Marsh Kids Merilis Debut Album “The Many Failings Of Bugsy Moonblood”

marshkids-1

Grup kolektif flamboyan rock/tornado pop Marsh Kids pada 30 September 2014 lalu merilis album perdananya yang bertajuk The Many Failings Of Bugsy Moonblood. Ini adalah debut album yang memang ditunggu oleh para fans khususnya, juga pendengar musik Indonesia.

Dirilis oleh Demajors & Helat Tubruk, debut album ini menyambung dari dirilisnya single “Inclination” pada 14 Juni 2014.

“Lega sekali, akhirnya bisa rilis juga, ini adalah buah dari pergelutan kami dengan kreativitas, semoga bisa dinikmati oleh semuanya, “ungkap mereka.

Berisi 13 track, terbagi dalam 12 lagu dan 1 intro, The Many Failings Of Bugsy Moonblood menawarkan gado-gado yang harmonis antara berbagai macam struktur dan keberagaman elemen musik. Dari folk, pop, funk, jazz, soft rock, dan lain sebagainya. Hal ini dilatar belakangi dari kayanya referensi tiap-tiap personilnya.

“Kami semua keluar dari zona nyaman, itu mengapa lagu dan gaya serta sound yang kita tulis dan buat di Marsh Kids sangat berbeda,” ungkap F. Achmar tentang musik Marsh Kids.  Senada dengan Achmar, B. Saleh pun melihat musik Marsh Kids sebagai air yang mengalir. “Ibarat air yang mengalir, angin yang berhenbus, angin yang kita rasakan, jadi buat apa dimampatkan, dibataskan, biarlah mengalir dan berhembus,” ungkapnya.

The Many Failings Of Bugsy Moonblood resmi rilis via iTunes. Tak hanya rilis digital, Marsh Kids pun menyediakan paket premium bagi siapa pun yang ingin membeli fisik mereka sebelum tanggal rilis resminya.  Paket premium ini berisi CD, postcard dan stiker, lengkap dengan tandatangan semua personilnya. Bagi siapapun mengordernya, kepadanya tidak dikenakan biaya kirim alias gratis.

Marsh Kids diawaki oleh S. Pramudita, Drs. F. Achmar, B. Saleh, G. Rahmadeva, M. Fahri dan B. Tobing, enam pria yang datang dari pengalaman musikal yang beragam. S. Pramudita dengan Tigapagi, B.Saleh, G. Rahmadeva dengan Polka Wars, B. Tobing dengan San Teletone, Drs. F. Achmar dengan Sore dan M.Fahri di Duckdive, akhirnya bertemu dalam satu ruang yang bernama Marsh Kids.

Berlatar belakang ingin menyatukan keberagaman pengalaman batin yang menjadi sebuah keharmonisan ini lah yang menjadikan Marsh Kids tidak bedanya dengan beberapa supergroup dunia yang kita kenal, seperti  Crosby Stills & Nash, Cream, Travelling Wilburys, Broken Social Scene atau Kantata Takwa.(KA)

(Visited 184 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment