Merdeka, Bung!, Bernasionalis bersama Sunday Market Surabaya

 IMG_7803

Pesona tanggal 17 Agustus terus berlanjut. Nampaknya momentum tersebut juga diambil oleh Soledad & The Sisters Co. salah satu penyelenggara event ternama di Surabaya, Sunday Market. “Merdeka. Bung!” diambil sebagai tema besar pada Sunday Market Vol.07 bertepatan dengan HUT Republik Indonesia 69 yaitu 17 Agustus lalu. Digelar di Surabaya Town Square Surabaya pada 16-17 Agustus, Sunday Market menghadirkan banyak inovasi baru yang selalu fresh untuk pengunjung melalui berbagai rangkaian acara yang disajikan.

Bertemu kembali dengan konsep fashion, food, art, and music kali ini Sunday Market menamakannya menjadi sedikit berbeda, berkesan lebih vintage dan hidup pada era terdahulu, Alek Kowalski (Project Manager of Sunday Market) menghadirkan pasar loak, pasar baru, jajanan pasar, dan pasar musik untuk hadir di dalam Sunday Market.

“Tak lupa, Sunday Market Records yang diluncurkan pada Sunday Market 06 lalu kami tampilkan kembali dengan meluncurkan album re-release dari Call Me Nancy, salah satu band shoegaze dream pop asal Surabaya. Ini semacam obat penawar pula bagi warga Surabaya yang mulai rindu pada mereka sejak kemunculan mereka 10 tahun lalu,” tutur Alek Kowalski.

Sunday Market kali ini semakin berani mengeksplore untuk bekerja sama dengan beberapa  komunitas di Surabaya yaitu Surabaya Tempo Dulu, Rooderbrug Soerabaia, dan Surabaya Punya Cerita yang mengisi obrolan sore mengenai Sejarah Indonesia, dihadirkan juga komunitas Pemudi’s dan Senopati yang bergerak sebagai komunitas sepeda udhug.

Lagi-lagi, Alek Kowalski otak dari Sunday Market mencoba untuk membuat sebuah trend dan mengubah mindset dari masyarakat luas mengenai dunia pertukangan. Apa korelasinya Agustusan dengan pertukangan?.

“Kami ingin memerdekakan mereka yang biasa disebut tukang menjadi sebuah profesi yang lebih layak yaitu seorang craftman maupun seorang seniman. Mengapa begitu? Karena ide dan pekerjaan mereka adalah sebuah mahakarya yang sangat mahal pada kenyatannya. Kami memberikan apresiasi tersebut dengan cara membuka sebuah kelas berbayar untuk masyarakat umum yaitu Lokakarya Kerajinan Kulit bersama Cetul, seorang seniman asal Yogyakarta,” tambah Alek.

“Menghadirkan pula Chief EconomistBank Indonesia yaitu Junanto Herdiawan di dalam obrolan sore mengenai Moneter, Ekonomi & Anak Muda. Hal ini sangat penting karena mengingat seluruh aktivitas yang kita lakukan saat ini sangat berkaitan dengan dunia moneter, khususnya budaya konsumtif dari anak muda, maupun masyarakat kelas menengah keatas,” kata Anitha Silvia, Media Relation of Sunday Market.

Selama acara berlangsung, siang hari pengunjung disuguhi dengan pemutaran film gratis yaitu “Naga Bonar” dan “Tjut Nya’ Dien”. Selain itu, sore hari semakin merdu ketika atrium Surabaya Town Square mulai diselingi dengan panggung musik keroncong yang dibawakan oleh Brandal Rencong.

SORE, White Shoes & The Couples Company, dan Call Me Nancy melengkapi serangkaian acara Sunday Market Vol. 07 lalu. White Shoes & The Couples Company yang sangat sering mondar-mandir di Surabaya ini memainkan beberapa lagu andalan mereka salah satunya adalah Tam Tam Buku. Panggung semakin panas ketika di akhir lagu Sari Sartje melakukan tarian serapah tanpa henti dan berteriak memekik, membuat para fotografer di depan panggung semakin sigap mengatur segitiga exposure pada kamera mereka demi mengambil moment yang menggemaskan.

Penantian penonton akan SORE yang sempat batal tampil pada beberapa bulan lalu di Surabaya kini dapat terobati. Memainkan 10 lagu andalan mereka yang diawali dengan lagu “No Fruits For Today”, SORE berhasil memanaskan panggung Sunday Market kembali setelah penampilan White Shoes & The Couples Company. Diakhiri dengan lagu yang dinyanyikan oleh Reza Dwiputranto (Guitar and Vocals), SORE menutup acara Sunday Market “Merdeka, Bung!” dengan perfect.

FYI, Sunday Market Vol.08 akan kembali lagi pada bulan Desember 2014 esok. So, be prepare, people. Sampai jumpa di Sunday Market berikutnya!.(dby)

(Visited 110 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment