_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"kanaltigapuluh.info","urls":{"Home":"http://kanaltigapuluh.info","Category":"http://kanaltigapuluh.info/category/nowplaying/","Archive":"http://kanaltigapuluh.info/2017/05/","Post":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/","Page":"http://kanaltigapuluh.info/redaksi/","Attachment":"http://kanaltigapuluh.info/neck-deep-umumkan-album-ketiga-the-peace-and-the-panic/neck-deep/","Nav_menu_item":"http://kanaltigapuluh.info/culture-art/","Wpcf7_contact_form":"http://kanaltigapuluh.info/?post_type=wpcf7_contact_form&p=1161"}}_ap_ufee

Pelem Ukulele, Terobosan Baru Enterpreneur Muda dalam Pembuatan Ukulele di Indonesia

img_0102

Foto: Dokumentasi pribadi Pelem Ukulele

Saat ini industri kreatif di Indonesia sudah berkembang dengan sangat pesat, salah satunya adalah industri pembuatan alat musik. Di Indonesia sendiri, lebih tepatnya di Yogyakarta terdapat sebuah industri kreatif yang khusus memproduksi alat musik ukulele, yaitu Pelem Ukulele.

Seperti apakah Pelem Ukulele tersebut yang ternyata kualitas produknya sudah diakui hingga tingkat internasional? Simak interview kami bersama orang dibalik Pelem Ukulele, Wafiq Giotama yang juga bermusik bersama band Answer Sheet dan juga Fadil Firdaus berikut ini.

Pelem Ukulele terbentuk sejak kapan?

Ogik: Pelem Ukulele dibentuk sejak tahun 2010 namun mulai beroperasi 2011.

Siapa saja orang dibelakang Pelem Ukulele?

Ogik: Di Pelem Ukulele ada dua orang yaitu saya dan Mas fadil. Kalau saya lebih ke bagian marketing, dan mas Fadil lebih ke bagian produksi.

Kenapa dinamakan Pelem? Dan selain Ogik apakah founder yang lain juga seorang musisi?

Fadil: Produksi kami dulu memang awalnya menggunakan kayu mangga. Kebetulan kayu mangga juga salah satu kayu kelas premium untuk ukulele.

Ogik: Iya, kebetulan mas Fadil dulu adalah seorang gitaris additional di sebuah band nasional dan juga seorang sound engineer.

Fadil: Selain itu kami juga punya harapan kedepan untuk membuat ukulele tidak perlu menebang pohon di hutan, namun juga bisa di rumah mengingat pohon mangga di Indonesia cukup banyak ditemukan.

dsc02058

Sebagai enterpreneur muda, apa yang mendasari kalian berani berbisnis memproduksi alat musik seperti ini?

Ogik: memang waktu itu belum ada yang memproduksi ukulele di Indonesia. Saya punya ukulele dari luar negeri yang bisa dibilang harganya cukup mahal. Kebetulan dulu mas Fadil punya studio dan saya coba-coba rekam di situ. Menurut kami hasilnya kurang memuaskan.

Fadil: Setelah dilihat ternyata spesifikasinya belum all solid. Sudah lumayan tapi belum maksimal. Sedangkan harga ukulele sengan spesifikasi all solid wood hanya ada dari luar negeri dan cost nya cukup tinggi. Akhirnya saya pun bertekad untuk membuat sendiri.

Alat musik apa saja yang kalian produksi?

Fadil: Kami berfokus di Ukulele dari ukuran soprano, concert, tenor dan baritone. Selain itu saat ini kami juga membuat guitalele.

Di Indonesia sendiri apakah peminat ukulele cukup tinggi?

Ogik: Semakin tahun semakin meningkat. Skena ukulele di Indonesia semakin lama semakin banyak karena adanya beberapa komunitas seperti Ukeba di Bandung, Ukesub di Surabaya, dan Jakarta Ukulele.

Kenapa alat musik yang dikerjakan spesifik ke ukulele saja?

Fadil: Selain karena spesialisasi kami disitu, kami berusaha memaksimalkan penggunaan kayu. Mengingat ukulele memiliki body yang lebih kecil, maka kayu yang dibutuhkan lebih sedikit. Tidak jarang kami menggunakan kayu sisa pembuatan gitar.

Pengembangan seperti apa yang akan dilakukan Pelem Ukulele kedepannya?

Ogik: Kami akan membuat beberapa alat musik baru seperti guitar junior dan ukulele bass. Tapi yang sedang kami kerjakan adalah mencari metode dalam meninkatkan produksi agar harga dapat ditekan namun kualitas tetap terjaga.

Teknik memproduksi alat musik di Pelem Ukulele dilakukan secara manual (handmade) dan secara otodidak atau bagaimana?

Fadil: Belajar secara otodidak namun kami juga membaca berbagai macam referensi dan berdiskusi dengan forum-forum internet luar. Tentunya dengan pengembangan kami sendiri.

Konsumen Pelem Ukulele sendiri sampai saat ini dominan dari mana? 

Ogik: Masih dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya. Beberapa ada juga dari Korea, Belgia, Amerika Serikat, Canada dsb. Beberapa musisi juga sudah menggunakan produk kami seperti Arum dari Tetangga Pak Gesang, Fadli Padi dari Musikimia, Aiyu Traya yang kemarin turut berpartisipasi dalam konser tunggal Silampukau, serta Ivan Penwyn dari Payung Teduh.

Pertanyaan terakhir, 10 tahun kedepan Pelem Ukulele akan menjadi seperti apa?

Ogik: 10 tahun kedepan pelem ukulele bisa berproduksi secara masal, berpabrik dan tetap melayani pecinta dan penikmat ukulele.

Fadil: Tetap berkarya membuat ukulele dan menjadikan pelem sebagai paramater ukulele di Indonesia.

img_0174

 

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *