_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/04/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/bali-creative-week-2017-sukses-digelar/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/bali-creative-week-2017-sukses-digelar/img-20170430-wa0027/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Pameran Seni Rupa Menjadi Dewasa Itu Membosankan, Bentuk Respon Seniman Muda Yogyakarta Terhadap Lingkungan Sosial

01-teaser-media-sosial-diunggah-20-oktober-2016-kamis

Pameran seni rupa Menjadi Dewasa Itu Membosankan akan menampilkan karya-karya teranyar dari Adit Here Here, Putu Adi Suanjaya, Tejo Purnomo, Trianto Kotrek, dan Wayan Sudarsana. Pameran ini mengusung isu yang cukup kontroversial di mana muncul pernyataan sikap bahwa “menjadi dewasa itu membosankan.” Tidakkah kebanyakan orang ingin menjadi dewasa. Bahkan ada pula yang hanya menjadi tua dan mati tanpa pernah dewasa sama sekali. Apa penyebabnya? Hal ini menarik untuk disingkap.

Karya yang ditampilkan menawarkan berbagai sudut pandang. Adit Here Here menggambarkan tentang realitas kehidupan bernegara di Indonesia yang dikemas melalui humor tragis nan sinis. Sementara Putu Adi Suanjaya memaparkan permasalahan ruang yang dirasakan oleh masyarakat urban yang dijadikan narasi berwarna melalui sosok boneka.

Tejo Purnomo memperbincangkan tentang seni melalui produk budaya populer seperti komik. Baginya praktik mengonsumsi komik tak lagi distereotipkan dengan bacaan anak kecil, orang dewasa pun kini ikut membacanya. Sedangkan pada karya Trianto Kotrek melukiskan citra yang kekanak-kanakan yang tanpa logika. Tetapi dengan childish-nya karya tersebut menjadi seni yang utuh karena tidak ada usaha untuk mengidealisasikan bentuk dan sepenuhnya mencoba lepas dari kebiasaan. Tak ketinggalan lukisan Wayan Sudarsana yang terlihat begitu kentara bercerita tentang bagaimana imajinasi dalam proses kekaryaan. Idenya datang dari hal sederhana atau aktivitas mengamati sesuatu yang mungkin luput dari pengamatan orang.

Pembukaan     :    Rabu, 26 Oktober 2016

Pukul               :    19.00 WIB

Dibuka oleh    :    Bayu Widodo

Teks                :    Eka Novrian Nursyah

Performance   :    Tardjo Acoustic / Kiki Cobain

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *