Pasar Seni ITB: Perjuangan Menunggu yang Terbayarkan

IMG_8051

Empat tahun berlalu, Pasar Seni ITB akhirnya kembali digelar. Sebuah acara seni terbesar se-Asia Tenggara yang selalu digelar pada masa-masa tertentu ini, kembali berhasil menyita waktu para khalayak untuk datang pada acara yang diselenggarakan pada tanggal 23 November 2014 lalu. Berlokasi di Universitas Institut Tekhnologi Bandung, tak juga menggentarkan niat para penikmat seni yang berdomisili di lain kota. Tak sedikit orang datang jauh-jauh demi menikmati acara ini. Ada yang datang dari luar kota, bahkan luar negeri demi Pasar Seni ITB 2014.

Pengunjung sangat dimanjakkan oleh karya seni-karya seni yang tersebar dibanyak titik. Pada pintu masuk Utara dan Selatan, terlihat tinggi menjulang tiga buah instalasi yang terbuat dari kayu bekas. Menyambut pengunjung yang datang melalui pintu tersebut. Tak jauh dari pintu masuk, karya seni lainnya sudah terlihat lagi. Dua buah monitor yang tertimbun pasir, dan sebuah alat gantung diri, yang terlihat ramai dikerubungi para pengunjung. Entah sibuk mengambil gambar ataupun menganalisa instalasi tersebut. Kembali berjalan, anda akan menemukan lukisan-lukisan bernuansa monochrome dan topeng-topeng menyerupai robot, menggantung dalam sebuah ruang kotak. Panitia tampaknya tak mau setengah-setengah untuk menyajikan karya-karya mereka, ditambah booth-booth para pekerja seni yang juga dengan berani memamerkan hasil karya mereka. Sebuah banner besar terpampang dengan gambar khas karya Amenk, seorang ilustrator Bandung yang terkenal akan karyanya yang rebel namun asik.

Tak hanya itu saja, kegiatan-kegiatan seni pun menyempurnakan acara ini. Aksi sulap, pantomim, tarian, dan lain-lain meramaikan acara ini. Tak lupa penampilan dari band-band indie seperti Matajiwa feat Hari Pochang, Kunokini, L’alphalpha, Frigi Frigi, Leonardo and His Impeccable Six, dan masih banyak lagi. Juga tampil, The Rollies sebuah band legendaris yang terbentuk di Bandung pada tahun 1967.

Selain kegirangan melihat instalasi dan kegiatan seni, panitia menghidangkan para pengunjung suatu pengalamn beda dalam menikmati karya seni. Mereka membuat aplikasi yang bernama “Mata-Mata Pasar Seni”. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Google Play dan App Store. Dalam aplikasi ini terdapat fasilitas, kamera, marka, dan tutorial. Pada beberapa titik, panitia menaruh simbol yang sebenarnya adalah sebuah animasi. Animasi ini hanya dapat dinikmati melalui aplikasi ini. Hanya dengan men-scan simbol tersebut pada kamera yang ada pada aplikasi tersebut, simbol-simbol itu berubah menjadi animas-animasi yang sangat menarik. Di depan gerbang menuju stand makanan contohnya, jika kita men-scan simbol tersebut, maka simbol itu berubah menjadi sebuah mangkuk mie bergambar ayam yang sangat besar. Lain lagi pada panggung utama, saat kita melihat latar panggung, kita hanya melihat sebuah layar dengan ilustrasi rumit yang unik. Namun, setelah men-scan simbol tersebut, terlihat sebuah jantung yang berukuran besar lengkap dengan urat syaraf dan denyutannya. Sungguh pengalaman menikmati seni dengan cara yang berbeda.

Antusiasme para pengunjung pun sangat luar biasa. Hal itu dapat kita lihat dari begitu panjangnya antrian diseluruh Booth dan Wahana Pasar Seni ITB. Antrian yang sangat panjang dari sisi kanan dan kiri untuk Booth Merchandise. Antrian juga terlihat pada Wahana Museum Satu, Wahana Tak Kenal Maka Tak Sayang, Wahana Hutan Ingatan, Semestarium, Fast Art dan Kotak Kontak. Walau hujan mengguyur dan merusak beberapa karya, pengunjung tetap terus bertambah memadati Pasar Seni ITB. Sejauh mata memandang, hanyalah manusia. Acara ini luar biasa ramai. Ditambah stand industri kreatif yang tak hanya datang dari Bandung dan Jakarta saja, tapi juga dari Jogjakarta, Surabaya, dan Malang, yang tak bisa dihiraukan begitu saja. Dan tentu saja stand makanan yang selalu ramai pembeli.

Pada akhirnya penantian empat tahun ini terbayar lunas dan agak sedikit basah. Sepatu yang kotor karena tanah, celana yang terkena cat luntur dari lukisan yang basah, dan kaki pegal berkeliling arena, benar-benar kalah telak dengan kemegahan ide-ide para panitia yang berhasil mereka realisasikan. Tak sebanding dengan kemanjaan yang diberikan oleh panitia dengan kemeriahan inovatif dan mengejutkan yang membahagiakan ini.(Yn)

(Visited 184 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment