Rich Chigga, Rapper Fenomenal Jakarta

6251f6ec734aaeb83e9ecec2538bc4c6.700x400x1

Brian Imanuel atau Rich Chigga menuai sensasi karena video dari single “Dat $tick” yang berhasil viral di Youtube hingga Spotify pada awal tahun 2016. Videonya berhasil ditonton 7 juta viewers sejak dirilis Februari lalu. Ini fenomenal. Tapi bagaimana rapper asal Jakarta ini bisa mendapatkan buzz segila ini?

Pertama mungkin namanya. Rich Chigga tidak diperbincangankan di Tanah Air, ia justru menjadi buah bibir di Amerika dan negara lain. Wajar, dari pemilihan monikernya pun cukup menohok bagi orang luar. Menurut urbadictionary, Chigga merupakan sebutan slang buat warga Asia yang mencari tempat di kultur hip hop. Nama ini jadi penting. Ya tentu saja, tanpa sadar Brian memberikan statement kalau musik hip hop serta genre lain di bawah payung budaya pop masih dianggap sebagai tempat utopis. Di mana secara universal, tiap individu berhak punya rasa memiliki, terlebih saat posisi kamu adalah outsider maka hip hop adalah anthem. Namun belakangan, Brian sendiri menyesal memilih alias tersebut.

Kedua. Yang makin bikin nama Rich Chigga meroket adalah karena dia menjadi fitur di video 88rising di mana rapper-rapper kenaman duduk mengomentari single dan video “Dat $tick”. Di antaranya adalah Cam’ron, Desiigner dan yang istimewa adalah Ghostface Killah, rapper yang dianggap legenda dan namanya yang besar berkat grup Wu-Tang Clan. Reaksinya tidak terduga. Mereka nampak tercengang karena vocal Brian yang terdengar berat namun siapa sangka dia ternyata masih berusia 16 tahun. Akibat faktor usia itu, salah satunya menyebut Rich Chigga bakal berpotensi menjadi nama yang diperhitungkan di ekosistem rap.

Ghostface Killah sendiri menikmati bagaimana trap beat mengiringi rant rapper yang baru belajar sekitar 4 tahun lalu ini. “Ini beda! Kamu belum pernah lihat (rapper) yang seperti ini” timpal Ghostface Killah. Menurutnya, Brian berani jujur tentang dirinya sendiri dan itu yang paling keren. Ghostface Killah katanya siap buat me-remix single ini. Wah!

Selain itu, tentu saja apa yang banyak membuat tertarik dengan Rich Chigga adalah musik dan cara menyampaikannya. Dalam durasi yag cukup singkat, yakni 2 menit. Brian mengamati tensi kehidupan di sekitar yang terlihat tidak beres. Banyak topik provokatif di track yang musiknya diproduseri Ananta Vinnie tersebut bicarakan, misalnya arogansi aparat, ketimpangan sosial, drugs bahkan gangster. ini nyaris mirip dengan bagaimana rapper dan musik rap Amerika tumbuh di ghetto.

“People be starving//And people be killing for food//With that crack and that spoon//But these rich mothafuckas they stay eatin’ good//Droppin’ wage livin good,” ucap Brian di dalam verse ‘Dat $tick’. Barisan kata ini adalah pernyataan yang jujur.

Media-media hip hop seperti Complex turut memuji rapper muda ini. Di dalam videonya, Brian pintar memainkan stereotype menjadi sesuatu yang komikal dan satir. Di sana dia memilih memakai kaos polo berwana pink, celana khaki serta tas pinggang Reebok daripada tampil klise dengan bling-bling atau mirip gangster bertatto.

“It was actually half serious. In the music video, I was going to dress like a rapper, like Post Malone and A$AP Rocky. However, I had a last minute concept change and did not want it to look like some scrawny Asian kid that’s trying to be hard and gangster — so I chose a less serious costume,” jawab Brian dalam salah satu interview-nya dengan Hypetrak.

Jika dilihat sepintas Brian sedikit banyak dapat disandingkan seperti  Tyler The Creator. Tyler memadukan rap dengan komedi ataupun melepaskan keajegan kalau rapper melulu cocok terlihat galak. Selain menjadi rapper, Brian juga cukup terkenal sebagai Vine artist dan nge-tweet satir dan witty di Twitter. Tanpa perlu banyak bicara lagi, sangat menarik bila membayangkan apalagi yang akan Rich Chigga berikan ke depannya.

(Visited 1,714 times, 1 visits today)

Author: Trian Solomons

Share This Post On

Submit a Comment