Salihara Gelar Literature and Ideas Festival 2017

Tahun ini, LIFEs mengangkat tema Membaca Amerika Latin: VIVA! REBORN!. Amerika Latin dipilih karena menawarkan banyak pemikiran penting yang bisa dipelajari. Sebut saja beberapa di antaranya yaitu genre sastra realisme magis, gerakan politik adat dan sosialis, teologi pembebasan, teori ketergantungan, dsb.

“Amerika Latin selalu lantang dan menantang,” pengantar kuratorial dari Ayu Utami selaku direktur LIFEs dan kurator sastra Komunitas Salihara. Selain karya sastranya yang mendunia, lanjut Ayu Utami, “Amerika Latin juga bisa diperbandingkan dengan Indonesia. Dari sejarah kolonialisme, rezim militer dan demokrasi, masalah lingkungan hingga pertemuan agama Abrahamik dan agama lokal.”

Selama tiga minggu, kami menghadirkan forum-forum diskusi yang membicarakan tentang hal-hal tersebut. Salah satunya adalah Diskusi Meja Bundar; sebuah pertemuan pegiat budaya yang memiliki fokus diskursus budaya Amerika Latin. Pembicaraan berkisar mengenai perkembangan sastra dan pemikiran, termasuk praksis sosial ekonomi politik di sub-benua yang berada di bumi bagian selatan itu.

Adapun dalam Pentas Sastra, selain makan malam, pentas musik dan seni pertunjukan, LIFEs juga mempertemukan sastrawan Indonesia dan Amerika Latin dalam satu panggung yang berjudul Pentas Malam: Sajian dari Selatan. Setelah pembacaan singkat, para sastrawan akan berbincang-bincang tentang isu-isu mutakhir yang terjadi di dunia ketiga, misalnya problematika politik dan iman.

Kami menampilkan sastrawan Indonesia yang akhir-akhir ini banyak diperbicangkan seperti Ziggy Zezsyazioviennazabriskie dan Feby Indirani. Sementara dari Amerika Latin, ada Carmen Boullosa (Meksiko) yang karyanya menyuarakan feminisme dan Héctor Abad Faciolince (Kolombia) yang dikenal sebagai sastrawan pasca-El Boom, gejala sastra Amerika Latin yang mendunia pada 1960-1980an.

Dalam LIFEs, pengunjung juga bisa berpartisipasi dalam program Lokakarya. Beberapa di antaranya adalah What’s in a Name? yang akan mengembangkan narasi tulisan dari sebuah nama, bersama Sergio Chejfec, penulis Argentina. Dan lokakarya Seruput Cerita yang akan mengelaborasikan kopi dan fiksi yang diampu oleh Yusi Avianto Pareanom.

LIFEs yang terbuka untuk semua kalangan ini juga akan mengadakan bazaar buku selama empat hari penuh, pemutaran film-film penting Amerika Latin serta kolaborasi pertunjukan dan pameran seni rupa.

LIFEs 2017 akan ditutup oleh ceramah pamungkas dari M. Chatib Basri dan penampilan duet musik Indonesia-Venezuela. LIFEs 2017 akan berlangsung pada 07-28 Oktober 2017 di Komunitas Salihara, serta didukung oleh kedutaan besar Cile, Brasil, Argentina, Meksiko, Kolombia, Spanyol, Kuba, Venezuela dan Swiss yang berada di Indonesia.

Literature and Ideas Festival (LIFEs) merupakan bentuk baru Bienal Sastra Salihara yang telah berlangsung sejak 2011. Jika Bienal Sastra lebih banyak menampilkan program-program pembacaan, LIFEs akan lebih mengedepankan perbincangan tentang ide dan gagasan.

Author: Redaksi

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *