Pementasan “L’histoire du Soldat” Digelar di Teater Salihara, Jakarta

DSC_3814 - ed

L’histoire du Soldat Merupakan sebuah cerita yang berangkat dari cerita rakyat Rusia The Runaway Soldier and The Devil karangan C.F. Ramus dan Igor Stravinski tahun 1918 dengan latar Perang Dunia Pertama yang kemudian di adopsi oleh Seorang koreografer sekaligus penari keturunan Indonesia-Belanda Gerard Mosterd dan diperankan dalam versi jawa oleh tiga orang penari yakni Rury Avianti, Hendro Yulianto, dan Siko Setyanto di Teater Salihara pada Sabtu malam (12/7).

Pertunjukan L’Histoire du Soldat ini merupakan pertunjukan yang terdiri atas penggabungan antara sastra, seni teater dan seni tari. Narasi yang di bacakan oleh Aktor kawakan Rudy Wowor dilengkapi dengan properti wayang dan sebuah botol minuman lalu berpadu dengan mimik muka, gerakan dari penari serta musik pengiring, mampu merepresentasikan tentang cerita perjuangan seorang prajurit tentara bernama Yusuf yang menjual jiwanya kepada iblis.

Namun berbeda dari pementasan sebelumnya pada pagelaran Indonesian Dance Festival yang di gelar dua tahun silam, kali ini penyair dan esais Goenawan Mohamad mengubah teks narasi agar terlihat lebih luwes dangan para penonton jika dibandingkan dengan versi sebelumnya. Terbukti pada pertunjukkan malam itu, para penonton dapat menikmati pertunjukan tersebut dari awal hingga akhir dan tidak jarang dari mereka dibuat tertawa oleh adegan dari penari maupun narasi yang dibacakan.(Adhy/Photos: Witjak Widhi Cahya)

(Visited 258 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment