Release Party Knee & Toes : Dammit I’m Mad

Eksistensi Knee & Toes pun terkukuhkan dengan dirilisnya album mereka Dammit I’m Mad pada hari Minggu, tanggal 2 bulan Desember tahun 2012 bertempat di Koffiee Van Java, Malang. Sebuah perjalanan yang menonjolkan sisi kanak-kanak dalam ilustrasi album yang diwakilkan dengan gambar bis khas Inggris dan penokohan kartun menjadi hal yang ingin disampaikan melalui dua belas lagunya. Nuansa kecoklatan dan kehijauan ala ‘vintage’ dan desain artwork yang sederhana di sampul depan tepat menggambarkan nuansa musik Knee & Toes. Sederhana, hangat, nyaman, dan menenangkan. Dalam album ini pula, Knee & Toes memperkenalkan logo barunya untuk pertama kali.
Dammit I’m Mad merupakan ungkapan palindrome yang menggambarkan apa yang dirasakan Knee & Toes selama penggarapan album ini. Dengan durasi empat puluh menit, pendengar diharapkan mengenali karakter dan musik Knee & Toes.
Sebagai musik pembuka, Intro membawa kita ke tempat lain dimana Knee & Toes menciptakan panggungnya sendiri dalam album ini. Pendengar disapa dengan lagu Phone Call yang riang lalu disusul dengan Morwening dimana Simon & Sharon Wilson turut serta menyumbangkan suara dalam beberapa bagian lagunya. Suara khas The London Underground dalam lagu A Journey menggambarkan suasana perjalanan yang dialami Knee & Toes, lalu diikuti oleh Explore The Baker St yang berceritakan petualangan yang mendebarkan ala detektif.
Knee & Toes memberikan kejutan pada lagu keenam, Rumah, dengan mengajak salah satu violis, Vania Wibisono, untuk turut serta menggesek dawai biolanya. Knee & Toes mulai membawa ke panggung lain dengan interludenya pada lagu Life is A Playground. Alunan nada gitar klasik dalam lagu Time Capsule adalah dentingan yang dimainkan oleh Bayu Priaganda, diiringi bass yang dipetik oleh Ahot Graharizkyka.
Kejutan juga diberikan pada lagu Golden & Diamond, selain karena komposisi yang berbeda dari kebanyakan lagu Knee & Toes, pendengar juga kembali dimanjakan dengan petikan bass Ahot Graharizkyka. Sebagai pengantar akhir dari album, lagu Lullaby didendangkan dan dilanjutkan dengan Man In The Moon sebagai lagu penutup. Layar panggung pun diturunkan dengan iringan Outro.
Mayoritas lagu dalam album Dammit I’m Mad diilhami oleh perjalanan Knee & Toes selama di Inggris. Penggarapan album berlangsung selama tujuh bulan di MinorCubes Records. Seluruh lagu, musik, dan lirik diciptakan oleh Knee & Toes. Dalam produksi album Dammit I’m Mad ini, Knee & Toes disponsori oleh Twenty Twelve Premium Store, Le Goub Shop, Shoeka Shoes, Souji By Design, dan The Waspish Denim. Desain artwork digarap dengan cerdas dan apik oleh Mad Baby 89.

#DammitImMad #BringTheSunshine

(Visited 45 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment