Pronks Luncurkan Debut EP ‘Lullabies For Insomnian’

depan superfix

Pada pertengahan 2012 silam, tiga pria dengan latar belakang musik dari berbagai kota yang berbeda dipersatukan. Bangku perkuliahan demi jenjang pendidikan lebih tinggi menjadi awal dari alasan utama untuk bertandang ke kota Malang. Sampai pada akhirnya kisah bangku perkuliahanpun  terasa begitu membosankan untuk selalu menghiasi keseharian mereka. Entah darimana dan bagaimana kesempatan itu datang, akhirnya waktu mempersatukan ketiga pria ini untuk mengambil kesempatan menuangkan kreativitas yang telah mengalir dalam diri mereka yakni dalam seni musik. Berjalannya waktu mereka mulai meramu warna musik yang berbeda-beda untuk dijadikan satu warna di bawah nama Pronks.

Pronks menciptakan warna musik mereka dari hasil campuran elemen blues, rock & roll, punk rock hingga sedikit pemanis ramuan psikedelik yang diramu sedemikian rupa hingga menjadi  warna musik Pronks sendiri. Memang warna musik yang dihasilkan bisa dibilang bukan warna musik baru di telinga penikmat musik kota Malang. Akan tetapi ditengah jenis warna musik yang nafasnya mulai sedikit tersengah-sengah ini, Pronks mampu membuktikan jika nafas musik tersebut belum sepenuhnya berhenti.

Setelah merilis single pertama berjudul Do It, Pronks berencana untuk memperkenalkan album perdana  mereka pada hari Sabtu (16/4) dimana hari tersebut bertepatan dengan perayaan hari besar Records Store Day. Hampir seluruh kota-kota di berbagai belahan dunia turut merayakan acara monumental tersebut, termasuk kota Malang. Album yang berjudul ‘Lullabies For Insomnian’  ini dirilis oleh label rekaman independen asal kota Malang, Barongsai Records.

Rendra (Bass, Vokal), Erlanda (Gitar), dan Gigin (Drum) mengungkapkan bahwa ‘Lullabies For Insomnian’ adalah ramuan untuk mereka yang memiliki gejala dalam tidur yang biasanya disebabkan oleh adanya permasalahan pikiran, entah itu  bosan, penat atau masalah psikologis lainnya.

Menurut Pronks, judul album ini mewakili apa yang mereka rasakan dimana musik menjadi suatu kebutuhan penting untuk mengistirahatkan otak dari rasa penat dan bosan akan kegiatan formal semacam bangku perkuliahan. Sang vokalis juga menambahkan jika seluruh tema lagu diambil dari kejadian yang dialaminya sehari-hari.

Rencananya setelah pelepasan album perdana, Pronks juga sudah mengatur agenda untuk menyelenggarakan tour promosi album di berbagai kota.

Selama perjalanan bermusiknya, Pronks juga sudah terlibat di berbagai gig-gig di dalam kota hingga luar kota seperti Pandaan, Solo dan Yogyakarta.

 

 

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *