Mengenang Kejayaan Rilisan Fisik di Pameran dan Pop Up Toko Musik Podomoro

Ilustrasi Piringan Hitam/Sumber foto: Istimewa

Meskipun bisa dibilang saat ini adalah era digital, namun ternyata penggemar dan penikmat rilisan fisik (CD, kaset, piringan hitam) di Indonesia masih cukup banyak. Hal ini terlihat dengan selalu meriahnya perayaan Cassete / Record Store Day yang digelar setiap tahunnya, ditambah masih bertahannya toko-toko musik walaupun beberapa  tahun belakangan toko musik besar (chain store) gulung tikar. Hal tersebut bukan berarti rilisan musik sudah mati karena masih ada toko musik grass root dengan skala kecil sampai menengah yang masih melayani pelanggan-nya.

Adalah Agung “Leak” Kurniawan, seorang seniman sekaligus salah satu pemilik Kedai Kebun Forum yang mempunyai ide untuk membuat sebuah pop up market rilisan fisik yang kemudian menggandeng Jogja Records Store Club untuk mewujudkannya. Pasar tiban ini dinamakan Podomoro, sesuai dengan nama sebuah toko musik legendaris di Yogyakarta pada era akhir 1960-90an.

Pada acara ini selama durasi pameran akan menyajikan bazaar rilisan musik oleh toko musik dan records label dari Jogjakarta yaitu: Samstrong Records, [at]Demajors_Jogja, DoggyHouse Records, WLRV, Otakotor Records, Mindblasting, Pengerat Shop, Disgusting Tape, Roots Music, Jesuiscidal Records, Rilisan Fisik, Deep, Altar Alpokalips dan Yes No Shop. Ada juga stand pembuatan lagu oleh Leliani Hermiasih, Irfan Rizkidarajat, Danto “Sisir Tanah”, Fafa Agoni & Ananda Badudu dimana semua orang bisa memesan lagu kepada ke lima musisi ini sesuai dengan tema yang diinginkan untuk kemudian direkam menggunakan hp mereka.

Selain pop up toko musik, ada juga 3 pameran bertemakan rilisan musik yaitu: Perpustakaan Hip Hop Nusantara (oleh Triaman “Sambrenk”), pameran Indonesian Celtic Punk Movement Exhibition (oleh Jr Miko “WLRV”) serta pameran kaset bootleg personal (oleh Indra Menus). Sementara itu zine yang membicarakan mengenai kegiatan ini juga akan dirilis pada pembukaan acara. Selayaknya sebuah galeri seni tentu saja selain display bazaar yang tidak biasa juga akan ada pembuatan mural di dinding display oleh Candra Handika (Lelek).

Akan digelar juga diskusi dan workshop yang berhubungan dengan musik diantaranya diskusi tentang menghandle band tour bersama kolektif YK Booking. Tidak ketinggalan workshop  mengenai records label bersama beberapa owner records label, workshop membersihkan rilisan musik serta workshop foto rilisan menggunakan handphone.

Tertarik untuk datang? Kamu bisa berkunjung ke Kedai Kebun Forum, Jl. Tirtodipuran No.3, Mantrijeron, Yogyakarta  mulai 21 Desember 2016 hingga 7 Januari 2017 (kecuali hari Selasa) mulai pukul 11.00 WIB – 22.00 WIB.

 

 

 

(Visited 86 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment