Penyerahan Penghargaan Nominator Musik Tradisi Baru Menutup Festival Musik Tembi 2015

penyerahan penghargaan kepada peserta MTB 2015

Sabtu, (23/5) Festival Musik Tembi 2015 sampai pada gelaran hari ke-3nya. Tidak hanya menampilkan line-up musik, di hari terakhir ini ada program Bincang-Bincang Musik. Acara ini diselenggarakan siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB. Tiga pengamat musik dihadirkan untuk membicarakan mengenai identitas kultural dalam musik Indonesia dan bagaimana musisi seharusnya merespon isu ini. Mereka adalah Rizaldi Siagian, seorang etnomusikolog; Frans Sartono, jurnalis musik “Harian Kompas” dan Erie Setiawan, seorang Musikolog.

Rangkaian acara berlanjut ke Panggung Komunitas yang diisi oleh Soundcloud YK dan Sadhar Jazz. Program ini adalah usaha Forum Musik Tembi (FoMbi) untuk merangkul pegiat musik yang lebih luas. Menempati pendopo, panggung komunitas dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Komunitas Soundcloud YK menampilkan 2 grup, yaitu V Project dan Cooking Spinach. Dua grup ini tampil membawakan cover version dari beberapa musisi dalam dan luar negeri “Di Balas dengan Dusta” dari Audy dan “Spurs” dari Depapepe. Sadhar Jazz lalu melanjutkan kemeriahan Panggung Komunitas dengan membawakan dua repertoar, yaitu “Kerontang Jagatkarta” dan “Senja Merona”.

Malam terakhir Festival Musik Tembi 2015 dibuka dengan penampilan enerjik dari Hip Hop KM 7. Membawakan empat lagu, Hip Hop KM 7 merentetkan lirik tentang Jogjakarta. Salah satunya adalah “Jathilan” dan “Bumi Menangis”. Penonton yang sudah memadati pendopo lalu digiring berpindah ke Museum Tembi Rumah Budaya yang jadi venue ke-2. Di Museum, Thambunesia sudah bersiap dengan permainan sape. Musisi bertubuh tambun ini mengekplorasi permainan sape menjadi sajian musik kontemporer. Malam itu Thambunesia membawakan tujuh repertoar, di antaranya “Urau Kuwa”, “Homesick Mess” dan “Loving You”.

Selain penampilan musik, hari terakhir Festival Musik Tembi 2015 juga menjadi malam penghargaan untuk nominator Musik Tradisi Baru 2015. Musik Tradisi Baru adalah laboratorium yang dimaksudkan untuk mencari identitas musik Indonesia. Dari tujuh grup musik yang tampil di hari ke-2, lima kelompok yang akan diberi penghargaan. Mereka adalah Kemlaka, Ruas Bambu, Kelu, Subkultur Artifisial dan Bhatara. Lima kelompok ini akan masuk dalam album kompilasi Musik Tradisi Baru 2015. Penghargaan ini diserahkan oleh phak Tembi di Amphiteathre.

Sebagai pamungkas, penampilan Individual Life dan SANTAN (Sanggar Tari Aneuk Nangroe). Ratusan penonton memadati tribun Amphiteathre Tembi. Selepas penghargaan MTB, Individual Life mulai menggeber musik ambient rock mereka. Meski hanya bermodal alat-alat musik gesek, nada-nada garang menyuara. Meruangkan mood maskulin yang indah di venue outdoor Tembi ini. Individual Life memainkan tiga repertoar. Sebagai pamungkas, SANTAN menampilkan tarian berjudul “Tarian Lilikok Pulo”. Tarian rancak asal Aceh ini berisi lirik-lirik pembuka, kisah zaman nabi dan nasihat-nasihat. Tepuk tangan membahana memungkasi gelaran Festival Musik Tembi 2015. (PR)

(Visited 129 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment