Saturday Night Karaoke: Jangan Anggap Gak Ada Band Pop-punk Keren Di Sini

messageImage_1470808457905

Saturday Night Karaoke mengulik pop-punk dengan sangat pas. Mereka setia bermain-main dengan kecepatan daripada kerumitan, album Slurp! mereka berdurasi kurang dari 15 menit.  Dengan esensi yang serba terbatas seperti itu, mereka berusaha semaksimal mungkin tampil ngepop. Inilah tradisi pop-punk klasik yang kita kenal.

Di luar itu, mereka berhasil mengembangkan gayanya sendiri. Penampilan mereka yang anak rumahan berhasil mengombinasikan depresi dan ekspresi geeky secara energik. Slurp! penuh dengan lagu-lagu tentang romantic angst yang diselimuti kenelangsaan identitas sebagai anak pop-punk yang sering diperlakukan under-estimate. “I’ll never get the girl if I still write stupid punk songs,” tulis Saturday Night Karaoke dalam track ’90’s Revival 101′.

Tahun lalu Slurp! dirilis oleh satu label Jepang, SP Records dan dipasarkan oleh notable distributor Waterslide Records. Sementara di Indonesia, versi lokal album itu sudah hilang dari peredaran dalam waktu singkat ketika dirilis Rizkan Records.

Oleh karenanya,  penasaran juga dengan trio Prabuerg (vocal/gitar), Brian (bass) dan Athif Aiman (drum)  di balik Saturday Night Karaoke saat ini. Simak interview kasual via LINE KANALTIGAPULUH dengan band yang pertama kali merilis demo CD-R sejak tahun 2008 ini tentang Slurp! dan hal-hal yang menyelimuti benak Saturday Night Karaoke.

Biar mirip intro Slurp!, Saturday Night Karaoke itu?

Brian  : Band keren.

Prabuerg : Barasuara.

Athif Aiman : Burgerkill.

Prabuerg : Berak kabeh.

Descendents, blink-182, The Ergs!?

Prabuerg: Anjir lah, ini mah serius. Descendents.

Brian : Saya Blink.

Athif Aiman : Burgerkill. fuck popang!!

Brian : #emonightjkt.

Prabuerg : Kufur nikmat kalian semua.

Tepat satu tahun Slurp! dirilis S-P records di Jepang. Apakah Slurp! debut album SNK? Coba runutkan discography kalian.

Prabuerg : Silahkan Brian dan Atip.

Brian:  Jadi SNK itu memiliki banyak rilisan sebelum slurp. Namun Slurp merupakan rilisan ”album” pertama. Coba Prab punten runutkan diskografi SNK, saya ndak afal hehe.

Athif Aiman : Serius aing gak apal Prab. Kan aing fakk popang.

Prabuerg: Slurp emang beneran album pertama pak. Soalnya dulu rilisnya EP terus.

2008 – Demo CDR

2010 – Duh! EP

2011 – Blah! EP

2011 – Kind Of Like Smitten EP (Ergs! cover EP)

2012 – Discography

2012 – Ohai! (#Bingo0202 special CDR)

2015 – Slurp!

2016 – Gawking Geek Music (split with Aggi)

2016 – Never Learn (digital single)

2016 – 行かない!(Maxi 3″ single)

Seberapa penting album Slurp!?

Brian : Penting sekali. buat saya itu jadi album pertama selama saya ‘ngeband’. Jadi semacam ”we’re going somewhere” juga buat saya di SNK.

Prabuerg : IMO, jadi milestone SNK sih, ngarep banget bisa dirilis dan di distribusiin internasional. Jadi ya terharu banget.

Athif Aiman : Penting karena saya bisa belajar ngulik pattern drum Dadang.

Prabuerg : Berak haha tapi ya urang aja sampe mewek pas pertama kali unpacking paket pertama Slurp, terharu euy. Dadang drummer (SNK) sebelumnya. Athif drummer baru SNK, fresh diculik dari unit marawis berkedok indie rock, Uncanny.

Brian : Urang pas pertama megang juga senang sekali. Dulu ngeliat adegan gini cuma di komik Beck, kejadian di dunia nyata ternyata hahaha.

Kenapa membicarakan remaja yang melankoli, kafein, indie-rock dan idol group di album Slurp!?

Brian : Mungkin karena masih masanya, ya Prab?

Prabuerg : hahaha Masanya pisan. Karena ya itu yang dirasain dan penting ditulis buat saya. Walau orang nganggap itu cemen, itu penting buat saya, makanya ditulis.

Never Learn & 行かない! merupakan maxi single paling baru dari SNK. Sebelumnya, kalian juga merilis split dengan AGGI! Produktivitas kalian cukup tinggi ya.

Prabuerg : Soalnya jarang manggung, jadi ya daripada ngeluh di sosmed, mending berkarya aja deh.

Athif Aiman : Ya,  semoga terus produktif. Sama, Prab.

Brian : Alhamdulillah materinya kenceng euy. Kemarin ngobrolin rilisan mendatang, masih banyak target ternyata tapi merasa tidak terbebani karena saya percaya dengan kemampuan SNK.

Prabuerg : iya rencana kedepan: beberapa split, single dan sesuatu yang asik.

Kan SNK user friendly banget musiknya, tapi emang masih kesulitan cari panggung?

Brian : Susah banget, ajak main dong.

Prabuerg : Just not so friendly karena (SNK) maenin musik yang dianggap medioker jadinya ya kurang greget kali.

Medioker biasanya poin penting buat band pop-punk. Iya gak?

Prabuerg : Sepertinya iya. Stereotip klise haha.

Brian : Kalau gak ngerti tetep harus jawab gak?

Maksudnya kayak NOFX yang mainin (twist) tema-tema medioker karena gak dianggap punya kredibilitas punk macho. Namain albumnya jadi I heard they sucks live dll.

Brian: iya kali ya. Gak mikirin medioker non medioker sebenernya jadi kalau ditanya bingung hahah.

Prabuerg: SNK macho abis. Ya kembali lagi sih, medioker atau tidaknya, we have more than one good song (cie ngutip NOFX).

Jadi inget di single Trop Punk milik Grim Deeds, Prabu sempat dapat part lirik  “Maybe our numbers are not that lot but still we’re gonna fill the slot to prove you self righteous punks wrong that we do fucking rock. kenapa lirik ini terdengar jujur sekali ?

Prabuerg : Itu saya yang nulis btw. Jadi part itu sengaja dikosongin sama dia buat saya isi. Lirik yang udah dia bikin ya ternyata nunjukin kalo band poppang di sini juga bagus-bagus dan most of the US bands are boring and lame, tapi ya still, Asia, terutama Southeast (Asia) is always being overlooked, jadi ya di part itu saya nulis kalo “eh berak jangan mentang-mentang kita 3rd world country kita dianggap ga ada band poppang keren disini!”

Brian : Mantap.

Saya baru tau juga The Sneakers atau Billy The Klitz lewat track itu. Bisa bantu mengenalkan mereka?

Prabuerg : kont*l.

Billy The Klits Awalnya band punk rock ala Drunken Cholos sama Screeching Weasel era Boogada, tapi materi-materi barunya terasa sangat MTX & Queers banget. Semoga albumnya lekas rampung. Recommended tracks : Lousy Icebreaker & I Don’t Want To Think About It.

The Sneakers : Lupakan Gabba Gabba, The Sneakers adalah band yang mendefinisikan Ramonescore sebenarnya. Plis dong, satu set durasi 30 menit maen gitar, drum & bass downstroke terus? Band so-called Ramonescore kalian harusnya malu dan bubar aja karena The Sneakers selalu yang terbaik. Recommended Tracks : Sneakers Freak & I Fell In Love With a Punk Rock Girl.

Bicara soal scene lokal, My Own Deck records punya lanskap rilisan melodic punk terbaik dan historik. Bagaimana kalian tumbuh dengan rilisan mereka?

Prabuerg: Saya pertama kali dengerin rilisan My Own Deck pertama waktu SD kelas 4, itu kaset Sendal Jepit Ini Bukan Album Baru!

Jaman itu taunya cuma Green Day, Blink, MxPx, Rancid dll, pas dengerin (album Sendal Jepit) itu kayak seneng ternyata di Indonesia ada yang bikin lagu kek mereka dan sama-sama enak. Waktu itu belum ngerti label sih, taunya kalo ada logo MOD di belakang pasti enak bandnya dan harus beli hahaha.

Imej kalian emang goofy pop punk?

Prabuerg Aslinya lah disangka gimmick, atuh da aslinya (goofy), udah gimana atuh 🙁

Brian: Aslinya kali, bukan gimmick.

Percaya kok itu bukan gimmick. Nah, jadi menurut kalian mana yang lebih nyata di masa depan, berhenti ngeband buat fokus jadi Otaku atau jadi cover majalah Rolling Stone Indonesia?

Brian : Berhenti band, mencari pacar.

Prabuerg : Jadi cover Rolling Stone Indonesia. Revenge of the geeks kind of thing and a proof that we ain’t shit.

Tebak dong siapa aja personil di balik Masked Intruder? 

Brian : Gak tau 🙁

Prabuerg :The Gusto. Personilnya sama semua. Kasus ditutup.

(Visited 1,249 times, 1 visits today)

Author: Trian Solomons

Share This Post On

Submit a Comment