Pathetic Waltz & Fisip Meraung Keluarkan Rilisan Kaset di Record Store Day 2015

unnamed

Skena musik Solo 5 tahun belakangan mulai menggeliat dan memunculkan talenta – talenta yang menjanjikan. Di mana talenta tersebut tidak hanya muncul dari lingkup musik cadas saja yang sebelumnya berhasil melahirkan band macam Down For Life dan Bandoso.

Dari bawah tanah Karanganyar, menyeruaklah Pathetic Waltz yang memainkan musik pop dengan berbalut rock yang sesuai pada porsinya. Pengaruh Stone Roses, The Cure, hingga Pure Saturday dan band – band 90’an ala Alternative Nation tak bisa dipungkiri tersemat dalam nada dan aransemen di tiap lagu gubahan dari Alta, Didit, Getta, Bowo dan Boni. Dan dengan segala keterbatasan daya dan upaya, mereka merekam, mixing dan mastering sendiri lagu – lagu yang akan masuk dalam debut albumnya.

Selain itu ada pula Fisip Meraung yang menawarkan musik singkat nan sederhana dengan semangat punk rock dan lirik bahasa Jawa yang menabrak dan memporak porandakan definisi “cool” di skena. Kepopuleran Topik, Amek dan Radius yang sudah merilis 10 album dalam berbagai format ini, bukan tidak mungkin menjadi “ancaman” bagi Pecas Ndahe sampai Didi Kempot dan menjelma jadi salah ikon selanjutnya dari kota Solo setelah Reco Gladak.

Dengan banyaknya band yang bertalenta, bukan berarti segala sesuatunya berjalan lancar dan dinamis. Masih ada kegelisahan yang perlu diluapkan. Sedikitnya label rekaman di kota Solo, membuat Al Djarzilla dan Uncle Bowl sepakat berkonspirasi mengajak Jalu 80’s serta Karkatuar membentuk sebuah unit label rekaman bernama Rambo Wadon Records dengan misi menguasai dunia. Dan mengawali langkah dengan merilis debut self titled album Pathetic Waltz yang berisi 8 lagu dan Greatest Hits Fisip Meraung yang berisi 14 hits terbaik mereka.

Kedua album tersebut akan dirilis sebanyak masing – masing 50 pcs dan dijual seharga Rp. 35.000,-. Untuk pemesanan dan komunikasi lebih lanjut mengenai rilisan tersebut, bisa menghubungi melalui [email protected].(PR)

 

(Visited 109 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

1 Comment

Submit a Comment