Musisi/Band Internasional Yang Tidak Bisa Kita Salahkan

Jauh menengok ke tahun 60an saat Perang Vietnam menjadi isu utama dunia dan Martin Luther Jr melantangkan pidato bersejarahnya, “I Have a Dream”, trend musik dunia saat itu, khususnya Amerika sebagai barometer industri musik yang saat itu didominasi oleh nama seperti Bob Dylan Jimi Hendrix, dikejutkan oleh sebuah band yang tumbuh dari Liverpool di Inggris, “The Beatles”.  The Beatles adalah contoh sempurna jika kita ingin berbicara tentang artis/musisi yang tidak bisa disalahkan secara musikalitas karena memang mereka mempunyai musikalitas yang sangat kuat.  Walau terdengar naif, The Beatles telah merubah cara kita mendengar dan menulis lagu secara drastis.  Melihat perjalanan industri musik sejak meledaknya the Beatles sampai saat ini, kita menjadi saksi bahwa musik memang berevolusi dan berinovasi.  Berbagai musik baru dirilis setiap minggunya dan di tengah berbagai inovasi tersebut bersyukurlah karena ada beberapa musisi yang hadir dengan gayanya sendiri.  Berikut ini beberapa musisi/band yang pada tahun 2014 ini tidak bisa kita salahkan kenapa mereka memilih jalan musiknya sendiri dan tentu daftar ini sangat mudah untuk diperdebatkan.(Mky)

1. Dashboard Confessional

dashboardconf

Sudah berapa album yang Dashboard Confessional rilis sejak debut album mereka, “The Swiss Army Romance” dirilis ke publik tahun 2000? Cukup banyak dan dari beberapa album yang mereka rilis, beberapa album terdengar sangat mengesankan dan telah mendefinisikan apa itu Dashboard Confessional.  Perpaduan suara Chris Carrabba dengan gitar akustik dan rasa sakit yang seakan terdengar dari rintihan suaranya seakan membuat kita percaya tentang cinta dan kehilangan cinta.  Semuanya dicampur menjadi suatu kesatuan yang dinamakan Dashboard Confessional dan suatu kesatuan itu memberi sensasi “It hurts so good” seakan-akan menjadi sedih adalah candu dan memberikan kepuasan tersendiri bagi anda.

Go listen: Screaming Infidelities, For You to Notice

2. Panic! At the Disco

panic-at-the-disco

Jika kita mendengarkan diskografi PATD sejak album pertama mereka A Fever You Can’t Sweat Out dirilis, kita akan mendengarkan range musik yang luas dan beragam.  Dari album teatrikal yang terdengar seperti Disney sweet heart macam A Fever You Can’t Sweat Out, album yang seperti sebuah festival dalam Pretty Odd, sampai sebuah musik dengan influence tahun 70s dan 80s dalam rilisan terbaru mereka Too Weird To Live, To Rare To Die.  Satu yang pasti dari mereka adalah musik yang mereka tulis lebih dari sekedar musik.  Album Panic! At The Disco adalah sebuah novel yang tidak bisa kita lewatkan tanpa membacanya.

Go listen: The Ballad of Monalisa, New Perspective

3. Twenty One Pilots

21-pilots

Twenty One Pilots seakan mencoba mengaburkan pandangan bahwa dalam satu album, antara lagu yang satu dengan yang lainnya harus mempunyai benang merah dalam hal ini jenis musik yang sama.  Saat anda mendengarkan Vessel, anda akan mendapati ukulele dimainkan, bahkan jangan kaget jika anda mendapati style techno dalam album tersebut.  Keberagaman suara inilah yang membuat Twenty One Pilots unik dan membuat banyak orang seperti ketagihan untuk terus menekan tombol repeat di playlist mereka.  Tyler Joseph dan Josh Dun adalah duo berbahaya yang jika anda biarkan terus menerus akan masuk ke alam bawah sadar anda dan menjadikan musik mereka terus terngiang di pikiran anda.

Go listen: House of Gold, Guns For Hands

4. fun.

 blog180612_fun

Mungkin beberapa dari anda sudah mengenal Nate Ruess dari band lamanya The Format, sementara beberapa orang seperti saya mengenal Nate Ruess melalui fun..  Fun. seakan menjadi sebuah panggung bagi Nate Ruess untuk mengekspose suara dengan range yang lebar.  Beberapa dari kita mungkin masih berusaha mempraktekkan bagaimana Nate Ruess menyanyikan atau lebih tepatnya melumat semua bagian dari lagu Some Nights di kamar mandi.  Adakah band lain yang berhasil memberikan emosi pada setiap lagu yang mereka mainkan secara utuh? Mungkin tidak banyak.

Go listen: Some Nights, Carry On

5. Lorde

lorde-billboard-650-430

Apa hal yang menarik dari Lorde? Usianya yang masih 17 tahun? Berasal dari New Zealand? Dua hal tadi sudah bisa menggambarkan bahwa banyak hal menarik yang dapat kita lihat dari Lorder dan tentu kita belum melihat semuanya.  Saat industri musik pop saat ini didominasi oleh Nicky Minaj, Miley Cyrus, Katy Perry, Lady Gaga, Lady Gaga, dan Lady Gaga, Lorde hadir seakan memberi kita sebuah zat adiktif baru, seperti judul albumnya Pure Heroine, untuk dinikmati.  Membandingkan Lorde dengan Nirvana, seperti yang terjadi di beberapa forum musik luar, mungkin terlalu berlebihan, namun tentu akan banyak hal hebat yang potensial untuk dikeluarkan penyanyi yang merebut hati jutaan orang dengan Royals ini.

Go listen: Royals, Team

6. The Wonder Years

the-wonder-years_2

Berbicara mengenai pop punk, sebuah genre yang sering dianaktirikan dan tidak dianggap lebih baik dibandingkan genre lain macam indie dan britpop, tidak berlebihan untuk menyebut The Wonder Years sebagai salah satu band terbesar dalam beberapa tahun terakhir.  Dimulai dari debut album mereka The Upsides tahun 2010 yang kemudian diteruskan oleh sophomore mereka Suburbia, I’ve Given You All and Now I’m Nothing yang menuai kesuksesan besar dan dilanjutkan dengan Greatest Generation tahun 2013, dapat kita katakan bahwa The Wonder Years telah merevolusi pop punk modern dengan energi dan riff yang lebih berat.  The Upsides (2010) sampai saat ini masih dianggap bertanggung jawab atas berubahnya landscape pop punk masa kini.

Go listen: Local Man Ruins Everything, Logan Circle

7. Touché Amoré

touche-amore-2013

Sebuah album tentang kehidupan, hubungan, dan cinta mungkin sudah banyak, namun adakah yang membawakannya seperti Touché Amoré? Berbicara mengenai album terbaru mereka Is Survived By yang dirilis pada tahun 2013, album yang saya rasa bisa diperdebatkan sebagai salah satu album terbaik di tahun tersebut, satu kata yang bisa menggambarkan adalah splendid.  Album tersebut menggambarkan bagaimana Touché Amoré berkembang secara progressive dan itu merupakan hal yang baik.  Ketukan drum dan permainan gitar disempurnakan oleh lirik yang dimainkan secara sangat baik oleh Jeremy Bolm, sang vokalis.  Seperti sebuah pepatah mengatakan, “Just let the music do the talking.”

Go listen: To Write Content, Harbor

8.  The 1975

1975_2564654b

The 1975 tahu caranya untuk menulis sebuah anthem yang akan membuat anda merasa nyaman.  Riff indie, tambahkan suara synth dan sebuah edgy lyric, bam! Sebuah perpaduan yang menarik.  Mereka akan membuat anda meminta lebih ketika anda mendengarkan musik mereka.  Cukup duduk dan nikmati bagaimana mereka memperlihatkan kepada anda tentang funk tahun 80an yang digabung dengan indie rock.  Perpaduan yang mungkin terdengar aneh secara sepintas namun dengan mudah akan dikenali.  Musik mereka akan memberi sebuah sensasi yang tidak bisa anda lupakan setiap kali anda mendengarkannya.  The 1975 telah merevitalisasi sebuah nostalgia keemasan musik di masa sebelumnya untuk menunjukkan rock and roll di masa mendatang.

Go listen: Sex, Chocolate

(Visited 1,698 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment