Java Jazz Festival 2013, Event Musik Jazz Internasional Terbesar di Indonesia

Java Jazz 2013 Day 1

Mencoba untuk mengundang keramaian di Kemayoran dengan mengadakan kembali Java Jazz Festival 2013, Java Festival Production membawa kemeriahan musik Jazz bersama Joss Stone, Maliq N D’Essentials bersama album barunya berjudul “Sriwedari”, Raisa, Andezz dan bebrapa musisi lainnya pada hari pertama. Dari tahun ke tahun , Java Jazz Festival diadakan selama tiga hari berturut-turut, seolah tidak menginginkan Kemayoran sepi dari antusiasme penonton akan musik Jazz dari generasi ke generasi. Sebut saja Maliq N D’Essentials yang makin digemari dengan penampilan dan musiknya yang ceria, lalu ada Raisa yang semakin lama semakin memukau penonton tidak hanya dengan paras cantiknya, tapi juga dengan suaranya yang tidak bisa dibantahkan lagi keindahan dan kemerduannya.

JIExpo Kemayoran perlahan dipadati oleh penonton menjelang penampilan musisi di hari pertama Java Jazz Festival. Sebut saja Maliq N D’Essentials, Matthew Sayerz, David Helbock Trio, Mr. Sonjaya, IMI Band, dan Rafly Wasaja. Dengan menggunakan sorban di kepalanya, Rafly Wasaja memukau penonton di panggung Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dengan membawakan lagu bernuansa rohani khas Aceh. Salah satunya berjudul “Kalimah Thoyibbah”

Bonita & The Husband menyambut penonton dengan penampilan mereka di Java Jazz Stage, di mana letak panggung langsung terlihat oleh mata penonton begitu memasuki venue. Selanjutnya penonton yang memutuskan, tetap berada di depan panggung Java Jazz atau mengarahkan langkahnya ke kiri atau kanan panggung untuk melihat penampilan artis lainnya.

Beberapa hari sebelum dimulainya Java Jazz Festival, Tulus mengungkapkan latihan menyanyi bersama Raisa melalui foto di instagram dan sukses mengundang pertanyaan dari penggemar mereka apakah mereka hanya sekedar iseng ataukah akan memberi sesuatu yang spesial dengan bernyanyi dalam satu panggung. Pertanyaan terjawab, Raisa dan Tulus bernyanyi dalam satu panggung membawakan lagu film kartun musikal legendaris dari Disney, Aladdin (1992), yang berjudul “A Whole New World” lalu diikuti dengan kolaborasi bersama B3.

Java Jazz Day 2

Sabtu adalah hari terpadat dari semua agenda yang telah dipersiapkan. Hajar Bleh Big Band membuka penampilan dengan lagu berbahasa asing di Masima Stage. Panggung yang kecil tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap tampil. Paduan harmoni suara dari empat vokalis dan alat musik yang beraneka ragam mampu menarik perhatian penonton sebagai pemanasan di hari kedua Java Jazz Festival 2013. Musisi Jepang di acara Java Festival Production kali ini seperti Kaori Kobayashi membuat antusiasme penonton semakin besar. Kepiawaiannya dalam memainkan saxophone dan bahasa Inggris semampunya membuat penonton tidak ingin meninggalkan penampilannya hingga selesai.

Jam tampil Tompi dan Tulus yang berdekatan membuat sebagian besar area venue sepi karena penampilan kedua penyanyi dengan suara merdu dan dahsyat memang tidak patut untuk dilewatkan. Penampilan Tulus sempat tertunda selama beberapa menit karena Phil Perry, yang penggungnya terletak bersebelahan dengan Tulus, memuaskan penggemarnya dengan encore. Diawali dengan permainan piano solo oleh Nathan, riuh penonton terdengar saat intro dilanjutkan dengan lagu Teman Pesta, dalam sekejap venue berubah menjadi pesta musik yang sesungguhnya. Tulus selalu mencoba melakukan perbedaan di setiap penampilannya dengan menyanyikan lagu dari musisi lain, aransemennya ? Tentu saja berbeda. Itu yang membuat semua orang tidak ingin melewatkan penampilan pria sarjana arsitektur ini. Di Soulnation lalu, Tulus membawakan lagu Reza Artamevia, di Java Jazz kali ini dia menyanyikan lagu Semusim milik alm. Chrisye duet bersama Waljinah, seorang penyanyi tradisional asal Solo, Jawa Tengah.

Revival Generation Project (RGP) patut diperhitungkan sebagai band Jazz yang memberi kesan alami akan musik. Dibentuk pada 18 September. 2010, yang menampilkan jazz fusion, dengan harmoni jazz dan melodi, menggabungkan etnic, funk atau irama jiwa, swing, blues, dan rock n ‘roll. Lagu berjudul Funk Java yang disuarakan oleh Ria Septiani patut menjadi penilaian anda terhadap band ini.

Java Jazz Day 3

Diantara semua musisi Indonesia, ada satu musisi muda yang menjadi pusat perhatian dalam sekejap. Bernama Eva Celia, anak dari Indra Lesmana dan Sophia Latjuba. Band Storia terbilang beruntung, karena band yang terdiri dari Inesz (vokal), Aldhan (keyboard pertama), Kitut (keyboard kedua), Joel (bass), dan Rama (drum), mendapat kesempatan untuk menutup Jakarta International Java Jazz Festival di saat hujan angin menerpa JIExpo Kemayoran sehingga beberapa penampilan di panggung terbuka mengalami mati listrik dan harus dihentikan. Dengan kostum biru muda, lagu “Cerita” membuka penampilan Storia di panggung Hall B1. Storian – sebutan untuk penggemar Storia – menyambut hangat penampilan Storia di dinginnya udara Jakarta karena derasnya hujan.

 Photos: Nuri Arunbiarti & Hafitz Maulana

Text: Nuri Arunbiarti

(Visited 428 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

1 Comment

Submit a Comment