Rahasia Tersembunyi Dibalik Dapur Rekaman Homogenic

CBfUaj8UcAEebWx

Sebagai salah satu pioneer elektropop di Indonesia, tentu banyak cerita menarik dibalik Homogenic, terutama dalam proses penggarapan albumnya. Kali ini, redaksi akan sedikit mengulas fakta-fakta unik dibalik proses penggarapan 3 album dari Homogenic, yaitu debut album “Epic Simphony” (2004), album kedua “Echoes of the Universe” (2006) dan album ketiga “Let a Thousand Flowers Bloom” (2010).(KA)

Epic Simphony (2004)

Homogenic - Epic Symphony (2004)

Software yang digunakan dalam proses rekaman album ini adalah 80% propellerhead reason 2.5 dan 20% nya adalah fuity loops. Karena saat itu laptop masih menjadi barang mewah, Homogenic menggunakan PC yang dibawa sendiri dengan merekam loops nya satu persatu dengan dibantu oleh Dicky Ucok di Yess Studio, Bandung untuk proses rekaman, mixing dan mastering.

Semua instrumen dan vokal pada saat itu direkam menggunakan pita analog 8 track studer. Bukannya tidak alasan kenapa digunakan pita analog, meskipun proses akhirnya tetap berupa data digital, penggunaan pita analog ini memberikan efek “warmth” pada hasil akhirnya nanti.

Ada beberapa musisi lain juga yang membantu pengerjaan album ini, seperti Toma Pratama dari Mocca yang mengisi suara vokal di track penutup Saga of Your Breath dan juga Anto Arief dari 70’s Orgasm Club yang mengisi Guitar Riff di track Taste of Harmony dan Spread of the Lights.

Echoes of the Universe (2006)

 Homogenic - Echoes Of The Universe (2006)

Seluruh materi album ini dikerjakan menggunakan propellerhead Reason 3 dengan proses rekaman dan mixing dilakukan di Aru Studio oleh Adhit Android, dimana kemudian menjadi produser dan technical manager dari Homogenic, dan untuk proses mastering dikerjakan di Massive HD Studio oleh Budi Badot. Berbeda dengan album perdana, proses rekaman dan mixing album ini hampir 100% digital, dengan memanfaatkan routing digital antara Reason dan Cubase melalui rewire, dan sound processing melalui software plugins.

Let a Thousand Flowers Bloom (2010)

 Homogenic - Let A Thousand Flowers Bloom WONG ARIEF 2010

Seluruh draft materi dari album ketiga ini dikerjakan menggunakan propellerhead Reason 4.0, kecuali lagu “Surrealism” yang dikerjakan di Ableton Live 7. Proses penggarapan album ini memakan waktu yang cukup lama, dikarenakan proses mixing dan mastering yang sebelumnya dikerjakan oleh Adhit Android di Infinite Labs Studio harus dipoles ulang karena terlalu mirip dengan konsep digital pada album kedua, dan juga pergantian posisi Risa Saraswati sebagi vokalis oleh Manda.

Konsep album ini juga berbeda dengan 2 album sebelumnya, karena itu proses take drum dilakukan secara live. Digunakan juga teknik teknik re-amping agar  didapat karakter suara analog meski menggunakan instrumen-instrumen digital.

Ada beberapa musisi yang membantu pengerjakan album ini seperti Arina dari Mocca untuk aransemen vokal di track Happy Without You dan Is It Love, dan juga Widi dari Maliq & D’Essentials di track Best Day.

 

(Visited 275 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment