Menonton Film Animasi Karya Anak Malang di Lélakon ‘Tontonan dari Forum Animasi Malang’

Kamis (26/1) adalah momen kembalinya program Tontonan yang dihelat oleh Lélakon, komunitas pemutar film di Malang, setelah beberapa bulan lalu vakum. Lélakon kali ini bekerja sama dengan Forum Animasi Malang (FAM). FAM berdiri pada tanggal 28 Agustus 2015. Sebuah forum yang merupakan sekumpulan filmmaker animasi atau pelaku industri animasi yang berbentuk studio animasi, se-Malang Raya.

Program Lélakon kali ini, ‘Tontonan dari Forum Animasi Malang’, memutar film-film animasi pendek dari beberapa studio animasi di Malang antara lain, Experiment dan serial Indekos karya Yujin dari Roleplay Studio, Black Journey dari Astu Prasidya, dan Sang Supporter karya Cak Waw dari Pinkblues Studio, Joni Boni Puff 2: Gagak Hitam karya Moch. Zainuri dari Mocca Animation, dan Zlo (The Great Runner) karya Restu Nazanivis dari Engon Animation.

Diskusi setelah pemutaran dimoderatori oleh Dewi Ratna dan dihadiri tiga pembicara, yaitu Muhammad Andri Abdi alias Yujin Sick dari Roleplay Studio, Astu Prasidya yang akrab dipanggil Tooliq ini seorang sutradara animasi asli Malang, dan Restu Nazanivis selaku ketua FAM. “Animasi di Malang, sebenarnya sudah mulai bergerak sejak awal 2000an mulai, terhitung tahun 2001 sudah ada satu studio yang memproduksi,” ujar Tooliq. “Kendala-kendala yang mewarnai proses produksi dan paska produksi animasi tersebut, salah satunya adalah keterbatasan workstation untuk memproses animasi menjadi produk jadi. Meskipun begitu, ternyata order pembuatan animasi dari luar malang masih banyak berdatangan dan studio-studio animasi di Malang masih dipercaya untuk membuatnya,” tambah Restu.

Tooliq juga bercerita tentang pengalamannya saat menawarkan produk serial animasi ke televisi-televisi swasta di Indonesia. “Hal ini dirasa masih sulit karena mindset pihak televisi yang menganggap bahwa proses animasi bisa disamakan dengan stripping sinetron dan produk animasi di Indonesia ini dihargai murah,” tegas Tooliq. Berbeda dengan Yujin, ia bercerita soal proses produksi animasi yang dilakoninya dalam pembuatan Indekos. Proses produksi serial Indekos ini dijalani dengan santai, “Disempatkan ketika ada waktu luang pasca deadline pekerjaan dan kemudian diunggah ke social media seperti Facebook dan Youtube,” ungkap Yujin.

FAM sendiri keanggotaannya bersifat terbuka dan bahkan ingin menjaring sebanyak-banyaknya studio independen maupun animator independen untuk bergabung. Karena forum ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar studio untuk bersama-sama meningkatkan kualitas industri animasi di Malang Raya melalui sharing ilmu antar studio dan personal. Selain itu, FAM bercita-cita memasyarakatkan film animasi kepada khalayak umum.

Saat ini, informasi dari Forum Animasi Malang bisa diakses di Fanpage Facebook. Untuk informasi pemutaran dari Lélakon bisa diakses di Fanpage Facebook, Twitter, dan Instagram di @infolelakon.

(Visited 108 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment