Mengenal Seni Kontemporer Indonesia di Ruang MES 56

Sumber foto: MES 56 Facebook

Untuk dapat menjadi kreatif tentu mudah, namun untuk menghasilkan ouput yang bagus dari proses itu tentu memerlukan rangkaian yang panjang  dan berbagai tahapan dalam perjalanannya. Ruang dalam sebuah kota juga memiliki andil yang cukup besar untuk dapat mewujudkan hal tersebut.

Dewasa ini semakin banyak ruang alternatif yang muncul di berbagai kota di Indonesia, dimana ruang-ruang ini mengakomodir para pekerja seni dan pemikir kreatif untuk mewujudkan ide-idenya. Salah satu ruang tersebut adalah MES 56 di Yogyakarta.

Terbentuk pada tahun 2002 yang silam, Ruang MES 56 kini telah berkembang menjadi hangout place para pekerja seni di Yogyakarta, tidak hanya dari subkultur fotografi kontemporer saja. Terletak tidak jauh dari Keraton Yogyakarta, ruang kreatif ini terdiri dari  studio, kelas belajar, sampai tempat nongkrong dengan pohon besar nan rindang di halaman depannya.

Ruang MES 56 diinisiasi oleh sederet seniman lokal. Mulai dari Agung Nugroho Widhi, Akiq Abdul Wahid, Anang Saptoto, Angki Purbandono, Daniel Satria Koestoro, Dessy Sahara Angelina, Edwin Dolly Roseno, Eko Bhirowo, Jim Allen Abel, Wimo Ambala Bayang, dan Wok The Rock.

Fokus kinerja Ruang MES 56 terletak pada bidang fotografi dan seni kontemporer yang memungkinkan dapat beririsan dengan disiplin ilmu lain. Harapannya, Ruang MES 56 dapat membangun kondisi kreatifitas yang responsif, selain kritis terhadap lingkungan sekitar dan kontekstual terhadap substansi demi terealisasinya iklim masyarakat terbuka, kreatif, serta mandiri.

Hingga saat ini cukup banyak program-program rutin yang diselenggarakan Ruang MES 56 seperti pameran, diskusi, pertukaran kreasi, workshop, sampai pengarsipan. Menariknya, keseluruhan program dibiayai oleh pembiayaan pribadi dengan dukungan dari pihak donatur institusi non-profit atau perusahaan komersial. Dengan semangat kolektif, program-program tersebut dilaksanakan untuk mendorong serta mendukung keberadaan seni kontemporer di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya.

(Visited 41 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment