Jangan Pernah Posting Ini di Akun Facebook Kamu

 

Ilustrasi: Salon.com

Ilustrasi: Salon.com

Facebook, media sosial yang cukup populer di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia beberapa tahun terakhir ini ternyata menyimpan kerawanan bagi para penggunanya.

Sebagai tindak pencegahan, ada baiknya kamu hanya berteman dengan orang yang dikenal. Lalu, jangan juga mem-posting hal-hal yang terlalu pribadi seperti contoh di bawah ini, karena kita tidak akan pernah tahu siapa orang jahat yang berlindung di balik keramahan Facebook.

Tanggal lahir
Ucapan ‘selamat ulang tahun’ dari teman-teman dan kolega memang dapat meramaikan wall Facebook kita. Masalahnya, ketika  tanggal ulang tahun dicantumkan, itu membuka peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk  melakukan pencurian identitas.  Jika pun terpaksa harus mengisinya, kosongkan tahun kelahirannya.

Status hubungan
Apa pun status hubungan kamu, jangan dibuka ke tempat umum  terutama di media sosial seperti Facebook. Hal ini dapat menjadi “lampu hijau” bagi para orang mesum untuk menguntit.

Lokasi Sekarang
Fitur tagging di Facebook  yang juga terdapat di media sosial Path memang memberikan akses pada seseorang untuk memberi tahu orang lain di mana lokasi ia berada sekarang. Namun hal ini juga bisa menjadi  bumerang ketika seseorang men-tag dirinya tengah berada di luar rumah, karena secara tidak langsung hal ini memberitahukan bahwa kondisi rumah / tempat tinggal kamu sedang kosong dan dapat mengundang niat buruk para pencuri.

Sendiri di rumah

Untuk kamu yang sudah berkeluarga, jangan pernah mengijinkan si kecil untuk mengupdate statusnya dengan “sedang sendirian di rumah”, karena ada kemungkinan orang-orang yang memiliki niat buruk mengamatinya melalui media sosial.

Foto anak dan nama lengkap
Ini adalah kasus yang paling sering terjadi ketika para orang tua tanpa sadar mem-posting foto anak beserta nama lengkapnya. Disertakan pula tanggal lahir dan tempat kelahiran mereka.

Tanpa sadar, ada “teman” di luar sana yang mengintai dan mulai mengumpulkan info mengenai anak tersebut. Data ini kemudian akan digunakannya untuk mendekati si anak dan menyakinkan mereka bahwa “sang teman” bukanlah orang asing. Cerita ini akhirnya berujung dengan penculikan, penganiayaan, pemerkosaan bahkan pembunuhan.

 

 

(Visited 181 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment