Mengulik Penyanyi Muda Selandia Baru, Theia

Theia, satu lagi penyanyi muda yang berbakat dan penuh percaya diri dari Selandia Baru. Memainkan musik elektro pop berbalut R&B membius, penyanyi asal Christchurch bernama asli Em-Haley Walker ini mulai dikenal ketika single-nya ‘Roam’ menjadi hit Spotify Global Viral Chart di tahun 2016. Sebagai gambaran, track itu berhasil mencetak hampir 10 juta play hingga artikel ini dimuat.

Single yang menjadi hit lainnya seperti ‘Everything’, ‘Treat You’ dan ‘Champagne Supernova’ kini dimasukkan ke dalam debut self-titled EP yang dirilis beberapa waktu lalu. Termasuk juga di dalamnya adalah ‘Silver Second’, single debut Theia yang sempat dirilis di tahun 2015.

KANALTIGAPULUH pun berkesempatan berbincang dengan Theia seputar karir bermusiknya, mulai dari bagaimana pemerintah Selandia Baru mendukung para seniman berkarya, pesan di  lagu ‘Roam’ dan juga pendapatnya ketika dibandingkan dengan Lorde dan Broods. Silakan simak interviewnya di bawah ini.

Sewaktu masih kecil, apa yang menjadi cita-cita kamu?

Saya memiliki banyak passion dan ketertarikan sewaktu kecil dan semuanya sudah dan akan tercapai. Sesuatu yang kreatif apakah itu teater, musik, dance atau seni sejak dulu selalu ada di benak saya.

Bagaimana kamu akhirnya terjun ke industri musik?

Saya telah bermusik sejak remaja dan memutuskan untuk benar-benar fokus di musik setelah lulus kuliah. I knew I had to give it the best possible push.

Apa yang membuatmu bahagia menjadi seorang singer-songwriter di Selandia Baru? Apakah pemerintah serius mendukung para artis?

Ada banyak plaform yang disediakan (Pemerintah Selandia Baru) seperti NZ On Air, yang memudahkan para penggiat di industri kreatif mengajukan pendanaan untuk projek yang mereka kerjakan. Saya kira kami sangat bersyukur berkat dukungan tersebut dan saya sendiri punya 3 lagu yang video musiknya didanai oleh pemerintah. Tidak semua orang bisa mendapatkan dukungan dana itu tapi setidaknya kami diberikan pilihan untuk mencoba.

Apa penyesalan yang pernah kamu alami di dalam karir?

Tidak ada. Own the decisions I make and learn from the mistakes.

Apa yang akan kamu kerjakan dan tinggal ketika tidak bermusik lagi?

Who knows, I’m still young! Saya ingin bahagia dan menyadari bahwa saya sedang berusaha dengan keras mencapai apa yang saya inginkan di hidup ini.

Apa kamu punya tempat atau waktu spesial untuk menulis lagu atau semua itu datang secara alamiah?

Kadang-kadang yang saya tulis pertama adalah melodi, kadang pula liriknya. Saya kerap menulis semua ide-ide yang muncul. Tidak ada cara ataupun formula tertentu.

Apa ketakutan terbesarmu? Apakah itu muncul di dalam musikmu?

Menjadi tidak bahagia. Saya berusaha memberikan yang terbaik dan membuat karya yang membuat saya bahagia maka itulah musik saya.

Kamu sedang dimana ketika menulis ‘Roam’? Apa yang sedang kamu hadapi saat itu?

Saya sedang berada di sebuah studio di Auckland setelah menyelesaikan sejumlah sesi di Australia dan Selandia Baru dan saya merasa kesepian dan tertekan. ‘Roam’ adalah tentang menemukan kekuatan diri, merasakan kedamaian dan ketenangan apapun masalahmu saat itu.

Apakah mungkin kamu terinspirasi oleh Oasis ketika menulis ‘Champagne Supernova’?

Bukan. Judul ‘Champagne Supernova’ terinspirasi dari buku yang ditulis Maureen Callahan yang saya baca saat itu, judulnya Champagne Supernovas tentang para pemberontak fashion 90-an seperti Alexander McQueen dan Kate Moss.

Saat membuat video musik untuk ‘Champagne Supernova’, bagaimana kamu mengomunikasikan gagasanmu kepada koreografer dan dancer? Apa yang ingin kamu sampaikan di video tersebut?

‘Champagne Supernova’ adalah tentang menghadapi kekuatan jahat di dalam diri, yang manjadi kontras antara gelap dan terang, grunge dan glamour. Treatmentnya sendiri digambarkan dengan gudang yang kotor berdebu dan keindahan tarian balet. Para dancers dari Royal New Zealand Ballet berhasil menempilkan keindahannya hingga tataran tertinggi, saya sangat bahagia dengan itu.

Fashion dan artistik visual video musik kamu memang selalu menarik – darimana kamu mendapatkan inspirasinya?

Idenya tergantung dari lagunya sendiri. Tapi bagaimanapun inspirasi fashion dan seni memang selalu influential bagi saya.

Banyak orang  mungkin akan membandingkanmu dengan Lorde dan Broods, apakah kamu senang dengan itu?

Jika kamu adalah perempuan, bisa menulis musik, dan berasal dari Selandia Baru, maka kamu cenderung dibanding-bandingkan dengan mereka. Saya bisa menerimanya karena mereka berbakat dan telah jadi penyanyi yang sukses, tapi saya percaya diri dengan karir yang sedang dijalani dan tetap menjadi diri sendiri.

Pertanyaan terakhir, siapa orang yang kamu kagumi?

Orang-orang yang bekerja keras, percaya dengan diri mereka sendiri dan berusaha lebih dari sekedar jadi yang biasa-biasa saja adalah mereka yang saya kagumi.

Author: Trian Solomons

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *