Jalan Pulang Gelar Konser Tunggal “Menyusuri Jalan Pulang”

10274064_10202994870063982_7642254091208728746_n

Jalan Pulang adalah sebuah band dari Yogyakarta yang terbentuk pada tahun 2010. Pemilihan nama Jalan Pulang dihadirkan sebagai sebuah nama dan tujuan, sekaligus statement dari grup musik ini.

Bahwa kami merasa kami tidak sedang berada pada tempat di mana kami seharusnya berada, maka kami menempuh jalan pulang kami melalui musik.

Sebagai kelompok musik, Jalan Pulang memainkan genre musik Pop Balada. Jalan Pulang memiliki ketertarikan yang mendalam dalam mengeksplorasi musik pop Indonesia. Meskipun, irama folk, pop, dan balada kini sedang marak berjangkit di Indonesia maupun belahan dunia lain, Jalan Pulang lebih mendasarkan pengaruhnya pada musik pop balada yang berasal dari Indonesia. Sebut saja, Iwan Fals, Franky Sahilatua, Kla Project, Chrisye dan nama-nama lainnya menjadi acuan dalam musik mereka.

Jalan Pulang melihat bahwa nama-nama tersebut pernah memberi sentuhan khas terhadap musik pop Indonesia, memberi signature terhadap musik pop Indonesia. Inilah yang kemudian menjadikan musik Indonesia menjadi berkarakter, berbeda dengan pop melayu milik Malaysia, berbeda dengan musik pop manapun. Musik pop yang modern dan berkarakter.

“Sedangkan kita memiliki kecenderungan untuk bersikap ahistoris dan tidak berkesinambungan, dengan mendadak musik pop kita berubah haluan dan musik mereka kini tak pernah lagi dikerjakan atau dijadikan referensi, rekaman mereka hanya dijadikan koleksi dan ajang gaya-gayaan, selebihnya hanya sejarah. ”

Album pertama yang berisikan 10 lagu telah dirilis pada tanggal 16 Januari 2014, seluruh lagu dalam album ini ditulis menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Album ini hadir sebagai sebuah repertoar atas kisah perjalanan pulang yang mungkin dialami oleh siapapun. Narasi yang terangkum dalam album pertama tumbuh dari berbagai macam perasaan. Pada album ini titik tekannya ada pada hubungan percintaan dua orang manusia. Suka-duka, perjumpaan dan perpisahan, kesendirian, kerinduan, keterasingan, pergi dan kembali  pulang. Ini adalah sebuah album cinta, tidak lebih.

Musik pop, lagu cinta dan bahasa Indonesia seringkali diidentifikasi sebagai wajah yang menggelikan bagi dunia permusikan Indonesia.  Sebagai jawaban atas kritik terhadap melorotnya lirik band pop berbahasa Indonesia yang monoton dan menye-menye,Jalan Pulang bersikukuh menggunakan bahasa Indonesia dalam setiap penulisan liriknya.

“Kalau pengamat musik dan pemusik banyak kritik soal lagu pop berbahasa Indonesia yang menggelikan, tapi membuat lagu dengan bahasa Inggris kan nggak masuk logika; kritik dan perlawanannya. Mestinya ya bikin lagu berbahasa Indonesia yang tidak seperti mereka itu. Kalau mengkritik musik Indonesia yang beraroma melayu dan cenderung dangdut tapi sok pop dan rock n roll, tapi membuat lagu dengan terus-terusan menjiplak ke brit pop, swedish pop, atau bahkan Uganda pop kan juga aneh. Mestinya ya eksplor musik folk Indonesia, pop Indonesia; dengan tetap luwes menerima irama-irama musik dari belahan dunia lain. ”

Penggunanaan bahasa Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang diyakini oleh Jalan Pulang. Untuk menunjukkan karakter dan identitas; sebagai usaha untuk membawa bahasa Indonesia ke tempat yang lebih layak. Mereka berusaha menepis anggapan bahwa band yang tidak menggunakan bahasa Inggris hanya akan berada di Indonesia saja, tidak akan pernah kemana-mana. Namun, bagi Jalan Pulang ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan lebih jauh soal bahasa mereka; Bahasa Indonesia.

Di muka dunia, Indonesia telah seringkali tampil dalam bentuk rupa, musik dan gamelan, tari-tarian, maka jika tidak kita mulai, kapan bahasa Indonesia punya giliran untuk tampil di muka dunia. Mereka menyadari bahwa nantinya akan ada jurang yang harus dilompati oleh pendengar dari manca negara. Namun, mereka beranggapan jika sisi keindahan musik akan tetap sampai meskipun tak paham arti bahasa yang dinyanyikan atau dibicarakannya.

“Dave Grohl saja bisa nyanyi Gang Nam Style yang berbahasa Korea, masa sih kita nggak pengen bahasa kita dikenal dunia?!”

Pada 30 Mei 2014 pukul 19.00 WIB bertempat di LIP/IFI Yogyakarta Jl. Sagan No. 01 , Jalan Pulang bermaksud menggelar sebuah pertunjukkan musik yang bertajuk “Menyusuri Jalan Pulang”. Pertunjukkan ini merupakan puncak dari kerja musik yang telah dilakukan oleh Jalan Pulang dalam kurun waktu tiga tahun ini.

Lewat pertunjukan ini, Jalan Pulang tidak hanya mempertunjukkan lagu-lagu yang sudah terdokumentasi dalam Album mereka, melainkan mereka juga akan menampilkan dua lagu baru yang belum pernah dipublish  melalui media apapun. “Pertunjukan ini menawarkan kesatuan antara konsep musik, konstruksi ruang pertunjukkan dan pengalaman puitisserta mencoba mengajak pendengar Jalan Pulang menemukan jalan pulangnya masing-masing”, demikian tukas Irfan R. Darajat, vokalis Jalan Pulang.(KA)

(Visited 85 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment