Riuh dan Atmosfir Taifun Tour 2016 Barasuara Di Gudang Sarinah Jakarta

6251

Reporter: Tommy Hartomo

Foto: Dewita Maharani

Gudang Sarinah Pancoran, Jakarta selatan menjadi venue penutup rangkaian Taifun Tour 2016 yang berlangsung pada Minggu (15/05), Jakarta menjadi kota terakhir dari rentetan tour enam kota yang Barasuara emban.  Kelima kota sebelumnya yaitu Yogyakarta (2/05) yang bertempat di Liquid Cafe, Malang (4/05) bertempat di Mall Dinoyo Rooftop, Surabaya (6/05) bertempat Gelora Pancasila, Solo (10/05) bertempat di Teater Arena dan Bandung (13/05) menunjuk Bikasoga Tennis Hall sebagai venuenya.

Ada sedikit catatan dari rangkaian Taifun Tour khususnya Yogyakarta yaitu pemindahan venue dari Jogja Bay ke Liquid Café dikarenakan masalah perizinan dari pihak kepolisian setempat yang menyebut bahwa kondisi keamanan di sekitar area belumlah kondusif. Adapun pada saat konferensi pers di Jakarta, Atha yang tak lain merupakan pihak media relation Barasuara membocorkan jumlah penonton di lima kota sebelum Jakarta diantaranya; Yogyakarta berkisar antara 700 penonton dan tiket terjual habis, Malang (456 penonton), Solo (500 penonton) yang juga berstatus sold out untuk tiketnya, Surabaya (430 penonton), Bandung di kisaran 700 penonton dan Jakarta sekitar 600 penonton. Iga Massardi (vokal) turut apresiasi pula bangga dengan jumlah penonton sebanyak itu pula ia juga menambahkan bahwa dengan jumlah penonton itu merupakan hasil pertimbangan Barasuara dan Bara genk agar dengan space yang tidak terlalu lapang dapat menjamin keintiman selama show berlangsung. Dengan ini pula, tersaji juga kolaborasi visual bersama Isha Hening dan diposisi lighting dipegang oleh Donie Birkud.

Adapun beberapa alasan hingga tercetus Taifun Tour 2016 ini antara lain berangkat dari antusias audiens dan atmosfir Konser Taifun di Rossi Fatmawati, Jakarta Oktober 2015 lalu dan juga sambutan luar biasa akan tingkat penjualan rilisan fisik (CD) Barasuara. Di kesempatan Taifun Tour Jakarta ini, Barasuara bersama Juni Suara Kreasi sebagai pihak label dan Urban GiGs yang menyandang penyelenggara acara mengumumkan pemenang lomba karya dari mulai fan art hingga photo wall contest.

Di pintu masuk utama pula, terpampang wishing wall lewat medium post it antara lain berisikan support kepada Barasuara dari para penggemarnya. Saat press conference, Adri Boim selaku dari jajaran Juni Suara Kreasi Records menambahkan bahwa hubungan baik antara Barasuara dengan Urban GiGs serta memiliki kesamaan visi-misi menjadi landasan pula Taifun Tour 2016 ini terlaksana.

Diterangkan pula bahwa hal-hal teknis Taifun Tour di Jakarta ini antara lain check sound yang paling lama, mengundang kolaborator additional brass section lebih banyak dari lima kota sebelumnya. Lewat rangkaian tur pulau Jawa di enam kota ini Barasuara menggunakan bis besar. Gerald Situmorang (bass) bercerita bahwa selama tur ini mereka merasa menikmati perjalanan sekaligus mengunjungi beberapa titik kearifan lokal yang diantaranya seperti Taman Safari Prigen dan Candi Borobudur. Cabrini Asteriska dan Puti Chitara (vokal) menambahkan hal-hal vital selama tur adalah seperti cerdas akan manajemen waktu, menghindari junk food, menjaga kondisi fisik agar tetap prima serta turut kooperatif dengan berbagai pihak guna terselenggaranya acara dengan baik.

Dari serangkaian Taifun Tur, adik Marco Steffiano (drum) yang bernama Enrico Octaviano turut menjadi kolaborator di atas panggung sebagai penabuh drum pula. Dalam sesi tanya jawab, Adri Boim sempat menjawab pertanyaan dari KANALTIGAPULUH perihal adanya kemungkinan untuk memproduksi salah satu rilisan dokumenter tur berupa DVD ataupun buku nantinya namun beliau masih belum memikirkan sejauh itu karena selama rangkaian tur ini mereka setidaknya membuat vlog yang diunggah lewat kanal Youtube.

Di samping itu, para pembeli tiket Taifun Tur yang membeli lewat jalur online, terlihat sudah menukarkan dengan tiket fisik yang seharga Rp 110.000 di siang hari. Namun terlihat cukup banyak juga penonton yang membeli tiket on the spot dikarenakan stok tiket yang masih tersedia.

Waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB, pintu masuk pun dibuka sehingga pihak panitia dengan sigap mengatur hilir antrian yang bukan main sudah mengular panjang dan melakukan proses screening satu persatu penonton yang sudah tak sabar ingin masuk dan mendapatkan spot terbaik.

Terlihat kerumunan penonton sudah mengisi segala penjuru Gudang Sarinah disambut dengan suara latar gemuruh angin yang diputar mengudara lewat speaker-speaker besar menggantung. Tepat pukul 19.30 WIB, personil Barasuara memasuki panggung satu persatu yang tak ayal disambut riuh sorak para penonton sedikit histerikal.

Hagia menjadi pembuka yang manis bagi penutup rangkaian Taifun Tur Jakarta. Dilanjutkan dengan Nyala Suara yang di pertengahan lagu koor tepuk tangan penonton turut mewarnai atmosfir venue. Berlanjut ke nomor Tarintih yang selepas lagu dimainkan, Iga mengucapkan rasa terima kasih kepada penonton dan seluruh lini yang mendukung rangkaian Taifun Tur ini terealisasi juga ia sedikit bercerita kilas balik awal mula Barasuara terbentuk.

Di lagu keempat, Barasuara melantunkan Taifun dimana ada sedikit perubahan formasi instrumen, Puti memainkan bass dan Gerald yang akrab disapa Gesit memainkan gitar akustik. Bersambung ke lagu Mengunci Ingatan yang tak lain adik Marco yang bernama Enrico mengisi drum line sedangkan Marco memainkan bass milik Gesit. Ada nomor baru yang dimainkan Barasuara yang berjudul Samara dengan mengundang Tomo Pratomo, Dennis Junio dan Harley Korompis sebagai pengisi brass section lewat saxophonenya.

Pun Menunggang Badai dimana Tomo lebih liar saat sesi brass tersebut bermain. Setelahnya berlanjut sesaat jeda MC, dengan TJ (gitar) yang membacakan salah satu post it tulisan anonim fansnya yang jenaka dan syur berisikan “Bang Gesit, aku tunggu ya di kamar kosan”. Sontak para penonton terbahak semringah mendengarnya. Setelahnya Puti membaca pengumuman pemenang photo contest sembari Marco Steffiano merekam crowd dari atas panggung dengan salah satu kamera milik awak media.

Berlanjut ke Tentukan Arahmu salah satu penggalan lagu yang menurut Iga belum jadi utuh sepenuhnya. Dilanjutkan oleh Sendu Melagu dan ditutup oleh Api dan Lentera yang turut diwarnai koor tepuk tangan penonton di intro lagu serta dimeriahi pula oleh konfigurasi kembang api di bibir panggung.

Sesaat setelahnya penonton meneriakkan “we want more!” kepada Barasuara dan tanpa pikir panjang Iga dan kawan-kawan menutup pertunjukan dengan Bahas Bahasa. Saking emosionalnya, Iga pun turut terjun ke lautan penonton yang biasa disebut crowd surfing. Taburan confetti menambahkan ornamen manis sebagai tanda berakhirnya rangkaian Taifun Tur 2016. Tak lupa, sebelum audiens beramai keluar area, Barasuara mengajak foto bersama dari sudut panggung & itu memancarkan raut ceria dari seluruh yang terlibat di Gedung Sarinah tersebut.

6250

(Visited 222 times, 1 visits today)

Author: Redaksi

Share This Post On

2 Comments

  1. Tulisan yang komprehen Sob Tommy!

Submit a Comment