Pemenang Go Ahead Challenge 2016 Siap Lepas Landas

Munculnya talenta-talenta baru di bidang seni yang berhasil memperkenalkan dan memamerkan karya seni melalui sebuah pameran tak lepas dari dukungan berbagai pihak kolektif seni dan art space sebagai fasilitator. Go Ahead Challenge sebagai salah satu wadah bagi para penggiat seni kreatif untuk mengekspresikan karya seni mereka di empat sub-kultur yaitu seni visual, fotografi, musik, dan style ini menghadirkan sebuah pameran seni kolektif dari empat seniman berbakat keluaran Go Ahead Challenge 2016 yang digelar di Hall A4, Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran.

Sebuah pameran berjudul “ONboarding” Go Ahead Challenge – Winner 2016 Exhibition memamerkan empat karya seni visual yang memiliki tema dan kekuatan narasi yang disampaikan melalui eksperimentasi medium yang berbeda-beda. Tema-tema yang diangkatpun beragam seperti ketahanan pangan, kehidupan nelayan Kulonprogo, hingga tema personal seperti bagaimana proses kerja otak dari seorang desainer.

“Gagasan dan tema “ONboarding” ini mengacu kepada perkembangan dari empat pemenang Go Ahead Challenge 2016 setelah melewati proses pembelajaran dalam berkarya yang sekarang ini sedang menapaki awal karir mereka. Empat pemenang yang memiliki latar belakang seni berbeda yaitu musik, visual arts, fotografi, dan style, ditantang untuk mengeksplorasi ide mereka lebih jauh lagi agar dapat dipresentasikan secara visual, dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah,” kata Saleh ‘Ale’ Husein selaku kurator dari “ONboarding Go Ahead Challenge – Winner 2016 Exhibition dan perupa yang sukses menggelar pameran di Singapore Art Museum tahun 2016.

Ale yang sebelumnya juga ikut mengkurasi karya dari empat seniman di pameran sebelumnya yaitu Artospora 2016, mengaku bangga dengan kemajuan berkarya yang terlihat di pameran kali ini, mereka mampu menjawab setiap tantangan dari Go Ahead Challenge. Seperti John Martin dari sub-kultur style, yang fokus di  fashion design dengan gaya futuristik, mampu membuat instalasi dari jalinan bambu sebagai bentuk otak manusia yang di dalamnya terdapat busana serta benda-benda lain yang merefleksikan cara kerja seorang desainer art fashion.

Yulio Onta dari sub-kultur musik, pemain bas dari band Piston ini berkolaborasi dengan tiga illustrator untuk mempresentasikan lagunya yang berjudul Menuju Ketiga, melalui sebuah ilustrasi gambar. “Di pameran kali ini, para mentor dan kurator betul-betul mengarahkan proses kreatif kami untuk lebih fokus kepada konsep dan narasi yang ingin disampaikan dan sebisa mungkin tidak dibatasi dengan satu bidang seni tertentu, kayak gue yang selama ini fokus di musik aja. Tapi di “ONboarding” gue didorong dan ditantang untuk eksplorasi bidang seni lain dan melihat lebih dalam lagi dari bagaimana sebuah proses berkarya bisa berjalan dengan konteks sosial dan lingkungan di sekitar kita.” kata pemain bas kelahiran Jakarta ini.

Kedekatan dengan isu sosial tertentu turut digambarkan oleh Badar dari sub-kultur fotografi yang terbiasa berkarya melalui foto dan video, maupun Iwe yang mewakili sub-kultur seni visual. Badar kembali mengangkat beras untuk tema karyanya kali ini, baginya beras sebagai bahan pangan nasional memiliki isu yang kompleks yang ia sampaikan melalui tiga buah video berbeda. Sedangkan Iwe mengangkat kisah para nelayan dari daerah asalnya yaitu, Kulonprogo. Ia menggunakan metode potong-tempel dan barang temuan untuk menarasikan kembali kondisi dan memori para nelayan yang sudah vakum beraktivitas akibat perubahan iklim dan faktor eksternal lain.

“Kami berharap melalui pameran “ONboarding” dapat menunjukkan kepekaan serta kematangan kami dalam melihat berbagai objek sebagai bahan referensi berkarya. Kemampuan ini jelas terbentuk melalui perjalanan kami selama di Go Ahead Challenge, baik dari diskusi, mentoring, hingga kolaborasi dengan para seniman senior hingga perjalanan belajar kami di Amsterdam. Berkat dukungan Sampoerna A, kami menjadi lebih berani untuk berekspresi.” kata Iwe.

Tepat sebelum mempersiapkan “ONboarding” Go Ahead Challenge-Winner 2016 Exhibition, keempat seniman telah mengikuti program residensi di Amsterdam, Rotterdam, dan Eindhoven selama satu minggu penuh. Mereka berkesempatan mengunjungi berbagai museum, galeri seni, maupun tempat ikonik lain yang beberapa di antaranya sedang menggelar pameran baik dari artis lokal maupun internasional. Mereka juga mengikuti workshop sesuai fokus seni masing-masing, seperti Iwe yang sempat mencuri ilmu dari salah satu seniman Rotterdam, Kazuma Eekman. John Martin saling berbagi ide dengan Ika Putranto, perancang mode Indonesia yang aktif berkarya di Amsterdam. Badar yang sempat berbagi teknik dengan Nora van der Steeg, fotografer asal Belanda. Serta Yulio Onta yang diberi kesempatan untuk siaran radio oleh seorang produser musik di Amsterdam, Rosa Ronsdorf.

“Berbagai kesempatan yang telah didapatkan oleh keempat pemenang Go Ahead Challenge tersebut merupakan bekal mereka untuk lepas landas ke dunia seni yang lebih luas. Setelah mereka, gue berharap akan lahir lagi talenta-talenta baru yang berani untuk mengekspresikan karya seni mereka di Go Ahead Challenge 2017 yang sekarang ini udah bisa diikuti sampai bulan Juni nanti dan lo bisa langsung cek goaheadpeople.id buat lo yang haus akan tantangan dan wadah untuk berekspresi,” ungkap Ale.

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *