Proklamasi Rakyat Indonesia Anti Korupsi Digelar di Yogyakarta

Foto by Suryo-2

Foto: Komang Adhyatma, Suryo Wibowo

Tepat pada Hari Anti Korupsi sedunia, 9 Desember 2014, diserukan Proklamasi Rakyat Indonesia Anti Korupsi di Lapangan Kridosono, Yogyakarta dalam sebuah gerakan bertajuk Gropyokan Korupsi.

Proklamasi tersebut adalah puncak rangkaian kegiatan Gropyokan Korupsi yang dimulai sejak 15:00 WIB berupa arak-arakkan yang mengambil rute Wisma LPP – Jalan Urip Sumohardjo – Jalan Sudirman – Jalan Suroto dan berakhir di Lapangan Kridosono. Berbagai simpol yang mengingatkan tentang kejahatan korupsi turut dibawa dan dikenakan oleh para peserta pawai.

Sesampainya di titik akhir arak-arakan yang sekaligus tempat digelarnya konser Gropyokan Korupsi di malam harinya, kelompok arak-arakkan ini, diwakili Intan dan Norman yang merupakan murid SD Yogyakarta, menyerahkan pataka dan sapu lidi kepada Busro Muqodas (Komisioner KPK) dan Adnan Pandu Praja (Pimpinan KPK).  Setelah menerima sapulidu dan pataka tersebut, kedua petinggi KPK tersebut memberikan sambutannya dihadapan para peserta arak-arakkan.

Malam harinya Stadion Kridosono mulai dipenuhi penonton yang antusias mengikuti konser Gropyokan Korupsi. Konser Gropyokan Korupsi ini terbilang unik karena masyarakat yang ingin menyaksikan konser ini tidak dipungut biaya, namun sangat disarankan untuk mengenakan topeng tikus sebagai tanda masuk lokasi konser.

Sekitar 19:00 WIB acara dimulai dengan penampilan Sangkakala, band dari Yogyakarta. Navicula, band asal Bali mendapat giliran tampil berikutnya. Selain terkenal dengan aktivitas mereka melindungi lingkungan, mereka juga memiliki kepedulian pada parahnya korupsi, karena itu juga berdampak pada kelestarian lingkungan Indonesia, termasuk satwa-satwa yang dilindungi, seperti salah satu lagu yang mereka bawakan malam ini, orangutan.

Meskipun sempat dilanda hujan gerimis, tidak menyurutkan penampilan dari GIGI untuk menyuarakan semangat anti korupsi di konser ini. Armand Maulana, sang vokalis mengenang kejadian tahun 1998 dalam lagu Rindukan Damai yang juga menceritakan tentang dampak dari korupsi di lagu pertamanya tersebut.

Jogja Hip Hip Foundation tampil memanaskan panggung dengan tembang-tembangnya yang telah dikenal masyarakat seperti Sabdatama, Ora Cucul Ora Ngebul, Jogja Ora Didol, dan ditutup dengan lagu Jogja Istimewa.

Sekitar 21:30 WIB, Proklamasi Anti Korupsi dikumandangkan, di awali dengan  Butet Kertaradjasa yang mengundang para pimpinan KPK, antara lain Bambang Wijayanto dan Busro Muqoddas, lalu ada pula Fajar Merah yang merupakan putra Wiji Tukul, dan beberapa anak muda lainnya. Tak hanya itu, semua penampil juga diajak naik ke panggung untuk membacakan Proklamasi Anti Korupsi.

Sesaat sebelum pembacaan Proklamasi, seluruh penontonton diminta mengenakan topeng tikus yang selama ini telah dipersiapkan. Proklamasi tersebut berbunyi:

“Proklamasi Rakyat Indonesia Anti  Korupsi

kami rakyat Indonesia menyatakan”:

  1. Kami menyadari bahwa sesungguhnya tanpa kita sadari korupsi adalah bagian dari budaya Indonesia.
  2. Kami berjanji akan memerangi korupsi mulai dari diri sendiri dan keluarga
  3. Kami menuntut, memaksa dan akan terus menekan negara, parlemen, pemuka agama dan elemen rakyat lain untuk menjadikan korupsi sebagai musuh bersama.

Proklamasi tersebut kemudian  dilanjutkan himbauan Bambang Widjojanto sebagai pimpinan KPK yang  mengajak masyarakat menghancurkan korupsi yang telah menghancurkan seluruh sendi kehidupan masyarakat.  Ini disambung dengan dua orang murid SD memberikan naskah proklamasi pada pimpinan KPK sebagai simbol bahwa kelak generasi muda yang akan menikmati hasil perjuangan anti korupsi hari ini. Prosesi ini kemudian diakhir dengan para vokalis band yang tampil seluruhnya bersama-sama menyanyikan lagi Padamu Negeri.

Shaggy Dog kembali melanjutkan konser ini dengan lagu-lagu mereka seperti Di Lantai Dansa, Berjalan-jalan, dan Kamu Ada Di Hatiku, membuat sekitar 12.000 penonton yang memenuhi Stadion Kridosono malam itu bergoyang.

Akhirnya, Superman Is Dead menutup konser ini dan memuaskan sekitar 20.000 penonton yang memadati stadion Kridosono pada malam hari itu.(KA)

(Visited 451 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment