Pandai Besi Tayang Di Bioskop Kelud Malang

IMG_4560

Tidak seperti acara musik kebanyakan Minggu 13 Oktober 2013 berlokasi di bangunan tua dan sangat legendaris yang menjadi primadona pada masanya di kota Malang yaitu bioskop Kelud, Malang Sub Pop mempersembahkan Pandai Besi kepada kaula muda Malang untuk pertama kalinya.

Pemilihan tempat sengaja dilakukan untuk mengingatkan dan membangkitkan lagi memori akan kejayaan Kelud pada masanya serta memberikan setuhan unik pada konser Pandai Besi kali ini, satu buah film lawas era 80an Arie Hanggara diputar dan sekaligus menjadi opening dari rangkaian acara, suasana kejayaan kelud dulu kala akhirnya terasa menyapa para penonton yang menikmati film berdurasi satu jam melalui tembok putih berukuran 16×9 meter yang dijadikan layar. Pelataran yang berada di antara layar dan tribun menjadi lahan terbuka yang dimanfaatkan untuk tempat nonton, dan sebuah stage yang memang disajikan untuk acara ini. beratap langit dan beralas beton namun penonton sangat antusias, langitpun cerah besanding bulan.

Acara dimulai pukul 7 malam, ratusan penonton telah memadati area bioskop Kelud sambil menikmati film lawas tersebut, kemudian dilanjut dengan aksi dari Oneding yang sekaligus menjadi pembuka dari gelaran konser Pandai Besi. Mereka membawakan empat lagu, dua lagu ciptaan, “senandung maaf” milik white shoes and the couples company serta satu lagu dari band legendaris The Beatles. Suasanapun mulai memanas mereka tak sabar lagi untuk menyaksikan tampilan berikutnya.

Tepat pada pukul 9 malam sang vokalis Cholil naik ke atas panggung dan menyapa para penonton yang riuh dengan personil terdahulu yaitu ERK, mereka membawakan “tubuhmu membiru… tragis” sebagai lagu pembuka kemudian dilanjutkan dengan 6 lagu lainya diantaranya jatuh cinta itu biasa saja, bukan lawan jenis, kamar gelap, lagu kesepian. Disela-sela pergantian lagu Cholil berinteraksi dengan penonton, dia mengaku senang bisa kembali menghibur Malang dan menceritakan bahwa mereka telah menyelesaikan konsernya di Surabaya kemarin, “ Malang dingin sekali, Surabaya banyak nyamuk” ungkapnya sambil tertawa. Aksi mereka memberi energi dan kehangatan serta mengakhiri kerinduan para penggemar ERK yang ingin berdendang bersama malam itu.

Acara kemudia berlanjut dengan penampilan yang sangat ditunggu oleh penonton, Pandai Besi akhirnya membaur diatas pangung, sebelum berdendang Cholil memperkenalkan Pandai Besi serta para personil didalamnya yang beranggotakan personel Efek Rumah Kaca itu sendiri, mereka mengajak gitaris, keyboardist, pemain trumpet dan dua vokalis latar perempuan sebagai pelengkap. Ujarnya proyek ini sebelumnya telah direkam di Lokananta Solo, Rekaman tersebut menghasilkan album “Daur Baur” yang telah dirilis melalui kaset, dan CD.

Pandai Besi membawakan 10 lagu dari ERK, tentunya dengan aransemen berbeda dan sangat riuh dari versi asli terdahulu, aksi panggung yang didukung dengan visualisasi dan Sajian screening yang dipersembahkan oleh Tromarama, berupa penggambaran dari tema lagu yang dibawakan menambah serunya konser tersebut, alhasil penonton sangat menikmati dan terhanyut dalam keseruan malam itu. Tak terasa telinga dimanjakan dengan lagu-lagu yang mereka bawakan, akhirnya “Menjadi Indonesia” menutup semua rangkaian acara konser Pandai Besi pada pukul 11.15 malam tadi. Para penonton mengaku sangat senang dengan performance mereka dan juga konsep unik yang telah di sajikan yaitu menonton konser di dalam bioskop yang sangat legendaris di kota Malang.(Pty)

(Visited 153 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment