KLA Project Sukses buat Penonton Histeris dan Haru di Penghujung The 90’s Festival – Big Reunion

90s 6

KLA Project/Foto: Yuna Pradjipta

Setelah sejak sore hari penonton dimanjakan oleh deretan penampilan vokal Bening, trio Rida Sita Dewi, Bunglon, dan Jingga, rombongan Hip Hop oleh Iwa K, Sweet Martabak dan Neo, ditambah goyangan boyband Coboy juga ME, reuni grup Sket, Bayou, Protonema, Java Jive, serta Base Jam, disambung penampilan minimalis duo asal Australia Frente, bahkan P Project yang tampil kocak dan menggelitik, kini giliran KLA Project hadir sebagai line up penutup di panggung utama gelaran The 90’s Festival Big Reunion 2015, Istora Senayan, Sabtu (7/11) lalu.

Sekitar pukul 22.40 WIB mereka langsung melancarkan performanya malam itu tanpa kurang satupun personilnya. Trio musisi kawakan yang beranggotakan Katon (vokal, gitar), Lilo Rajadin (gitar, vokal), dan Adi Adrian (piano, synth) membuka set lewat deretan hits layaknya “Rentang Asmara”, “Romansa”, “Menjemput Impian” dan “Lagu Baru” yang secara spontan membuat penonton turut bersenandung dan bernyanyi bersama.

Dengan kapasitas tata suara yang megah berpadu dengan kilauan cahaya memukau dari atas panggung, KLA project semakin membuat senandung penonton seketika menjadi koor massal yang terdengar dari seluruh penjuru gedung Istora Senayan kala mereka melangsungkan aksinya.

“Malam ini kami merasa senang sekali dengan formasi kami yang sesungguhnya,” sapa Lilo kepada seluruh audiens disela-sela lagu.

Ditengah set sejenak Katon turun pentas untuk kemudian Lilo mengambil alih posisinya lewat nomor “Laguku” yang dimuat dalam album perdana mereka tahun 1989 silam sebelum dilanjutkan “Terpurukku disini” yang kian membuat para Klanese (sebutan penggemar KLa Project) tak segan-segan bernyanyi lantang bahkan berteriak lantang mengikuti irama.

Sebelum sang vokalis Katon kembali keatas panggung, Adri Adrian lalu mengambil alih kemudi show malam itu dengan kepiawaian jari lentiknya dalam dentingan khas dari piano elektriknya, bersambung hits “Semoga” yang otomatis kembali membuat koor massal kembali terdengar lebih keras dan merdu dari barisan festival hingga sisi balkon sekalipun.

Tidak jarang terdapat para Klanese yang berteriak histeris bahkan terharu hingga meneteskan air matanya ketika lantunan “Tak Bisa Ke Lain Hati” dibawakan sempurna oleh KLA berikut sederet pemain tambahannya hingga mereka kembali membuai seluruh isi Istora Senayan lewat set penutup “Yogyakarta” dan “Tentang Kita”.

“Keren Banget, merinding dan terharu banget liat penampilan KLA yang maksimal. Sukses bikin kita-kita kembali ke era 90-an,” ungkap salah satu Klanese di akhir acara.

(Visited 104 times, 1 visits today)

Author: Nugroho Adhy

Share This Post On

Submit a Comment