Pesta Pora Vicious Divine di Rumah Rimba

AJT1

13 Desember 2014 adalah hari yang membahagiakan untuk band asal Blitar, Jawa Timur Vicious Divine, yang mana mereka melaksanakan Release Party Debut EP  yang berjudul Loathe.

Rumah Rimba menjadi saksi bisu pesta pora malam hari itu.  Ruangan utama yang kurang lebih berukuran 6mx14m sudah bukan lagi ruangan bersih dengan tembok coklat dan lantai yang rata. Ada panggung setinggi 1m dengan lightning disekitarnya. Tak luput dari pandangan semua orang yang datang ke venue ada Graffiti bertuliskan Vicious Divine dengan warna dominan Merah, Kuning, Hijau menyambut di belakang Gerbang Masuk Rumah Rimba yang digambar oleh FJS. Di depan ada Booth kecil dengan sofa sofa yang berhias lampu lampu kecil yang digunakan teman teman untuk bersantai sebelum masuk ke venue dan tepat disamping gerbang ada lapakan kecil yang tentunya menjual Rilisan fisik dari band band lokal seperti AJTHC dan Bully Brat yang baru merilis Debut Album mereka ikut serta juga beberapa Rilisan keren dari Arabian Records Sidoarjo. Acara dimulai pukul 20.00, Molornya acara 2 jam dikarenakan pemadaman listrik oleh PLN sejak pukul 09.00 hingga 17.00.

Afterschool And Trouble Kids band asal Malang ini membuka gigs kurang lebih pukul 20.00. Mereka membawakan Easycore dengan tempo cepat dengan menyelipkan part breakdown yang pas dan disusul tapping guitar yang sangat enak dilihat mata maupun dinikmati telinga. Di lagu terakhir, yang kalau tidak salah berjudul “Transfusi Nasionalisme” mereka melakukan aksi Featuring bersama Kevin yang masih aktif sebagai member band Pop Punk veteran Malang yaitu Brigade 07 wuhuuu. Audience (termasuk saya) masih angguk angguk sambil malu malu mau moshing.

Yang kedua adalah Freeday Friday, masih dari Malang juga. Pattern Scream yang dominan Inhale disana sini. Mereka menyelipkan cover song dari Beartooth yaitu “The Lines” sontak saya dan beberapa teman teman bergegas maju dan ikut Sing Along sekeras mungkin. Bayu Vokalis Crushed Of Flower pun merebut mic nganggur di bibir panggung dan bernyanyi dengan aksi gila ala Jason Butler. Freeday Friday sukses mencairkan suasana malu malu mau di venue.

Selanjutnya adalah band yang benar benar nakal dan liar dari Blitar, Bully Brat. Riff guitar rock n roll disusul drum dengan tempo yang cepat, sebut saja mereka adalah perpaduan dari NOFX dengan riff guitar ala ZZ Top  dengan tempo yang lebih cepat dan sound yang lebih tebal dan tentu saja dengan distorsi yg sangat keren sekali.  Set List panjang mereka berakhir dengan ajakan El Topano untuk menghafal alphabet dan single kedua mereka berjudul “The Alpha Zee” yang diambil dari album perdana mereka “Yeah” menjadi penutup aksi panggung mereka kali ini.

Lanjut ke unit post-hardcore asal Malang Crushed Of Flower. Mereka melakukan prepare cukup lama sembari menyiapkan 2 banner kecil yang berdiri gagah di kiri kanan panggung. Dibuka dengan sangat meriah oleh sang vokalis. Frontman cakap nan gila layaknya Jason Butler dari Letlive ini mampu membius audience yang duduk2 dibelakang untuk maju dan ikut headbang bareng di depan panggung. Lagu berjudul Setaramata yang ada di setlist mereka sekaligus akan menjadi Judul Album perdana mereka yang kabarnya akan dirilis tahun depan amin. Riff guitar yang sangat impresif dengan tempo dan beat yang sangat berat dan didukung sound guitar yang sangat berat pula berhasil merogoh telinga saya.

Kurang lebih pukul 22.00 quartet Rock Surabaya Timeless prepare dipanggung setelah penampilan Crushed Of Flower selesai. Terdengar seperti Jawbreaker dengan perpaduan Band HC Pop Punk ala Title Fight dan tak luput juga sound ala Turnover terdengar di musik mereka. Timeless adalah Band dengan musik rock yang tak lepas dari attitude punk. Mereka membawakan 6 lagu, 4 lagu dari EP pertama mereka yang berjudul “We Believe For What We Do Is Timeless” dan 2 lagu Cover. Lonesome Street menjadi nomor pembuka mereka, dilanjutkan dengan Reminisce, dan tibalah kita di Cold Summer, lagu dengan judul ironi ini berhasil memaksa kami untuk tidak malu-malu berstage dive kesana kemari. Dilanjut dengan 2 lagu cover dan lagu pamungkas mereka selanjutnya ada Cool Kids And Bad Crooks! Untuk kedua kalinya moshpit pecah lagi!

Tinggal 1 band lagi sebelum Vicious Divine menutup keseluruhan acara ini. Sekarang saatnya AJTHC untuk menghempaskan audience ke udara. Band yang bisa disebut sebagai band Hardcore Terbaik di Blitar ini baru saja merilis Debut Album pertama mereka New Born Fire yang sebelumnya telah merilis 1 EP 2010 silam. Baru saja mereka selesai prepare sudah banyak sekali tubuh tubuh manusia beterbangan keseluruh sudut Rumah Rimba. Lagu lagu baru dari album baru mereka dibawakan dengan rapi dan hebat tentunya! Api memang pantas menjadi bagian dari diri mereka. Nomor nomor lama seperti Big Mouth dan Wake Up Blitar Hardcore mereka bawakan dan sukses membuat Mic menjadi sasaran empuk untuk puluhan mulut yang ada di Venue. When We were One tidak lupa mereka masukkan di set list mereka. Lagu Cover dari Band Hardcore veteran asal Blitar Battle For Freedom. Dan Miles Away dari Your Demise menjadi lagu penutup mereka.

Vicious Divine akhirnya menjadi penutup pertunjukan pada malam hari itu. The Whisper menjadi nomor pembuka pada penampilan kali ini. Kelana masuk menyusul intro dari lagu tersebut. Kepala plontos layaknya Jake Luhrs dan scream berat dan kuat darinya berhasil membuat adrenalin meningkat. Tanpa basa-basi dan sepatah katapun track ke 2 dari kami yaitu Romance Dawn langsung menyambut pesta pora di moshpit. 2 lagu selesai dengan begitu cepatnya. Lagu Bombed but not Broken ada di urutan ke-3 di set list kami dan berhasil membuat beberapa orang ikut ber sing along. Dilanjut dengan Black Box. Akhirnya tiba juga di lagu terakhir yang berarti gigs ini akan segera berakhir. False Horizon adalah lagu terakhir kami yang mana Artwork dari lagu tersebut adalah desain dari T-shirt Vicious Divine yang bisa dibeli dilapakan depan venue. Gigs ditutup dengan sesi foto bersama dan makan-makan di halaman samping venue.(Delpi Suhariyanto)

 

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *