Jogja Berhenti Nyaman, Acara ‘Ladyfast’ Diberhentikan Ormas Tidak Dikenal

12512753_516330301904040_5649876500495245760_n

Suasana pembubaran acara Ladyfast di Survive Garage, Yogyakarta/Foto: Kolektif Betina

Lagi-lagi kenyamanan dan kebebasan berekspresi di Indonesia tercederai oleh ulah sekelompok organisasi massa (ormas) yang tidak dikenal. Sebulan yang lalu hal serupa juga terjadi pada acara Belok Kiri Fest yang digelar di Jakarta dan pemutaran film Senyap di beberapa kota di Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Semalam (2/04) acara yang bertajuk Ladyfast  dimana acara yang rencananya digelar selama 2 hari di SURVIVE! Garage, Jl. Bugisan, Yogyakarta ini dibubarkan oleh ormas tidak dikenal yang mengenakan atribut keagamaan.

Dikutip dari pernyataan resmi Kolektif Betina selaku inisiator acara tersebut di laman Facebooknya, asal mula terjadinya peristiwa ini adalah sekitar pukul 10 malam datang kurang lebih 15 orang tidak dikenal yang menuntut pembubaran acara Ladyfast. Meskipun sudah dijelaskan baik-baik oleh panitia acara dan polisi sudah hadir di lokasi, kelompok tidak dikenal ini tetap memaksa membubarkan acara dengan sikap yang mengintimidasi.

Kolektif Betina juga menyatakan kelompok tidak dikenal tersebut menolak untuk melakukan dialog. “Perwakilan Lady Fast dan perwakilan pemilik tempat acara terus mencoba berdialog dengan kelompok tersebut. Tidak ditanggapi dengan baik oleh kelompok tersebut, justru dibalas dengan berbagai makian dan hinaan, Menuding kami merusak moral dan pakaian kami menodai, dikatakan tempat maksiat. Mengeluarkan tuduhan komunis. Mengancam bahwa 500 orang akan menyerang acara kami. Mereka menunjukkan gestur yang mengarah pada kekerasan fisik,” jelasnya.

Selain itu, Kolektif Betina menambahkan pihak kepolisian juga melakukan pembiaran dengan tidak menjadi pihak penengah dalam kejadian ini, bahkan sempat melepaskan tembakan ke udara tepat disebelah seorang ibu yang sedang menggendong anaknya. Selain melakukan intimidasi secara verbal, kelompok tidak dikenal ini juga melakukan sweeping di lokasi tersebut dengan merusak beberapa perabotan yang terdapat disana dan mengambil foto dan video dari wajah para peserta dan panitia kegiatan tanpa ijin.

Di media sosial sendiri  banyak komunitas dan orang yang merespon kejadian ini dengan memberikan dukungan terhadap panitia Ladyfast yang mengecam tindakan intimidasi yang dilakukan oleh ormas-ormas yang tidak bertanggung jawab.

Ladyfast sendiri adalah acara yang digagas oleh Kolektif Betina dimana kebanyakan dari mereka berasal dari komunitas hardcore/punk di Indonesia, dimana acara tersebut menggelar workshop, sharing sessions, screening film dan diskusi, pertunjukan musik, pameran seni dan juga lapakan zine dan craft.
12670484_1731235780456908_1342307134678175269_n
(Visited 1,824 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment