Popcon Asia 2015, Ajang Perayaan Kekayaan Intelektual Lokal Berkualitas Internasional

12

Untuk memberikan apresiasi dan wadah bagi para pelaku industri kreatif lokal bertaraf internasional, festival popular culturetahunan terbesar di Asia, Popcon Asia 2015, akan kembali digelar pada 7-9 Agustus 2015, yang akan dihadiri oleh pengunjung dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, Australia, Jepang, Perancis, Malaysia, Thailand, Korea, dan Filipina. Acara ini merupakan proyek bersama antara beberapa perusahaan yang bergerak di industri kreatif seperti Revata, Fabula, Kibar, Kreavi, Layaria, Pionicon, dan Plastic Culture. Selama tiga hari, Popcon Asia 2015 yang juga didukung oleh oleh Korean Cultural Center (KCC), Institut Français d’Indonésie (IFI), dan Akademi Samali ini menargetkan tidak kurang dari 200 eksibitor serta 35.000 pengunjung.

Mayumi Haryoto, Program Director Popcon Asia 2014 sekaligus CEO Kreavi.com menuturkan pentingnya penyelenggaraan Popcon dalam upaya mendorong tumbuhnya lebih banyak kreator yang berkarya. “Popcon Asia merupakan sebuah inisiatif untuk mendorong agar para kreator intellectual property Indonesia bisa maju ke kancah internasional. Popcon Asia juga menjadi wadah untuk berjejaring dan berkolaborasi antara kreator, penikmat, brand, pemerintah, media dan pemangku kepentingan lain untuk menumbuhkan industri kreatif di Indonesia.”

Salah satu highlight penyelenggaraan Popcon 2015 adalah sesi pembukaan dari Ibu Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya. Beliau akan memaparkan beberapa perencanaan mengenai Surabaya sebagai Kota Kreatif. Salah satunya adalah dengan mendukung dan memberikan ruang bagi para komunitas kreatif untuk berkolaborasi dan bekerjasama dalam mengembangkan proyek yang bermanfaat bagi kota. Sebagai salah satu kota dengan potensi terbesar di Indonesia, Ibu Risma ingin agar para pelaku industri kreatif di Surabaya menciptakan produk yang bisa sekaligus mempromosikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Salah satu yang akan diluncurkan pada Popcon Asia 2015 adalah motion comic yang mengangkat cerita kepahlawanan berlatar kerajaan Majapahit. Komik ini merupakan hasil kolaborasi antara Kosmik, sebuah penerbit komik dengan Layaria, online video networkterbesar di Indonesia.

Sunny Gho, selaku CEO Kosmik dan Dennis Adishwara selaku CEO Layaria sepakat bahwa kolaborasi ini menunjukkan betapa kayanya sejarah Indonesia dengan berbagai cerita yang patut diketahui dan diteladani masyarakat luas.

Pada penyelenggaraan Popcon Asia tahun lalu, selain berlangsung berbagai peluncuran perdana berbagai film, mainan, komik, karakter, games, dan animasi juga tercipta berbagai kolaborasi antara berbagai stakeholders di industri kreatif. Beberapa di antaranya seperti kolaborasi ilustrator Fabula dengan Toy Kultur untuk mendesain produk mainan, kolaborasi komikus dengan kreator video Layaria, hingga komik Si Juki yang mendapat tawaran kerjasama dari distributor Thailand untuk menerbitkan komik di sana.

Grace Kusnadi, CEO Revata sekaligus penggagas Popcon Asia juga menuturkan akan ada nama-nama besar berskala internasional seperti Jung Seok Woo (Webtoon Korea), Pierre Meloni & Nicolas Finnet (Prancis), dan Billy Tan (Shanghai). “Kami ingin mendorong para kreator lokal untuk semakin meningkatkan kualitas karya mereka sehingga bisa setara dengan kreator luar.”

(Visited 93 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment