Mengenal Lebih Dekat “Pepeng” NAIF

pepeng

Siapa yang tidak mengenal Band Naif? Band yang di bentuk pada tahun 1995 ini beranggotakan Emil pada bass, Jarwo pada gitar, Pepeng pada drum dan yang tidak boleh ketinggalan adalah David pada vokal.

Ya tak terasa kebersamaan Naif sudah 18 tahun, ibarat kata kalo anak gadis umur segitu lagi ranum-ranumnya si ya. Baiknya kita jangan bahas anak gadis, kita bakalan membahas perjalanan sosok yang menarik bagi saya di Naif. Siapa kah dia? Ya siapa lagi sosok yang menarik bagi saya selain Franki Indrasmoro Sumbodo . Dia lahir di Kudus Jawa Tengah 15 Januari 1976. Dia adalah seorang musisi, freelance illustrator, pemeran film dan juga seorang penulis lagu dan buku. Ia lebih akrab dipanggil dengan nama Pepeng.

Pepeng adalah seorang lulusan D-3 Fakultas Seni Rupa/Desain Grafis Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1994-1999 dan pada tahun 1995 telah memulai karirnya di dunia musik. Bersama David, Jarwo, Chandra, dan Emil, Pepeng mendirikan band Naif yang tetap eksis sampai sekarang. Di band tersebut, Pepeng yang memegang posisi sebagai drummer dan backing vocal juga turut aktif menulis lagu. Ia juga yang menulis lagu Posesif (album Jangan Terlalu NAIF, 2000), mendesain sampul kaset/CD The Best of NAIF dan Retropolis (2005), serta mengonsep dan memproduseri video klip NAIF Jikalau (album Titik Cerah, 2002) dan lima buah video klip yang ada dalam album Retropolis.

Tidak berhenti disitu, penggemar buku ini pun bereksplorasi di dunia tulis-menulis sejak 2004. Bakat tulis-menulisnya itu ia sadari pada saat ia duduk di bangku Sekolah Dasar. Sementara itu, pada 1999 ia sempat menjadi commercial storyboard artist sampai 2001. Selanjutnya ia menjadi konseptor dan produser buku, album lagu, dan drama musikal anak Bonbinben (2008) serta album Science In Music: Album Kompilasi Siaga Bencana (2008). Dan di tahun 2014, Naif akan merilis album barunya di bulan  Maret.

Pepeng menuturkan bahwa sedang membuat project baru. Bukan dengan Band Naifnya. Melainkan dia sedang menggarap proses pengerjaan komik barunya yang berjudul “Setan Jalanan”. Lalu dia bertanya balik kepada saya;”Apa yang kamu pikirkan ketika dengar Setan Jalanan?”. Saya nyeletuk aja sih,”Gak jauh-jauh dengan masalah kritik sosial di masyarakat kan?”. “Iya betul. Gak jauh dengan apa yang kamu pikirkan emang”, tuturnya. Dan karna saya penasaran, saya melanjutkan pertanyaaan.”Emang apa yang pengen mas sampaikan di komik ini? Hal apa yang memotivasi kamu?”. Kemudian Pepeng menjawab, “Ini berkisah tentang kehidupan terang dan gelapnya Jakarta. Karna aku miris juga liat geng motor yang sekarang membabi buta di Jakarta, padahal tidak semua geng motor seperti itu kan. Prihatin dengan stigma masyarakat yang melihat dan menyamaratakan dengan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab seperti itu”.

Ya tidak mungkin dipungkiri sebuah karya tidak mengalami sebuah kendala, begitu juga hal yang sama yang dialami oleh Pepeng dalam pengerjaan komik ini. “Kalo ngerjain komik ini kudu punya mood yang bagus. Kalo gak ada ide pasti gak jalan. Jadi ya kudu jaga mood biar stabil. Mau gak mau kudu niat kelarinya biar jadi”, ujar Pepeng yang menggemari tokoh heroik sejak kecil ini.

Dalam karyanya ini Pepeng ingin menyampaikan pesan morilnya melalui ilustrasi komik, karena baginya komik dapat mewakili imajinasinya dengan apa yang ingin di kemukanya pada halayak umum. Mungkin komik lebih cepat dicerna dan dipahami karena didalamnya ada gambaran-gambaran yang tidak akan membuat pembacanya merasa bosan atau malas ketimbang  melihat sebuah buku yang hanya berisikan tulisan semata. Sebelum ini pun Pepeng merilis komik dengan judul “Petualangan Naif Dan Mesin Waktu (Komik Naif , 2010 – 2013)”.  Yang menarik lagi adalah Pepeng bersama Raksasa band (side band Pepeng) mengisi musik soundtrack dalam komik ini. Ini pula yang akan menambahkan sisi yang unik dari konsep project yang dibuat oleh Pepeng.

Di akhir pertanyaan, saya bertanya tentang harapanya. Dan harapan dari seorang Pepeng sendiri adalah agar komik ini bisa dinikmati dan diapresiasi oleh masyarakat indonesia. Selain menyalurkan hobinya sejak kecil dia berkeinginan bisa memberikan dampak yang positif dan bermanfaat bagi sesama.(JR)

 

 

(Visited 477 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment