Musiklopedia: Musik Post-Rock

542418232c1f3916175b2d2aba397c9f

Kontributor: M Rizki Yanuar

Post-Rock adalah sebuah jenis musik yang hanya memainkan instrumen di dalam permainannya dan tidak ada yang bernyanyi tetapi seiring datangnya waktu musik ini bisa di bilang berkembang dengan cepat hingga memunculkan beberapa model Post-Rock yang berbeda dari definisi awalnya.

Tidak jarang para musisi yang bermain Post-Rock menggunakan alat-alat musik yang tergolong unik untuk mendukung kebutuhan mereka. Bisa di bilang ini salah satu jenis musik yang sangat experimental, tidak hanya itu saja beberapa dari mereka (band Post-Rock) ada yang memiliki lagu dengan nada-nada khas dan terkadang juga aneh. Aneh disini saya artikan sebagai sesuatu hal yang unik dan seru untuk di ikuti.

Istilah Post-Rock pertama kali di cetuskan oleh Simon Reynolds yang merupakan jurnalis musik istilah ini di cetuskan sewaktu dia mereview albumnya Bark Psychosis – Hex di tahun 1994, yang pada waktu itu definisinya “Memainkan musik bukan rock dengan instrumen-instrumen musik rock, dan lebih mengutamakan texture dan timbre daripada power chord.” berbeda pada jaman di lahirkannya Post-Rock, Post-Rock pada masa sekarang cenderung lebih modern dan sudah berubah atau berinovasi dari definisi awalnya, bahkan adapula yang bertolak belakang.

Ada beberapa generasi dalam post-rock:

Generasi pertama :  Tortoise, Bark Psychosis, Talk Talk, Cul de Sac, Slint, Flying Saucer Attack yang mana merupakan band-band generasi pertama yang sesuai dengan apa yang didefinisikan Simon Reynolds, “Memainkan musik bukan rock dengan instrumen-instrumen musik rock.” dengan memasukkan unsur-unsur yg berbeda dari masing-masing band, ada yang electronica, ambient, jazz, dll

Generasi kedua : Tahun 96 – 97, lahir sebuah band bernama Mogwai yang memainkan musik instrumental rock. Anehnya, Mogwai disebut band Post Rock juga. Yang kenyataannya musik mereka berbeda dari apa yang sudah didefinisikan oleh Simon Reynolds. Mogwai sendiri mengakui hal ini dan tidak suka dibilang Post-Rock.

Walaupun begitu, Mogwai merupakan salah satu template untuk band-band Post-Rock sekarang. Konsep Quite/Loud yang mereka pakai sudah menjadi formula/dasar dari musik – musik Post Rock sekarang. Begitu juga dengan the legendary Godspeed You! Black Emperor, yang menetapkan formula Crescendo, Chamber music ke Post-Rock modern.

Rata-rata lagu Post-Rock memiliki durasi yang sangat panjang, mungkin durasi yang panjang itu dibutuhkan agar dapat menyentuh perasaan para pendengarnya walaupun hanya dengan nada karena mungkin di rasa setiap perasaan seseorang tidak mudah untuk di masuki begitu saja dan membutuhkan waktu agar dapat menyentuhnya. Mungkin beberapa dari kalian masih asing dengan aliran musik ini, tetapi apa salahnya jika kalian mencoba mendengarkannya terlebih dahulu. Musik yang dimainkan bisa membawa emosi tersendiri bagi para pendengarnya mulai dari sedih, bahagia, teringat masa kecil, kesepian, bosan, dan lain sebagainya. Terkadang adapun sang pencipta yang sengaja merangkum beberapa emosi manusia dan di jadikan kedalam satu lagu. Banyak cara untuk menikmati musik ini, bisa di nikmati di alam bebas dimana situasinya benar-benar tenang, Disaat sebelum tidur, menikmati di balkon rumah di saat hujan, berkendara keliling kota dan masih banyak cara lainnya.

Pertama kali saya mendengarkan musik ini ketika masih kecil pada waktu itu saya masih belum tahu jenis musik itu, siapa yang memainkannya tapi yang saya rasakan “wow, ini musik yang sangat menyenangkan, sangat menenangkan, bisakah saya mendapatkan yang lainnya ?” Seiring berjalannya waktu saya akhirnya mengetahui bahwa itu adalah musik Post-Rock. Dan ada beberapa band yang saya sangat sukai Explosion in the sky (Texas, USA), Mono (Tokyo, Japan), Under The Bright The Yellow Sun (Bandung, Indonesia),Tre (Bandung, Indonesia) ,dan masih ada beberapa lainnya.

Punya referensi musik Post-Rock yang oke untuk kami? Langsung aja di share di kolom komentar ya 🙂

(Visited 3,000 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

9 Comments

  1. lokal: My Violaine Morning, Ansaphone, Burial of world, Aulodya simphony, Autumn Ode..etc

  2. Postrock dari Yogyakarta aku suka band yang namanya TISE, lagunya oke bangeet, dengerin pakek headset apalagi..bisa nangis kalau kebawa emosi.
    Kalau dari singapore saya suka Paris In The Making sama Anechis. Merekapernah tour di Indonesia.

  3. ZHIEND walaupun hanya band fiksi tapi keren-keren lagunya

  4. Post Rock, entah gimana ceritanya gue bisa love-death sama aliran musik satu ini, seolah hidup gue di takdirkan untuk mencintai post rock -lebay- hahahaha..

    Post rock ngebantu gue bisa fokus saat lg ngerjain deadline kampus maupun kantor, keren banget sumpah.
    My Fav itu GIAA, Code I, April Rain, The Best Pessimist dan If This Tree Could Talk, damn!!! Amazing song dude! thanks anyway bout the article 🙂

Trackbacks/Pingbacks

  1. Kita Anak Negeri | Sekilas Tentang Sejarah Musik Post Rock - […] Sumber referensi : kaskus.co.id, kanaltigapuluh.info, postrockjakarta-blog.tumblr.com […]

Submit a Comment