Sang Swara Gebrak ‘Senandung Malam Retak’

poster-Swara-A3-

Forum Musik Tembi kembali menginisiasi progam bulanannya. Pada edisi Maret kali ini, nama Sang Swara dipilih untuk menggelar pentas musik ‘Senandung Malam Retak’ pada Jumat (20/3) di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta.

Tajuk ‘Senandung Malam Retak’ merupakan gebrakan yang tepat merepresentasikan kegelisahan masa kiwari. Senandung berarti nada dan alunan yang dinyanyikan dan malam identik dengan keadaan sepi, dingin dan gelisah akan kerinduan serta pengharapan. Di saat yang sama, makna retak muncul dari garis-garis yang menandakan perpecahan.

“Dengan alunan suara hati yang masih terus memiliki asa dan cinta, jiwa-jiwa gelisah bersenandung, dan nada-nada yang tercipta perlahan menghangat, bahkan membakar segala bentuk ketidaksesuaian menjadi lebur dalam kesatuan untuk bangkit,” tulis dalam press release yang kami terima.

Sementara itu, Sang Swara adalah kolektif yang sudah terbentuk sejak tahun 2008 silam. Mereka telah menggarap 12 komposisi lagu dari proses kreatif yang memakan waktu selama dua tahun sejak saat itu. Berbagai pentas kesenian, baik secara tunggal pun pengisi acara telah dijalani oleh Sang Swara. Sampai saat ini, sedikitnya 30 komposisi musik telah mereka kumpulkan yang liriknya diambil dari syair puisi mereka dan karya penyair-penyair yang dikagumi.

“Akhirnya selalu kami sampai pada satu titik kekaguman bahwa ini semua adalah bagaimana untuk menguraikan kata-kata dari satu percikan imajinasi,” tulis Sang Swara. (Trn)

(Visited 112 times, 1 visits today)

Author: Komang Adhyatma

Share This Post On

Submit a Comment