Kisah Menyeramkan di Balik Tempat Penginapan yang Berhantu

Sumber ilustrasi: Mashable

Mulai dari kepala sekolah paranoid hingga sang putri pewaris harta yang dikubur secara hidup-hidup, beberapa penginapan  Airbnb menyimpan rahasia kelam dan legenda menyeramkan. Inilah lima rumah dan tempat penginapan yang memiliki daya tarik mistis yang mungkin kamu temui disaat  kamu mengunjunginya.

Gadis Dengan Gaun Kuning (New Orleans, LA)

Rumah tua di Selatan ini menyimpan misteri: Penampakan wanita berambut gelap yang menghantui.

Parks-Bowman Mansion terletak di Garden District dan telah dikunjungi oleh banyak orang. Akan tetapi tempat ini juga dihuni oleh seorang gadis muda tak kasat mata berambut hitam segelap bulu gagak yang mengenakan gaun kuning. Suara langkah kakinya yang sedikit pincang sering terdengar di rumah ini, begitu pula sayup-sayup senandungnya. Terkadang ia menyembunyikan kaca mata penghuni.

Pemilik tempat ini, yaitu  Adrienne Park, pertama kali mengetahui tentang sosok gaib rumah ini dari tetangganya setelah Adrienne mulai menghuni pada tahun 2015. Ia yakin bahwa hantu gadis ini tidak jahat, bahkan senang membantu: “Suatu hari, teman saya menginap. Ia tidur di kamar yang berhantu,” ujarnya. “Teman saya bermimpi buruk sekali dan ia merasa bahwa ada yang memberinya napas buatan. Hantu gadis ini berhasil menyadarkan teman saya.”

Merunut riwayat rumah berusia 130 tahun ini, Adrienne mengetahui bahwa salah satu penghuni pertamanya adalah keluarga besar yang sangat kaya raya. Keluarga ini memiliki tujuh putri dan dua putra yang semuanya hidup bahagia di rumah ini selama bertahun-tahun. Satu per satu putri keluarga ini menikah dan pindah. Akhirnya rumah ini berpindah tangan dan dijadikan asrama, dan kabarnya  sering dibicarakan negatif. Rumah ini menjadi kurang terawat, kemudian diperbaiki. Namun selama puluhan tahun, penampakan gadis berambut gelap tidak pernah pergi dari rumah tersebut.

Siapakah dia? Langkahnya yang sedikit pincang mungkin memberi jawaban, kata Adrienne. Sang putri bungsu adalah “putri kesayangan, permata keluarga”.  Sayangnya, ia mengalami kecelakaan kereta kuda sehingga jalannya menjadi pincang.  Gadis ini kemudian meninggal di usia muda saat melahirkan dan kemudian dikubur di samping makam ayahnya di ruumah ini.

Walaupun ia hantu baik hati, tidak ada yang tahu mengapa ia tetap bergentayangan di properti ini dan apa yang ia cari. Tapi ada satu yang pasti di New Orleans: “Ini adalah tempat di mana batas antara dunia nyata dan dunia gaib sangat tipis,” kata Adrienne. “Kejadian aneh dan di luar nalar sering terjadi di sini. Semuanya terjadi dengan terus- menerus.”

“Ini adalah penginapan  pilihan kami di New Orleans. Lokasinya ideal dan rumah ini sempurna. Penuh dengan kisah aneh, menegangkan, dan terkadang tak masuk logika.” – Tamu, Michael dari Florida

Persinggahan Akhir Para Tentara (Gettysburg, PA)

Rumah sakit yang diubah menjadi rumah pertanian ini dihuni oleh para prajurit Perang Saudara yang sering menampakan diri di tempat bersejarah ini.

Rumah Pertanian Bersejarah Perang Saudara ini sekarang tampak seperti  pilihan yang sempurna untuk memancing, memetik bunga liar, dan bersantai di musim panas. Tapi sekitar 150 tahun lalu, rumah bertatah batu ini adalah tempat yang penuh kepedihan. Menurut penduduk setempat dan juga para pengunjung, gema penderitaan itu masih terdengar hingga kini.

Lokasi rumah ini di Gettysburg, medan perang utama pertempuran paling berdarah dalam sejarah Amerika Serikat. Setelah Perang Saudara berakhir, puluhan ribu prajurit Konfederasi yang tewas atau terluka parah dan  dibawa melalui jalan utama kota ini: “Barisan meriam, kuda, mayat, dan tentara yang terluka diseret di jalan itu. Keadaan benar-benar amat kacau balau,” ujar Stephani Maitland, sang tuang rumah.

Di kota yang dihuni 2.000 jiwa ini, semua rumah di sepanjang rute ini terpaksa digunakan sebagai rumah sakit darurat untuk mengobati mereka yang terluka dan mengubur jenazahnya, begitu pula di rumah Stephani. Selama tujuh hingga delapan minggu, dokter dan perawat mengurus deretan prajurit di rumah ini. Mencoba melerai jeritan dan pekik kesakitan yang meregang nyawa mereka.

Sayup-sayup suara mereka yang telah berpulang ini masih sering terdengar. Pengunjung rumah ini mengaku melihat penampakan, mendengar langkah kaki, dan sensasi yang tak dapat dijelaskan. Stephani mengatakan bahwa keluarganya tidak tahu tentang masa lalu kelam rumah ini hingga bertahun-tahun setelah tinggal di sana, ketika berbagai peristiwa aneh mulai terasa jelas.

“Saat anak-anak saya masih kecil, salah satu anak lelaki saya terbangun di lantai dengan terbungkus selimut dan berkata ada banyak orang yang menginjak-injaknya,” kenang Stephanie. Ada pula yang melihat lelaki bersepatu boot, celana panjang, dan jaket biru – seragam tentara Konfederasi. Mereka tidak tahu identitas para tentara yang gugur sebagai bagian dari ribuan jiwa yang menjadi korban pada perang saudara itu. Tapi Stephani yakin bahwa mereka datang untuk menenangkan, bukan meneror, sehingga tempat ini menjadi lokasi populer para pelancong dan pemburu hantu.

“Sangat bersih, apik, cantik, dan menyenangkan. Oh ya, saat tidur saya mendengar suara derap langkah kaki, pengalaman yang sangat menarik.” – Tamu, Sophie dari Sydney, Australia

Perempuan dalam Penantian (Lombardy, Italia)

Dikunci oleh ayahnya yang kejam, seorang gadis patah hati masih menangisi kekasihnya yang hilang lima abad kemudian.

Di Kawasan Kastil “Dal Pozzo”, ada satu menara tinggi yang dihantui desah tangisan di tengah malam, dan sosok bayangan yang mengintai. Namanya Barbara. Sudah lebih dari 500 tahun dan ia masih menangisi cintanya yang hilang.

Kekasihnya adalah seorang kapten bernama Matteo yang ditugaskan ke istana ini pada tahun 1467 untuk membantu Duke Milan mempertahankan wilayah ini yang dilkamu pertempuran. Barbara, seorang gadis yang terkenal dengan kecantikan dan kebaikannya telah dijodohkan dengan tetangga mereka oleh ayahnya dalam rangka mengeeratkan  ikatan politik.

Tapi Matteo adalah cinta sejatinya. Begitu melihat kecantikan Barbara, Matteo langsung jatuh hati. Rupanya rasa itu tidak bertepuk sebelah tangan. Kedua insan ini memadu hati di koridor luas kastil ini. Mereka akhirnya berjanji untuk sehidup semati di gereja istana ini.

Sayang seribu sayang, “sumpah setia mereka terpaksa buyar,” kata Aimone dal Pozzo, tuan rumah di kastil milik keluarga.

Saat kepergian Matteo semakin dekat, Barbara menyusun rencana untuk ikut pergi bersama Matteo. Tapi ayah Barbara menyadari bahwa akan ada masalah. Ia mengancam Barbara. Ia meminta Barbara untuk melupakan Matteo dan mengunci Barbara di menara kastil. Matteo akhirnya harus berangkat dan dibuang ke Prancis. Di sana, ia menikahi wanita lain.

Barbara tak pernah tahu hal itu, dan terus menunggu janji kekasihnya untuk kembali. Hari berganti pekan dan bulan, Barbara menolak untuk keluar dari menara, tak mau makan, dan bahkan tak mau menemui ibundanya sendiri. Kemudian ia meninggal dalam rasa putus asa.

Aimone mengatakan bahwa arwah Barbara tetap menunggu. “Konon banyak yang melihat bayangan mengintip dari jendela, seperti ada yang memkamung ke arah danau. Orang meyakini bahwa itulah arwah si cantik Barbara yang masih bergentayangan di Menara Kastil untuk mencari cintanya yang tak pernah kembali.”

Wanita yang Mati Dua Kali (Buenos Aires, Argentina)

Seorang sosialita glamor mengalami kematian yang tragis. Tepatnya, dua kali kematian. Sekarang dia bergentayangan di pemakaman.

Di pusat salah satu lingkungan paling hidup si Buenos Aires, Pemakaman La Recoleta terletak di tengah deretan restoran dan toko trendi. Ini adalah tempat peristirahatan terakhir Eva Peron dan banyak tokoh ternama  Argentina. Tapi pemakaman ini juga menyimpan banyak legenda yang mencekam.

Salah satu yang paling terkenal adalah tentang Rufina, seorang gadis muda yang baru saja berusia 19 tahun ketika ibunya menemukan tubuhnya yang terbujur tak bernyawa. Atau tepatnya, disangka telah mati.

Rufina lahir di keluarga kaya dan pewaris kekayaan berlimpah. Ia seorang sosialita di awal abad ke-20 dan sedang bersiap menghadiri suatu pertunjukan ketika tiba-tiba ia tak sadarkan diri. Ada yang berkata dia terkena serangan  jantung, dan ada pula yang berspekulasi bahwa ibunya memberinya obat penenang. Tak lama kemudian, dokter menyatakan bahwa ia meninggal karena serangan jantung. Prosesi pemakaman Rufina segera diadakan dan jasad Rufina disemayamkan di salah satu monumen makam terindah di pekuburan ini.

Beberapa hari kemudian, mimpi buruk dimulai ketika seorang pekerja menyadari bahwa peti mati Rufina bergeser, tutupnya retak dan rusak. Ia menemukan kenyataan mengerikan: bekas cakaran Rufina yang berupaya keluar dari kotak mati – ternyata ia hidup kembali. Rufina dikubur hidup-hidup. Ia meninggal untuk kedua kalinya, karena kelelahan dan ketakutan.

Tugu untuk Rufina masih berdiri di Recoleta, dengan tangannya menggenggam pegangan peti mati. Dan banyak yang berkata, arwahnya juga masih di sana, bergentayangan di pemakaman pada malam hari, memeriksa peti mati lainnya untuk memastikan tak ada orang lain yang menderita nasib seperti dirinya.

Kamar Gila (York, Inggris Raya)

Kamar ini adalah satu dari banyak tempat mencekam di kota paling berhantu dan berdarah di Eropa.

Apartemen berusia 600 tahun ini dikenal dengan nama “The Chamber”. Ternyata ada cerita di balik nama ini. Sejumlah tamu merasakan atmosfer yang membuat bulu kuduk berdiri di penginapan yang bernuansa  kayu yang indah ini, dan juga suara-suara aneh di malam hari.

Ini adalah tempat khas di salah satu kota paling berhantu di dunia, kota tua yang telah berdiri sejak zaman Romawi dan memiliki begitu banyak sejarah kekejaman dan pertumpahan darah: serangan Viking, pembunuhan, dan eksekusi. Salah satu cerita paling terkenal adalah tentang kepala sekolah kejam yang akhirnya kehilangan kewarasannya karena rasa bersalah. Di wilayah kumuh kota ini, seorang pria bernama George ditugaskan untuk mengumpulkan anak yatim dan anak jalanan untuk dimasukkan ke institusi bernama Ragged School. Keadaan saat itu sangat buruk, dan George kehilangan uang apabila ada anak yang meninggal dalam penjagaannya. Karena itu, George menyembunyikan jasad anak-anak yang meninggal di bawah tanah.

George menjadi hilang akal. Dia mabuk-mabukan untuk mengusir suara di kepalanya. Suara teriakan anak yatim di kepalanya yang berusaha keluar dari kubur. George tidak dapat menahan rasa bersalah dan kegilaannya. Dia menceritakan tentang suara itu kepada masyarakat sekitar. Dia dianggap gila, dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dan tak lama kemudian dia gantung diri. Dia tetap mengeluhkan suara jeritan dan tangisan anak-anak, sampai akhir hayatnya. Ragged School hanyalah satu dari banyak kegilaan dan kemalangan yang menghantui kota tua York.

“Apartemen ini sangat tua dan kental dengan karakter tua. Hantu-hantu gentayangan di sini bersahabat dan suasana berhantunya sangat menarik. Sungguh gila jika Kamu tidak tertarik menginap di sini.” – Tamu, Jason dari Brighton, Inggris Raya.

 

 

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *