“RARE” Tandai Perubahan Paling Berani Hundredth

Setahu saya, Hundredth selalu berubah-ubah di tiap rilisan. Ada saja peningkatannya, baik dari segi sound, imej hingga gaya vocal, seperti yang bisa disimak di rilisan terakhir mereka FREE.

Namun, di álbum yang anyar, band asal South Carolina ini katanya cukup jenuh dengan improvivasi yang itu-itu saja serta berpikir sudah tidak ada lagi yang ingin ditawarkan di situ. Boleh dibilang, pilihannya mungkin adalah membubarkan diri atau mendekontruksi secara masif materi album baru mereka.

Kanaltigapuluh berkesempatan mendengarkan materi album baru berjudul RARE sebelum tanggal peluncuran. Setelah disimak, Hundredth mengukuhkan sound post-punk, dream pop dan shoegaze di album tersebut, seolah anggukan untuk kesuksesan migrasi Title Fight, Basement dan Turnover.

Ngomong-ngomong tentang tren sound yang sedang mewabah tersebut, presedennya mungkin band-band Inggris macam Yuck,  sengaja menabrakkan grunge dan dream pop 90-an di rilisannya. Formula itu pun jadi big bang setelah diadopsi sejumlah band punk dengan penambahan elemen lain. Tanpa itu, kemunculan hibrida bernama shoegaze punk belakangan ini akan sedikit tertunda.

Terdiri dari 12 track, RARE menyuguhkan sound yang menjadi persilangan antara ekses agresi dan atmosfir yang mengawang. Departemen vokal yang digawangi oleh Chadwick Johnson nampak didominasi reverb. Gaya vokalnya yang sekarang terdengar malas kadang menenggelamkan pikiran saya untuk sesaat.

Sementara riff distorsi berubah menjadi semacam tembok tebal yang di atasnya terdapat lapisan lembut melodi-melodi hipnotik dari gitaris lama mereka Alex Blackwell IV, sound drum bertingkah seakan band pop rilisan Capture Tracks. Paduan ini cukup utuh, kelam namun amat menenangkan mendengarnya.

Sejauh ini, RARE bisa disebut kaya dan bervariasi karna aransemen Hundredth ini begitu fluid. ‘Neurotic’ sendiri pantas menjadi single pembuka album ini, sebab masih memanfaatkan keriuhan hardcore sebagai pengantar wajah baru Hundredth. Nuansa di track  ‘White Squall’ terdapat mood Catherine Wheel di album Adam and Eve dan Chrome. Beberapa track lainnya terdengar ngepunk, seperti ‘Dissarray’. Di sejumlah nomor terakhir seperti ‘Shy Vein’, ‘Youth’ dan ‘Departure’, tercium elemen post-punk yang cukup mendominasi. Menurut saya sequence itu cenderung menyerupai Citizen.

Pada akhirnya, FREE adalah album terakhir band ini berwajah melodic hardcore, setelah mantap mengalami pembongkaran drastis di album RARE, sedianya akan dirilis Juni nanti via Hopeless Records.

Tidak sedikit yang akan mempertanyakan perubahan ini, dan mungkin saja Hundredth dianggap penista genre yang telah membesarkan namanya. Saya juga merasa begitu awalnya, namun dengan keberanian mereka tetap mempertahankan nama Hundredth dengan sound seperti ini, saya pikir keputusan ini patut dihargai. Pertanyaan saya mungkin lebih tentang kebaruan apa lagi setelah ini?

Track Listing // Hundredth – RARE 
1. Vertigo
2. Neurotic
3. White Squall
4. Hole
5. Suffer
6. Disarray
7. Down
8. Grey
9. Shy Vein
10. Chandelier
11. Youth
12. Departure

Author: Trian Solomons

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *