Konser “7 Bidadari” Tandai Kesuksesan Kiprah Bermusik Naif Selama 22 Tahun

22 tahun bukanlah waktu yang sebentar dalam berkarya di blantika Musik Indonesia seperti yang dibuktikan oleh kuartet retropop Naif pada Minggu (22/10) malam bertempat di Teater Garuda – TMII, Jakarta dengan melangsungkan perayaan ulang tahunnya yang ke-22 sekaligus pentas perilisan album terbaru mereka “7 Bidadari”.

Pertunjukkan dimulai sekitar pukul 20.00 waktu setempat dibuka dengan sajian operet Jaka Tarub yang mencoba mencuri salah satu selendang dari 7 bidadari yang sedang mandi di air terjun namun nasib berkata lain ternyata yang dicuri adalah selendang milik Si Buta dari Goa Hantu.

Meskipun alur cerita dan pembawaan tokoh dalam operet tersebut terasa hambar untuk sebuah awalan konser musik, namun para Kawanaif (sebutan bagi penggemar Naif) tetap bersemangat ketika sang MC senior Koes Hendratmo naik ke atas panggung untuk memberikan prolog  dan memanggil satu-persatu personil untuk segera memulai pertunjukannya.

Tanpa berbasa-basi David Bayu (vokal, gitar), Emil Hussein (bass), Fajar Endra Taruna alias Jarwo (gitar), Franki Indrasmoro alias Pepeng (drums) memulai setnya lewat “7 Bidadari” diikuti beberapa nomor selanjutnya “Alangkah Indahnya Indonesia“, “Selama Ada Cinta”, “Diriku dan Dirimu”, “Indah”, dan “Berubah”.

Sambil menyapa penonton yang hadir di tiap seat-nya “Halo Selamat Malam semuanya, terima kasih sudah hadir disini untung bersenang-senang bareng,” David memperkenalkan deretan lagu-lagu yang memang pertama kali dibawakan di atas panggung pada malam itu sebelum akhirnya set dilanjutkan dengan nomor “Kenali Dirimu”, “Sedjak”, “Apa yang Membuat Dirimu Untuk Terus Disini”, dan “Sayang Disayang” sebagai penutup set pertama mereka.



Sebanyak 10 materi dalam album terbaru berhasil dibawakan dengan baik oleh Naif dibantu beberapa musisi sejawatnya Krisna Prameswara (keyboard), Amrus ramadhan (steel guitar), Mochamad Saatsyah (seruling pipa), Syarief Hidayat (kendang), juga tim strings serta brass section yang membuat tata suara semakin megah.

Sebelum memulai set berikutnya, duo MC Vincent Rompies dan Desta bersama Gilang Gombloh juga Adjis Doaibu sengaja dihadirkan keatas panggung untuk mencairkan suasana penonton dengan berbagai guyonan khas mereka dilanjut sesi tanya jawab dan tiup lilin selebrasi ulang tahun ke-22.

Tepat pukul 21.30 WIB David, Emil, Pepeng, dan Jarwo kembali melanjutkan set panjangnya dengan “Air dan Api”, “Senang Bersamamu”, “Planet Cinta”, “Karena Kamu Cuma Satu”, “Janji Setia”, dan “Televisi” yang seketika membuat koor massal dari penonton tak hentinya terdengar dari seluruh penjuru Teater Garuda malam itu.

Berlanjut kembali  rangkaian hits “Itulah Cinta”, “Dimana aku disini”, “Benci untuk mencinta”, “Hidup ini indah”, “Jikalau”, “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia yang Ada di Seluruh Dunia”, “Aku Rela”, “Towal Towel”, “Posesif”, hingga berakhir pada nomor di album perdana mereka “Piknik 72”, dan “Mobil balap” yang didaulat sebagai pamungkas

Selama kurang lebih 2,5 jam Naif membuktikan bahwa kiprahnya selama 22 tahun di dunia musik sudah tak dapat diragukan lagi sehingga pada akhir pentas malam itu penonton pun memberikan standing ovation sebagai tanda penghormatan kepada mereka karena sangat terhibur dengan suguhan musik yang berkualitas. Acara ditutup dengan signing session “7 Bidadari” yang dirilis oleh label Demajors Independent Music Industry dalam bentuk CD dan edisi terbatas 500 keping dalam bentuk piringan hitam 12”.

 

 

Author: Nugroho Adhy

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *