baik, nah kalian harus melakukan sesuatu untuk mencapai itu.

Di twitter kalian selalu menggemakan #LIBERATE, apa maksud dan tujuannya?

Eddie : Sebenarnya si Ringgo yang sering neriakin LIBERATE, LIBERATE, LIBERATE!!! Diatas panggung. Ya kembali lagi ke yang tadi, apa yang kalian inginkan maka ada sesuatu yang harus kalian lakukan.

Gimana rasanya manggung di Jogja?

Yoga : Kangen sih manggung disini dan pastinya seneng banget. Soalnya selain Jakarta dan Bandung, Jogja merupakan salah satu kota dengan independent musik yang kuat.

Eddie : Gw sih seneng banget bisa ke Jogja. Karna sebenarnya gw orang Jogja. Simbah masih di Jogja dan gw bisa sekalian jenguk dia.

Pertanyaan terakhir, apa  rencana kalian kedepannya?

Yoga : Yang pasti buat album lah, menurut kita album itu semacam anak.

Eddie : Ya yang pasti buat album dengan format baru bersama Ringgo. Mungkin agak lama soalnya kita punya kesibukan masing-masing. Dan mungkin transisi dari vocalist lama dengan yang baru agak lama. Dulu sih Yoga sempet mutusin untuk keluar, tapi kita gak nganggep dia keluar. Kita maklumin aja dan kita sabar nungguin sampai dia akhirnya gabung lagi.

 

Interview by: Agung Hutama | Komang Adhyatma

(Visited 561 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

1 Comment

Submit a Comment