Ramayana Soul Rilis ‘Sabdatanmantra’ Dalam Format CD

SABDATANMANTRA-REVISI-PAGI

Setelah merilis album perdana mereka, Sabdatanmantra, dalam format deluxe-cassette pada 5 April 2015 silam melalui Wasted Rockers Recordings, kali ini Ramayana Soul melepas kembali album debutnya dalam format CD.

Cikal bakal Ramayana Soul bermula dari 2006, ketika Erlangga Ishanders (Angga) mulai bereksperimen di luar zona nyamannya di ranah punk dan Britpop. “Gue gak se-rock and roll itu ternyata.” Canda Angga. “Jadi gue mencari warna musik yang lebih ngepas dengan keseharian gue. Ketemulah gue dengan satu pencerahan. Ngebahas spiritualisme, agama, budaya Timur dan animisme. Itu hal-hal yang gak lepas dari gue, sejak bangun tidur sampai tidur lagi.” Ia pun menemukan sitar tanpa sengaja di sebuah toko olahraga tua di bilangan Blok M, lalu mempelajari instrumen itu secara otodidak, sembari menggali ide-ide spiritualisme dan Timur.

Dari pencarian pribadi inilah, Ramayana Soul lahir. Mulai dari 2009 hingga 2013, Adhe Kurniawan (gitar), Ivon Destian (vokal), Irfan Tirtamurti (bass), dan Bimo Kamil (drum, tabla) bergabung dan menggiring Ramayana Soul berevolusi dari proyek musik kamar menjadi salah satu band live paling enerjik dan tak terduga di Jakarta.

Pada Sabdatanmantra, Ramayana Soul terus mengejutkan dan bermain-main dengan ekspektasi pendengarnya dengan warna musik yang kental dengan pengaruh musik psikedelia ala 60’an dan raga-rock.Namun, musik yang tersaji di Sabdatanmantra lebih dari sekedar romantisme psikedelia. Pada singleAluminium Foil dan Dimensi Dejavu, vokal lirih Ivon dan iringan instrumental yang memabukkan dipecah oleh teriakan Angga—yang seolah tengah memanggil kembali masa lalunya di musik punk. Nomor Terang dan Mawar Batu turut memamerkan kemampuan musikal mereka, dengan tempo yang berubah-ubah, vokal yang nyaris menjurus chanting, dan jam session sitar yang melodius. Iringan perkusi dan keyboard ramai di Rhaksasa bahkan terdengar seperti throwback musik lantai dansa era Madchester yang diinterpretasikan ulang dari kacamata Timur.

Sabdatanmantra dirilis dalam format CD melalui Majemuk Records, sebuah label independen asal Jakarta. Sebuah lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya, Hujan, akan ikut dilepas sebagai bonus track di album ini. Dalam pesta peluncuran nanti, The Sastro akan tampil untuk memeriahkan suasana dengan dukungan artistik dari Klub Karya Bulu Tangkis—sekumpulan seniman muda yang gemar bermain visual dari Jakarta.

Tracklist:

  1. Alumunium Foil
  2. Jaya Raga MiraNgga Bhineka Tunggal Ika
  3. Perlahan Terjatuh
  4. Dimensi Dejavu
  5. Terang
  6. Rhaksasa
  7. Mawar Batu
  8. Dawai Batu Gadjah

 Bonus track: Hujan

(Visited 181 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment