Propaganda LGBT Melalui Film Masih Dianggap Gagal

Salah satu scene di film LGBT “Barash”

Beberapa tahun terakhir isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) cukup santer berhembus di masyarakat, termasuk di dunia perfilman dunia. Beberapa film yang mendapat sorotan mengenai hal ini antara lain adalah Beauty and the Beast dan Power Rangers.

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan Glaad, dunia perfilman tahun lalu masih belum berhasil merepresentasikan LGBT. Studi tahunan yang dikenal dengan nama Studio Responsibility Index itu menilai 125 film yang dirilis pada tahun 2016 silam.

Hasilnya, hanya ditemukan 18,4 persen film yang mengandung karakter LGBT. Kebanyakan masih diberi peran yang minor, bukan utama. Bahkan, di 10 dari 23 film yang punya karakter LGBT hanya memunculkannya selama kurang dari satu menit di layar bioskop.

Rumah produksi besar turut mendapat sorotan dalam penelitian tersebut. Disney, Sony dan Lionsgate dinilai menjadi studio yang gagal merepresentasikan LGBT dan Fox, Paramount, ataupun Warner Bros juga dinilai masih miskin karakter maupun cerita LGBT.

Namun dalam laporannya, Ellis selaku presiden dari Glaad menyampaikan ada awal yang menjanjikan untuk film-film di tahun 2017, karena telah dimunculkan karakter LGBT dalam karya besar seperti Beauty and the Beast dan Power Rangers. Hanya saja, program televisi masih lebih merepresentasikan kepanikan atau homofobia.

“Millennials dengan usia 18 hingga 34 tahun dua kali lebih mungkin diidentifikasi sebagai LGBT daripada generasi tua,” tulis Ellis. Ia melanjutkan, jika film ingin tetap dianggap relevan dengan penonton, mereka harus merefleksikan keberagaman di dunia.

(Visited 43 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment