Kejutan dan Keseruan di Hari Terakhir RRRECFEST #4

 liyana fizi 2

Minggu (2/11) yang lalu menjadi hari terakhir rangkaian pelaksanaan acara tahunan ruangrupa Jakarta di Tanakita Camping Ground, Situgunung, Sukabumi. Hari itu acara dipadati dengan beberapa sesi dialog yang seru nan edukatif bersama Koalisi Seni Indonesia tentang pentingnya seni dan pengaruhnya dari generasi ke generasi. Tak ketinggalan sebuah talks yang cukup menarik perhatian mengenai South East Asia Music Network bersama beberapa pembicara seperti Eric Wijanarta (Owner deathrockstar.info), Bani Haykal (Musician/Singapore) dan Fikri Fadzil (The Wknd/Malaysia).

Tak ketinggalan, kejutan lain dipersembahkan oleh seorang penyanyi perempuan berparas ayu asal Malaysia, Liyana Fizi. Pembawaannya yang malu-malu justru membuat para penonton tak kuasa meminta encore bahkan setelah ia membawakan lagu-lagu dari debut albumnya, Between The Lines. Liyana Fizi pun mengiyakan keinginan para penonton terutama para lelaki yang bersorak dengan membawakan lagu “Ternyata” dari bandnya terdahulu.

Suasana cukup sendu, awan mendung menutupi langit Tanakita sore itu. But the show must go on. White Shoes and The Couples Company kemudian hadir ke atas panggung yang lebih besar beberapa meter dari tempat Fizi tampil. Penampilan mereka yang interaktif dan juga ekspresif menambah keseruan sore itu. Baru saja sekitar tiga lagu mereka mainkan, hujan perlahan turun membuat para penonton bergegas memakai jas hujan dan merapat ke panggung.

Nomor-nomor dari album “WSATCC Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah” seperti “Tam-Tam Buku”, Tjangkurileung”, “Te O Rendang O” dan “Lembe-Lembe” telah dimainkan. Namun tak lantas membuat penonton berlari menjauhi panggung. Band jebolan IKJ ini pun akhirnya kembali dengan bersamaan dengan keriuhan penonton yang kehujanan bersama-sama menyanyikan lagu “Masa Remadja”. Tak lupa kemeriahan itu diabadikan dengan sesi foto bersama didepan panggung dan dibawah rintikan hujan yang cukup deras.

Kazuhisa Uchihashi juga langsung membantai rintikan hujan dengan kelihaiannya memainkan efek-efek di atas meja dan gitar menciptakan alunan nada yang ajaib. Kazuhisa Uchihashi dikenal dengan kemampuan improvisasinya yang mengesankan. Dengan segera setelah beberapa waktu ia tampil solo di panggung, ia mengajak Rully Shabara untuk berkolaborasi dengannya. Rully Shabara dengan cekatan menyerukan suara-suara yang aneh namun dapat terkemas menjadi sebuah harmoni. Sayangnya, sempat terjadi kesalahan teknis ketika kolaborasi antara musisi eksperimental asal Jepang tersebut dengan Rully. Sehingga konseptor dari Zoo ini juga terlihat sempat sedikit kelelahan ketika sedang tampil.

Namun para penonton yang menyaksikan pun tak habis pikir sehingga melayangkan seruan juga tepuk tangan meriah atas suguhan para musisi lintas negara ini. Dalam rangkaian RRRECFEST #4, bertajuk RRRECFEST in The Valley ini telah berhasil membawa sebuah atmosfir yang menghangatkan dari musisi lintas negara dan lintas generasi  dalam satu momen yang menyenangkan.(Adl)

(Visited 125 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment