Konser Daur Baur, Konser Penutup Kegiatan “Crowdfunding” Dari “Si Pandai Besi”

pandaibesi

Cholil Mahmud dan kawan-kawan menghipnotis ratusan pasang mata yang hadir dalam kemeriahan “Konser Daur Baur, Pandai Besi”, Kamis (1/8) malam lalu di Goethehaus, Jakarta. Konser ini dihadiri lebih dari 200 penonton yang datang dari Jakarta maupun luar Jakarta, sebagian penonton yang hadir merupakan pendukung kegiatan “Crowdfunding” yang dilakukan oleh Pandai Besi.

Kepadatan penonton sudah terlihat di pintu masuk gedung, tempat berlangsungnya “Konser Daur Baur, Pandai Besi” di Goethehaus, Jakarta. Kepadatan ini terjadi karena penonton harus mendaftarkan dirinya terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket masuk, guna memastikan tempat duduk yang akan ditempati, maklum panitia hanya menyediakan sekitar 90 kursi untuk penonton umum yang hadir.

Tiket masuk konser ini pun unik, penonton cukup membawa buku cerita anak layak baca untuk ditukarkan ke dalam bentuk tiket. Rencananya semua buku anak yang terkumpul akan disumbangkan melalui Indonesia Menyala, bagian dari gerakan Indonesia Mengajar.

Pintu masuk ruangan konser dibuka pukul 20.00 WIB, penonton yang sudah memiliki karcis langsung menyerbu ruangan tersebut. Konser diawali dari pemutaran video dokumenter Pandai Besi yang sedang berkutat menyelesaikan proses rekaman di studio Lokananta, Solo.

“Debu Debu Berterbangan” menjadi lagu pertama yang dibawakan oleh Pandai Besi, disusul lagu-lagu berikutnya, yaitu “Jalang”, “Hujan Jangan Marah”, “Melankolia”, dan “Desember”. Dengan konsep latar panggung /visual yang sederhana, sesi pertama “Konser Daur Baur, Pandai Besi” pun berkahir.

Sejenak para personel Pandai Besi beristirahat di backstage, panitia pun memutar kembali video dokumenter yang menceritakan proses Pandai Besi mendaur ulang karya lagu Efek Rumah Kaca (ERK) di studio Lokananta.

Text by: Burhan Mukmin

 

(Visited 161 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment