Korea-ASEAN 25th Anniversary New Icon: Pop in Asia

pameran new icon_5

Jakarta, Galeri Salihara. 15 Agustus 2014 lalu telah diadakan upacara pembukaan pameran seni kontemporer yang menampilkan karya 13 seniman Asia. Center for Art and Community Surya University mempersembahkan pameran dengan tajuk New Icon: Pop in Asia yang juga bekerja sama dengan Komunitas Salihara. Terinspirasi dan dipengaruhi oleh budaya Pop, seniman menggabungkan gambar dan mekanisme media massa serta mengubahnya dalam berbagai gaya. Pameran ini bertujuan mengeksplorasi perbedaan kepekaan dan gaya masing-masing seniman, juga untuk meningkatkan hubungan kerja sama diantaranya. Bagian dari program International Exchange tahunan oleh ARCOLABS, pameran ini memperingati 25 tahun hubungan dialog antara Korea dan ASEAN.

Seniman dari 10 negara ASEAN dan Korea hadir dalam upacara pembukaan dengan serangkaian pertunjukan yang menarik. Para seniman yang terlibat dalam pameran kali ini diantaranya Lee Hyunjin, Lee Wan(Korea Selatan), Serrum, Stereoflow (Indonesia), ISE (Malaysia), PHUNK (Singapura), Yuree Kensaku and Maythee Noijinda (Thailand), Sam Siren (Brunei Darussalam), Sokuntevy Oeur (Kamboja), Ole Viravong Scovill (Laos), Arker Kyaw (Myanmar), Thomas D. Daquioag (Philippines), Ngoc Vo (Vietnam). Selama pameran berlangsung, program publik seperti diskusi panel dan lokakarya grafiti lainnya akan sayang sekali untuk dilewatkan.

Para seniman dalam pameran ini mengekspresikan ketertarikan akan media massa dan budaya populer dalam berbagai cara, beberapa mengapresiasi metode gambar massal diproduksi, ada juga dengan mengungkapkan cara budaya populer mempengaruhi gaya hidup lokal dan tradisional, beberapa menguji gagasan antara seni dan barang dagangan dan lain-lain, sebagai produsen budaya , membuat gambar dan cerita dari subkultur sebagai pokok tema mereka. New Icon: Pop in Asia adalah kesempatan untuk mengeksplorasi isu seputar seni kontemporer. Dengan menjelajah kembali kehidupan dan budaya masyarakat melalui lensa seniman kontemporer Asia, pameran berharap audiens akan mencari sensibilitas berbeda yang tercermin dalam seni rupa kontemporer Asia dan metode mempopulerkan seni.(An)

 

(Visited 115 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment