Parahyena Gelar Showcase Album Perdananya

PARAHYENA

Dua tahun merupakan waktu yang dirasa tepat bagi Parahyena untuk melahirkan album perawannya. Setelah merilis 3 single di tahun-tahun sebelumnya yakni, Penari (2014), Ayakan (2015) hingga yang teranyar Di bawah Rembulan pada 1 Juli 2016 yang lalu, Parahyena melumcurkan album perdananya yang bertajuk ‘Ropea’.

Ropea mempunyai arti memperbaiki atau memperbaharui dalam bahasa sunda. Musik yang Parahyena tawarkan pada album ini adalah musik yang diperoleh dari beberapa unsur tradisi yang ditransformasikan menjadi sebuah karya yang unik.

Kata Ropea dipilih sebagai judul album karena beberapa lagu yang berada di album ini telah dibuat sebelum Parahyena berdiri dan kemudian diperbaharui dengan ciri khas Parahyena.

Ropea pun kami ambil dari asal kata rope yang berarti tali (dalam bahasa inggris), tali yang sifatnya mengikat. Dalam harapan, album ini dapat mengikat para personil menjadi satu kesatuan sebagai Parahyena itu sendiri, jelas Paahyena dalam siaran pers.

3 Agustus 2016 kemarin Parahyena resmi meluncurkan albumnya dalam bentuk awal yakni boxset dengan jumlah yang terbatas, ini diberikan sebagai wujud penghargaan Parahyena terhadap 50 orang pendengar pertama album perawan mereka.

Sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran album perawannya, Parahyena memutuskan untuk membuat sebuah mini showcase pada tanggal 16 September 2016 mendatang. Showcase tersebut merupakan buah dari kerjasama Parahyena dengan Lawangwangi Creative Spaces dalam kesempatan Music Chamber #12.

‘Ropea’ dilahirkan oleh Parahyena dan dibalut oleh kerjasama yang membahagiakan bersama Dimas Wijaksana ( Mr Sonjaya ), Rahul Sharma dari India, Luthfi Nurkamal, Gita Suara Choir, Hendri Ekek dan juga Yogi Arighi bersama dengan Ismah yang menggambar cover album ini.

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *