Pure Saturday – Lighthouse (Grey Album Single)

Tujuh tahun setelah menyisipkan kata-kata tersebut ke dalam lagu “Nyala”, akhirnya Pure Saturday datang membawa terang yang akan mengakhiri penantian panjang penggemar yang sudah lama menantikan karya baru dari grup asal Bandung tersebut. “Lighthouse” adalah persembahan awal dari Grey Album, yang menjadi album pertama Pure Saturday sejak Elora (2005) yang sepenuhnya terdiri dari lagu-lagu baru, dan album pertama di bawah bendera Labirin Records milik mereka. “Lighthouse” sendiri akan menjadi lagu baru Pure Saturday pertama yang terdengar sejak “Spoken” dan “Pagi” dari album Time For A Change, Time To Move On  (2007) yang kebanyakan berisi lagu lama yang direkam ulang.

Bukan berarti Pure Saturday berhenti berkarya dalam jeda panjang antar album tersebut. Cikal bakal “Lighthouse”sudah ada sejak tahun 2009, saatdrummer Yudhistira “Udhi” Ardinugraha membuatnya di laptop. “Lagunya saya bikin saat sedang suka dengar lagu ‘Domino’-nya Genesis, tapi jadinya malah agak mirip ‘No Son of Mine’,” katanya. Setelah digarap bersama-sama, akhirnya terciptalah “Lighthouse” yang mulai dibawakan PureSaturday di panggung sejak Juli 2010. “Alasan pertama dibawa manggung karena ini yang pertama beres, dan juga kami sudah bosan membawakan lagu lama,” kata Adhitya “Adhi” Ardinugraha, gitaris sekaligus adik kembar Udhi.

Walau Udhi menyebutnya sebagai “campuran Genesis dan sedikit The Get Up Kids”, rasanya “Lighthouse” masih berisi unsur-unsur khas PureSaturday: petikan dua gitar merdu yang saling mengisi, perubahan ritme yang tak tertebak, melodi vokal yang langsung menempel di kepala, lirik yang kontemplatif. “Lagu ini diibaratkan theme song mau memulai hari. Tujuannya jadi penyemangat,” kata bassis Ade Purnama, yang menulis liriknya. “Pertama dengar terus bikin lirik kalimat awal, langsung keluar ‘Goodbye, here’s the morning shine.’ ”

Meskipun “Lighthouse” terdengar sangat Pure Saturday, jangan harap seluruh isi Grey Album – yang proses rekamannya berlangsung secara selang-seling sejak Agustus 2011 hingga awal 2012 di Massive Studio, Bandung dan beberapa lokasi lain – akan serupa. “Lagu ini mungkin yang paling pop di album,” kata Adhi. Pure People – sebutan untuk penggemar Pure Saturday – yang sempat menyaksikan penampilan mereka dalam setahun terakhir akan menemukan perbedaan dalam lagu-lagu barunya, yang akan semakin terasa saat mendengar albumnya yang turut menghadirikan kontribusi Yockie Suryoprayogo, salah satu legenda dunia musik Indonesia. Tapi menurut vokalis Satria Nurbambang alias Iyo, album ini tidak akan terlalu mengagetkan mereka yang sudah lama menikmati musiknya Pure Saturday. “Kalau kata saya, auranya seperti albumElora. Misalnya khatam album Utopia, kayaknya tidak (kaget). Tidak bakal mempertanyakan itu,” katanya.

Dunia musik Indonesia telah banyak berubah sejak Pure Saturday pertama terbentuk di tahun 1994, dan kenyataan bahwa mereka masih bisa berhasrat untuk berkarya sesuai dengan idealisme 18 tahun kemudian adalah sebuah prestasi tersendiri. “Bagi saya, ‘Lighthouse’ adalah spirit and survive,” kata gitaris Arief Hamdani. “Harapan saya, terutama untuk Pure Saturday dan Pure People, bisa jadi pencerahan juga.”

 

Contact : Budi Gunawan (Labirin Management) +6287823317636 / +6281220203358 / [email protected]_saturday.com

www.pure-saturday.com

www.facebook.com/PureSaturdayOfficial

www.twitter.com/PureSaturdayBdg

(Visited 513 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment