MORSCODE, Band Alternative Rock Asal Jakarta Merilis Double Single

YEA

Jauh sebelum bermusik dibawah nama MORSCODE, empat unit pria yang berasal dari Jakarta dan berkuliah di Bandung yang bernama Agam (vocal/gitar), Hendy (gitar), Tyo (bass) dan Dioma (drum) berada dibawah nama unit poppunk yang bernama ARMY OF ANTARCTIC. Tujuh tahun lamanya mereka bermain dibawah nama tersebut sejak SMP dan memutuskan untuk mengganti nama mereka dan mengubah alur musik mereka ke alternative rock setelah malang melintang di scene punk. “Sebenernya makin kesini tiap kita bikin lagu baru makin lebih explore dan udah gak terlalu punk lagi, arahnya makin meluas karena telinga kita juga makin dewasa dan referensi musiknya lebih luas” ujar Dioma sang pemain drum. “Butuh keberanian juga buat start dari nol dengan nama baru dan musik yang baru”, Agam menambah lengkap pernyataan Dioma mengapa mereka berganti nama dan pakem musik.

MORSCODE pada dasarnya adalah band alternative rock yang memainkan sound gitar noise rock beserta paduan melodic bassline. Mereka banyak terinspirasi dari band 90an seperti RIDE, SUNNY DAY REAL ESTATE bahkan sampai FOALS dan juga JIMMY EAT WORLD.

Dalam langkah pertama mereka berkreasi di industri musik indie mereka mengeluarkan dua single baru yang berjudul The Ceremonial Axis dan Solstice. Single pertama Morscode berjudul The Ceremonial Axis. Lagu ini adalah lagu pembuka, semacam intro untuk pendengar. Pemilihan judul The Ceremonial Axis berdasarkan kegemaran gitaris Hendy terhadap dunia arsitektur ala Baroque yang memiliki kekokohan dan kemegahan serta. Hal tersebut dia analogikan melalui musik di lagu ini. “Jadi seperti suatu jalan yang lurus dan satu titik di ujung
dari ceremonial axis dalam bentuk tata kota itu kan bersifat visual, di lagu ini gw coba bikin melalui representasi audio nya” ujar Hendy.

Single kedua mereka yang berjudul Solstice sebenarnya tidak mempunyai cerita tersendiri. Liriknya bercerita tentang dinamisme hubungan manusia. Pemilihan judul Solstice diakui Morscode sebagai pemilihan yang ceplas-ceplos karena dirasa asyik. “biar pendengar yang bikin representasi sendiri aja” menurut Hendy. Untuk tau lebih jauh tentang mereka, kamu bisa cek akun twitter MORSCODE di @morscodeband.(KA)

 

 

(Visited 173 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment