Komunitas Pelestari Anggrek Liar Merapi Gelar Workshop Pembuatan Film

Setelah melaksanakan workshop pembuatan film bersama Komunitas Kampung Dolanan Anak di Dusun Pandes, Sewon, Bantul dan Komunitas Petani Muda di Clapar, Hargowilis, Kulon Progo. Workshop dan Pembuatan Film Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa kembali dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah istimewa Yogyakarta bersama Komunitas Pelestari Anggrek Liar Merapi di Dusun Turgo, Pakem, Sleman. Selama empat hari (11-14 Februari 2017) tim pendamping workshop dari Paguyuban Filmmaker Jogja berbagi ilmu dan mendampingi peserta mengenai pembuatan film.

Pada hari pertama, BW Purba Negara selaku narasumber berbagi mengenai pengembangan ide cerita dengan mengajak peserta melihat kembali potensi wisata yang ada di daerah tersebut. Pada hari kedua, Khusnul Khitam melakukan pengenalan menggunakan kamera yang dilanjutkan dengan praktek disekitar arena workshop. Pada hari ketiga, Bambang “Ipoenk” KM menjelaskan seputar pembagian kerja dalam film dan manajemen produksi hingga pasca produksi. Setelah kegiatan workshop, di hari keempat peserta akan melaksanakan pengembangan cerita dan pembagian tugas yang akan didampingi oleh tim supervisor Agni Tirta, Budi Dwi Santoso dan Budi Dwi Arifianto.

Kegiatan ini diharapakan mampu membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di kabupaten-kabupaten di DIY. Melalui sarana audio visual, kegiatan ini diharapkan agar masyarakat di seluruh DIY dapat dengan mandiri mengangkat potensi-potensi yang dimiliki baik potensi alam dan budaya yang difilmkan dan menjadi salah satu media promosi dan pengenalan daerah mereka kepada khalayak luas. Selain itu film merupakan kekuatan baru bagi Jogja, tidak hanya sebagai karya sinema tapi juga upaya pengenalan dan pelestarian kearifan lokal

Ibu Sri Eka Kusumaning Ayu (Kepala Seksi Perfilman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta) menuturkan “Workshop yang diselenggarakan di empat Kabupaten di DIY ini diharapkan mampu mengenalkan masyarakat dengan media audio visual. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan media audio visual guna mengangkat potensi-potensi maupun kearifan lokal yang dapat mendongkrak produk dan karya yang sedang mereka kerjakan. Komunitas Pelestari Anggrek Liar Merapi sejauh ini sudah mengembangkan 100 jenis anggrek di sisi utara Merapi dan termasuk pengembangan dan pemberdayaan kopi dan bambu. Hal tersebut menjadi potensi besar yang perlu di bagikan secara luas dalam kemasan video yang dibuat oleh komunitas itu sendiri sebagai upaya pengenalan dan pelestarian kearifan lokal yang mereka kerjakan”.

Kegiatan Workshop Pembuatan Film Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan dilaksanakan di empat kabupaten  akan kembali dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2017 bersama Ibu-Ibu Pengajian Desa Semanu, Kabupaten Gunung Kidul.

 

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *