Radio 99ers Jakarta mengisi hari Minggu bersama 9Gallery

Radio 99ers Jakarta kembali mengisi hari Minggu para penggemar musik di Score! Citos dengan musisi-musisi lokal yang tidak asing di telinga para pendengarnya. Memperkenalkan Chipi sebagai vokalis baru, Kunci juga menceritakan sedikit bagaimana proses Chipi bergabung dan album ketiga mereka. Chipi mengaku nyaman dan seru dengan band barunya. Setelah penampilan dari Kunci, band Stairway To Zina menarik perhatian penonton dengan aksi panggung sang vokalis. Dengan menyalakan sebatang rokok dan membiarkannya ditaruh di asbak sembari melompat kesana-kemari sambil bernyanyi. Saking aktraktifnya, asbak yang diletakan di tepi panggung tak tengaja terdendang dan pecah sebelum mereka memainkan lagu “Lompat Galaxy”.

Dilanjutkan dengan penampilan dari Pasto yang lagunya sedikit sendu dan galau, termasuk saat Pasto menyanyikan lagu duo Ratu yang berjudul “Baik – Baik Saja”, tanpa diminta, penonton menyuarakan suara hatinya dengan bernyanyi bersama dan diakhiri dengan lelang jaket Pasto setelah menyanyikan lagu “Aku Pasti Kembali”. Dan jaket berwarna hijau navy itu diberikan kepada salah satu penonton yang juga berbaik hati untuk menyumbangkan sebagian uang yang dimilikinya kepada korban banjir yang dialami sebagian warga Jakarta.

Penampilan dari Terry diiringi dengan seorang gitaris. Ya, Terry tampil dengan format akustik. Meskipun sederhana, suara dan lirik lagu Terry mampu menghipnotis penonton dengan lagu – lagu yang dia ambil dari kisah nyata dalam kehidupannya. Lagu berjudul Resah ditulis sendiri oleh Terry berdasarkan pengalamannya saat bertemu dengan orang yang berkesan di hadapannya yang sayangnya berujung tidak berkenalan. Tidak hanya Terry, beberapa orang pasti pernah mengalami hal yang serupa seperti Terry seperti lagu Resah.

Hari menjelang malam, setelah diisii dengan penampilan dari Sekali dan Kerispatih, acara diskusi musik pun dimulai dengan nara sumber Denny Sakrie, Melanie Subono dan Beben dari Sinjitos. Ketika ditanya apa yang membuat Melanie Subono jarang tampil di TV, Melanie menjawab bahwa tampil di TV bukan barometer untuk menjadi terkenal karena pada dasarnya bermain musik harus dilakukan dengan jujur dan murni. Dan Melanie berpendapat bahwa poin lebih dalam berseni adalah kebebasan. Tak khayal banyak band yang membuat rekaman sendiri tanpa bantuan label rekaman karena seringnya misi kedua pihak yang bertolak belakang dan kini makin banyak media yang bisa digunakan untuk membantu dalam promosi. Seperti Twitter, Soundcloud bahkan download gratis sebagai langkah awal di website resmi sebuah band. “Kadang-kadang free download aja masih ada yang complain”, ujar Denny Sakrie. Menurut Beben, kesukaan seseorang terhadap suatu band itu tidak bisa digeneralisasi karena kembali ke soal selera. Bahkan menurut Denny Sakrie, sebuah band tidak perlu memikirkan apa genre mereka dan membiarkan publik yang menilai karena tidak akan ada habisnya. Ketika muncul pertanyaan kenapa musisi yang kualitasnya bagus dikalahkan oleh boy / girlband, Beben menjawab bahwa musik adalah musik. Bersifat bebas dan pada akhirnya kembali ke selera karena kebebasan membantu dalam berkarya atau bermusik.

“Kita harus berterima kasih kepada Kofaku Band’, ujar Denny Sakrie. “Kenapa ? Karena Kofaku Band membuat band mainstream menjadi cutting edge”. Jujur dan tulus dalam berkarya adalah salah satu jalan muisi untuk survive. Berkarya adalah berkarya. Berkarya untuk dikenal itu tidak murni. Melanie memberi pesan di akhir diskusi kepada para musisi : “Berkarya kalau dilakukan dengan hati, usaha dan kerja keras akan ada hasilnya. Jika dikit-dikit patah semangat, berarti bukan di situ minat loe”

Setelah diskusi musik, acara kembali dilanjutkan dengan penampilan Tangga yang menyanyikan lagu Sephia milih band asal Jogjakarta, Sheila On 7 dengan format akustik. Sebelum menyanyikan lagu berjudul “Satu Bendera”, Kamga bercerita sedikit tentang makna lagu tersebut. Lagu Satu Bendera bercerita tentang Indonesia yang dimana menurut Kamga adalah sebuah faktor kebiasaan tentang pandangan terhadap yang kita tidak suka tapi akan selalu kembali, kemacetan di Jakarta misalnya.

Setelah Tangga mengakhiri aksi panggung dengan lagu “Cinta Tak Mungkin Berhenti”,  Saint Loco mengambil alih panggung dan mengawali aksi dengan lagu “Kedamaian” yang sayangnya tidak diisi dengan vokal dari Astrid dan sempat mengalami gangguan pada gitar hingga pertengahan lagu.Saint Loco mampu menghidupkan kembali suasana di Score! Citos dengan lagunya yang menendang kedua telinga dan interaksi kedua vokalis kepada penontonnya. Dari bernyanyi bersama dengan suara lantang hingga berjabat tangan.

(Visited 84 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment