_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/04/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/kelompok-penerbang-roket-dan-mooner-gelar-tur-ke-australia/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/kelompok-penerbang-roket-dan-mooner-gelar-tur-ke-australia/82dd5832-3e3e-45ba-ba48-820d82fb7f49/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Mondo Gascaro – Rajakelana

Menjadi dikenal sebagai seorang komposer dan orang yang bertanggung jawab dalam divisi aransemen dari band SORE, seorang Ramondo Gascaro nampaknya membuat sebuah keputusan besar dengan meninggalkan band yang sempat membesarkan namanya.

Dalam project solonya Mondo Gascaro nampaknya tetap membawa identitas dirinya dimana musik yang diaransemen olehnya tetap memiliki ciri khas tersendiri: Indonesiana, pemilihan lirik yang sederhana namun sarat makna, dan sedikit “berat” didengar bagi sebagian orang.

Lima tahun untuk mengerjakan 11 track lagu di album perdana Mondo Gascaro ‘Rajakelana’ tentu bukanlah waktu yang cepat. Sebagai sosok yang idealis, kreatif dan perfeksionis tentu wajar jika Mondo perlu waktu cukup panjang untuk mengerjakan materi albumnya.

Proses kreatif dari pengerjaan album ini sedikit tidak biasa, karena Mondo melakukan perjalanan ke beberapa tempat di pulau Jawa dengan tajuk #tropicaltrip, dimana dirinya menjadikan berbagai pengalaman dalam perjalanan sebagai ini inspirasi penulisan lirik dan membuat aransemen dengan mendatangi beberapa tempat yang kebanyakan adalah pesisir pantai di pulau Jawa.

Sempat mengikuti proses kreatif dan rekaman string section dari album ‘Rajakelana’ di Yogyakarta selama 3 hari, membuat saya sadar bahwa Mondo memang jenius, sangat detail dalam membuat komposisi musik, dan tidak canggung untuk melibatkan banyak pihak (orang baru) dalam proses kreatif dan produksi albumnya.

Yang membuat album ini menjadi spesial adalah adanya konsep kolaborasi yang cukup kental. Sebut saja nama Aprilia Apsari, Lafa Pratomo, Danilla Riyadi, Bonita, Jay Afrisando, hingga sekumpulan mahasiswa kampus ISI Yogyakarta yang mengisi string section di beberapa track album ini.

Dalam boxset albumnya, banyak ditemukan benda-benda sebagai hadiah personal dari seorang Mondo Gascaro. Sebagai contoh: biji kopi, kacamata kayu merupakan simbol dari  hal yang tidak bisa lepas dari sosok lelaki keturunan Jepang ini.

Secara garis besar, album ‘Rajakelana’ ini menawarkan balutan irama pop jazz era Indonesia 60-an (yang kemudian disebut Indonesiana) bagi para pendengarnya. Sebuah aransemen yang cukup tidak biasa di masa sekarang ini, dan hal ini membuat album perdana dari Mondo Gascaro layak untuk kamu koleksi, kamu dengarkan karena bisa dibilang ini adalah salah satu album musik lokal yang menjadi penanda kebangkitan musik Indonesia di era milenial ini.

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *