Membuka Memorabilia Masa Lalu di Konser NKKBS Bagian Pertama Melancholic Bitch

Band mitos yang lama ditunggu-tunggu kemunculannya olah penikmat musik Yogyakarta ini nampaknya memenuhi kerinduan para penggemarnya. Kurang lebih 2 tahun lamanya menghilang dari dunia permusikan lokal dalam aksi panggungnya, Melancholic Bitch kini telah kembali dengan album penuh terbarunya, ‘NKKBS Bagian Pertama’ dan mengesahkannya dengan menggelar sebuah konser tunggal yang bertajuk “Konser Melancholic Bitch NKKBS Bagian Pertama” pada hari Sabtu (9/09) yang lalu di Gedung PKKH UGM, Yogyakarta.

Delapan tahun setelah peluncuran album ‘Balada Joni dan Susi’ tentu menjadi penantian yang sangat panjang sebelum Melbi merilis album teranyarnya ini. Diluar itu kepergian Ugoran Prasad ke luar negeri tentu membuat aktivitas dan band ini terhenti.

Semacam konser reuni. Hal ini tentu akan diamini oleh kebanyakan orang yang datang ke gedung PKKH pada malam hari itu, termasuk saya. Sebagai orang yang kurang lebih 10 tahun tinggal di Jogja dan mengalami proses tumbuh berkembangnya band mitos ini, tentu konser NKKBS Bagian Pertama ini sangat layak untuk ditonton. Jika diamati, para penonton yang datang adalah muka-muka lama baik dari lingkaran pertemanan saya 5 tahun lalu yang kini sudah entah kemana, kalangan seni rupa kontemporer Yogyakarta (personel Melbi memang dekat dengan ranah yang satu ini, pun Yennu dan Ugo juga terlibat di dalam Teater Garasi) dan juga wajah-wajah dari orang tidak dikenal yang tidak asing jika kamu sudah sering datang ke gig di Yogyakarta dalam kurun waktu 5 tahun kebelakang.

Pertunjukan yang dibuka sekitar pukul delapan malam ini menampilkan permaian solo keyboard dari Nadia Hatta, keyboardist dari band Armada Racun. Tidak lama kemudian Ugoran Prasad muncul ke panggung sembari membawa ember kecil berwarna merah yang ternyata difungsikan sebagai asbak, tanpa meniggalkan nilai-nilai estetikanya.

Melbi menghajar tanpa henti materi-materi terbarunya dari album ‘NKKBS Bagian Pertama’, dan dalam konser ini turut menampilkan musisi pendamping yaitu Uya Cipriano dari band LastElise pada gitar dan Danish Wisnu dari band FSTVLST pada drum. Turut dilibatkan pula Gisela Swaragita dari band Seahoarse pada backing vokal didampingi oleh Arsita Iswardhani dari Teater Garasi.

Tidak sampai disitu, ternyata Melancholic Bitch mengajak para penonton untuk bernostalgia dengan membawakan lagu-lagu dari album ‘Balada Joni dan Susi’ pada pertunjukan sesi yang kedua. Suasana pun menjadi semakin panas dan pecah, dan aroma alkohol semakin kuat tercium di berbagai sudut gedung pertunjukan.

Konser selesai sekitar pukul 10 malam, semua orang senang dan para penonton kebanyakan tidak langsung pulang karena saling bertegur sapa dan melepas kerinduan masa lalu bersama para sejawat yang sudah lama tidak bertemu. Selain menyuguhkan materi baru, Melancholic Bitch sukses membuka ingatan lama dalam ajang reuni singkat dalam sebuah pertunjukan musik.

 

 

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *